Benarkah Tidur Setelah Subuh Kurang Berkah?

Benarkah Tidur Setelah Subuh Kurang Berkah?

Arina.id - Pada umumnya, setelah beraktivitas kita akan beristirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga agar lebih fresh dan bugar kembali. Istirahat juga dapat menurunkan rasa capek dan bisa menjadi satu cara untuk relaksasi.

Respon tubuh yang telah capek cenderung ingin rebahan dan tidur nyenyak sepulang bekerja seharian. Tak jarang pula mereka yang bekerja lembur malam kemudian tidur setelah Subuh.

Lantas bagaimana Islam melihat aktivitas tidur lagi setelah sholat Subuh? Padahal riwayat hadits dalam Sunan Darimi disebutkan: 

عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً بَعَثَهَا مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ قَالَ فَكَانَ هَذَا الرَّجُلُ رَجُلًا تَاجِرًا فَكَانَ يَبْعَثُ غِلْمَانَهُ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ 

Artinya: "Dari [Shakhr Al Ghamidi] bahwa Rasulullah bersabda: "Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya." Apabila Rasulullah mengirim suatu pasukan, maka beliau mengirimnya di awal siang. Shakhr berkata: "Seorang pedagang pernah mengutus budaknya bekerja di awal siang (pagi), ternyata ia memperoleh harta yang melimpah."

(Doa Allahumma barik liummati fi bukuriha ini juga terdapat dalam Abu Dawud no. 2606, dan Tirmidzi no. 1212)

Hadits ini menunjukkan bahwa waktu pagi, khususnya setelah Subuh, merupakan waktu yang diberkahi. Karena itu, para sahabat dan generasi awal umat Islam sangat menjaga waktu pagi dengan kegiatan bermanfaat, seperti berzikir, belajar, bekerja, atau berdakwah.

Perilaku Rasulullah dan sahabat yang tidak tidur setelah Subuh banyak disebutkan dalam riwayat. Beliau biasa duduk berdzikir di tempat sholatnya hingga terbit matahari. Seperti hadits yang menyebutkan: 

إِذَا صَلَّى الفَجْرَ تَرَبَّعَ في مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسْنَاء 

Artinya: “Apabila telah melakukan sholat Shubuh, beliau duduk bersila di tempat duduknya sampai terbitnya matahari yang putih indah sinarnya.” (HR. Muslim) 

Oleh karena itu sebisa mungkin kita hindari keinginan tidur setelah Subuh. Hal ini dipertegas oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Zad al-Ma‘ad yang menjelaskan bahwa tidur setelah Subuh dapat menyebabkan badan menjadi malas, rezeki tertahan, dan hati menjadi keras.

Namun memang, ulama berbeda pendapat tentang hukum tidur setelah Subuh. Sebagian melarang (makruh), seperti yang dikemukakan oleh Imam Ibnul Qayyim, karena dapat menghilangkan keberkahan waktu pagi.

Adapun menyikapi orang yang tidur setelah Subuh sebab kerja lembur semalaman, sebagian ulama membolehkan. Jika seseorang begadang untuk ibadah malam atau bekerja di malam hari dan benar-benar membutuhkan istirahat maka hal tersebut diperbolehkan.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menyebutkan bahwa tidur setelah Subuh tidaklah haram, tetapi makruh bila tanpa ada keperluan. Hal ini karena akan menghilangkan kesempatan meraih keberkahan. Selain itu tidur setelah Subuh bisa membuat tubuh menjadi lemas dan pikiran malas. Sebaliknya, mengisi pagi dengan aktivitas positif menumbuhkan semangat dan fokus.

Dari sisi kesehatan, tidur setelah Subuh juga bisa mengacaukan ritme biologis dan menyebabkan gangguan tidur di malam hari.

Dengan demikian dapat disimpulkan, jika seseorang sangat lelah karena beribadah atau bekerja di malam hari, maka dipersilakan untuk tidur setelah Subuh meskipun secara keberkahan berkurang. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo