Arina.id - Rasulullah adalah pribadi yang sempurna dan menjadi teladan bagi umatnya. Apapun yang beliau sabdakan dan lakukan adalah pelajaran serta tuntunan dalam kehidupan. Aktivitas pribadi Rasul, mulai bangun tidur, olahraga, bersosialisasi, beribadah, berniaga, bersenda gurau, hingga istirahat lagi terekam dalam literatur kitab hadits.
Dalam salah satu riwayat disebutkan dan sering dikisahkan bahwa Rasulullah memiliki tiga olahraga favorit yang sebaiknya diajarkan pada anak-anak, yakni berenang, memanah, dan naik kuda. Berikut ini redaksi yang populer di tengah masyarakat:
عَلِّمُوا أَوْلاَدَكُم السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَرُكُوْبَ الخَيْلِ
Artinya: "Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda."
Ternyata redaksi tersebut masuk kategori atsar karena bukan perkataan langsung dari Nabi, melainkan perkataan Umar bin Khattab RA.
Dalam kitab Durrul Mantsur 4/88 karya Imam Suyuti merujuk Ibnu Abiddunya dan Baihaqi dari Abi Rafi juga terdapat redaksi:
وَأخرج ابْن أبي الدُّنْيَا فِي كتاب الرَّمْي وَالْبَيْهَقِيّ فِي شعب الإِيمان عَن أبي رَافع قَالَ: قَالَ رَسُول الله ﷺ حق الْوَلَد على الْوَالِد أَن يُعلمهُ الْكِتَابَة والسباحة وَالرَّمْي
Artinya: "Ibnu Abiddunya menyampaikan dalam kitab bab memanah dan Baihaqi dalam kitab Syabul Iman dari Abi Rafi', ia berkata: Rasulullah bersabda, kewajiban orang tua kepada anaknya adalah mengajarkan menulis, berenang dan memanah."
Sedangkan redaksi lain dari Imam Baihaqi dari Ibnu Umar:
وَأخرج الْبَيْهَقِيّ عَن ابْن عمر قَالَ: قَالَ رَسُول الله ﷺ علمُوا أبناءكم السباحة وَالرَّمْي وَالْمَرْأَة المغزل
Artinya: "Baihaqi menyampaikan riwayat dari Ibnu Umar, ia berkata, Rasulullah bersabda, ajarkan anak-anak kalian berenang, memanah, dan anak perempuan menjahit."
Ketiga redaksi ini berbeda tapi kandungan maknanya berkaitan dengan aktivitas olahraga seperti memanah, berenang, berkuda, menulis dan menjahit bagi perempuan.
Dan yang patut dicatat adalah keseluruhan redaksi ini statusnya daif, seperti yang dikemukakan oleh Al-Baihaqi terkait riwayat dari Ubaid Al-Attar. Meski daif tetap boleh diamalkan.
Lantas, adakah olahraga lain yang dinisbatkan pada Rasulullah?
Jawabannya, ada, yakni berlari dan berjalan. Untuk olahraga pertama (berlari) bersumber dari hadits riwayat Aisyah:
خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأنا خَفِيفَةُ اللَّحْمِ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ لأَصْحَابِهِ : تَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي: تَعَالَيْ حَتَّى أُسَابِقَكِ فَسَابَقَنِي فَسَبَقْتُهُ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ فِي سَفَرٍ آخَرَ ، وَقَدْ حَمَلْتُ اللَّحْمَ فَنَزَلْنَا مَنْزِلاً فَقَالَ لأَصْحَابِهِ : تَقَدَّمُوا ثُمَّ قَالَ لِي : تَعَالَيْ أُسَابِقُكِ فَسَابَقَنِي فَسَبَقَنِي فَضَرَبَ بِيَدِهِ كَتِفِي وَقَالَ : هَذِهِ بِتِلْكَ.
Artinya: "Aku pernah keluar bersama Rasulullah dan saat itu aku masih kurus. Ketika kami telah sampai di suatu tempat, beliau berkata kepada para sahabatnya: "Pergilah kalian terlebih dahulu!” Kemudian Rasulullah menantangku untuk berlari, “Ayo kesinilah! aku akan berlomba denganmu!” kemudian beliau berlomba denganku, namun akhirnya aku memenangkan lomba tersebut. Pada lain kesempatan, aku kembali keluar bepergian bersama beliau, dan saat itu badanku semakin besar, ketika kami berada di suatu tempat, Rasulullah kembali berkata kepada para sahabatnya: “Pergilah kalian terlebih dahulu!”. Kemudian beliau menantangku untuk berlari, “Ayo kesinilah! aku akan berlomba denganmu!” Kemudian beliau berlomba denganku, tetapi akhirnya beliau memenangkan lomba tersebut. Beliau mengatakan bahwa ini adalah balasan dari kekalahan beliau sebelumnya sembari memukul pundakku."
Riwayat ini terdapat dalam banyak kitab hadits, seperti Musnad Ahmad bin Hanbal, al-Sunan al-Kubra li al-Nasa’i, dan Mushannaf ibn Abi Syaibah.
Secara kualitas riwayat ini tidak bermasalah, hal ini sebagaimana yang diutarakan oleh Syu’aib al-Arnauth bahwa rangkaian sanadnya baik (jayyid).
Sedangkan hadits berkaitan dengan olahraga kedua (berjalan kaki) merujuk pada riwayat Abu Hurairah:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، كَأَنَّمَا الشَّمْسُ تَجْرِي فِي وَجْهِهِ ، وَمَا رَأَيْتُ أَسْرَعَ فِي مِشْيَتِهِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّ الأَرْضَ تُطْوَى لَهُ ، إِنَّا لَنُجْهِدُ أَنْفُسَنَا ، وَإِنَّهُ لَغَيْرُ مُكْتَرِثٍ.
Artinya: "Abu Hurairah mengatakan, “Tidaklah aku mengetahui sesuatupun yang lebih bagus dibandingkan Rasulullah, wajahnya terang seperti matahari. Dan tidaklah aku mengetahui seorang pun yang lebih cepat jalannya dibandingkan dengan Rasulullah, ketika beliau berjalan seakan-akan bumi ini dilipat untuknya, kami telah bersikeras menyamai jalan kaki beliau, namun beliau tidak bergeming sama sekali (tetap tenang berjalan)” (HR. Tirmidzi: 3648)
Jika dipahami secara mendalam, maka riwayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah memiliki kebiasaan berjalan kaki, sekaligus memberi pelajaran akan pentingnya menjaga kesehatan dengan cara berjalan kaki. Oleh karena itu dalam riwayat lain disebutkan:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : خَيْرُ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ السَّعُوطُ وَاللَّدُودُ وَالْحِجَامَةُ وَالْمَشْيُ
Artinya: "Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik aktivitas untuk mengobati diri adalah mengobati diri lewat hidung, lewat mulut, bekam, dan Al-masyyu." (HR. Sunan Tirmidzi: 2048, ).
Khusus Al-masyyu ini sebagian riwayat menyebut Al-Masyiyyu dengan mengkasrah huruf syin, seperti yang dijelaskan Ibnu Qayim Al-Jauzi dalam kitab Tib Annabawi 1/58:
وَالْمَشِيُّ: هُوَ الَّذِي يُمَشِّي الطَّبْعَ ويلينّه ويسهّل خروج الخارج.
Artinya: "Al-masyiyyu yaitu aktivitas yang membuat sifat menjadi lembut dan memudahkan keluarnya sesuatu yang keluar."
Jika al-masyiyu diartikan berjalan kaki, maka sangat tepat sebab menjadi salah satu terapi atau obat ampuh untuk mengurangi penyakit. Misal dalam konteks kekinian jalan kaki dapat menyembuhkan penyakit obesitas, rematik, melancarkan peredaran darah, meningkatkan pernafasan dan meningkatkan kerja otot.
Namun pendapat lain menyebutkan bahwa al-masyyu yang dimaksud adalah obat pencahar atau obat pencuci perut, pendapat kedua ini sebagaimana yang disebutkan oleh al-Baghawi di dalam Syarh al-Sunnah.
Dengan demikian, beberapa redaksi hadits yang telah disebutkan dapat dijadikan motivasi untuk berolahraga dalam rangka menjaga kesehatan dan menjadi sebuah terapi agar tetap sehat bugar. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin
