Para Rasul merupakan pribadi-pribadi pilihan yang ditugaskan Allah untuk membina dan mengarahkan umat manusia menuju jalan kebenaran. Setiap ucapan maupun tingkah laku para rasul senantiasa dijadikan rujukan dan sumber hukum. Selain itu, para rasul dibekali kitab suci untuk kemudian sebagai pegangan umat dalam menjawab segala problem kehidupan.
Satu di antara rasul yang selalu diikuti ucapan dan tingkah laku kesehariannya adalah Nabi Muhammad. Ayat-ayat suci Al-Quran yang bermuatan hukum, akhlak, dan hikmah terurai dengan jelas serta mudah dipahami melalui perbuatan dan penjelasan beliau.
Dalam salah satu hadits riwayat Aisyah:
كان خُلُقُ نَبي اللِه صلى الله عليه وسلم القرآن
Artinya: "Akhlak Nabi Muhammad itu Al-Quran" (HR. Muslim)
Tentunya akhlak dalam konteks ini meliputi banyak aspek; akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama manusia, akhlak kepada sahabat, keluarga, anak, istri, dan akhlak saat aktivitas harian, seperti makan, minum, tidur, mengenakan pakaian, keluar masuk rumah, masuk jamban, dan lain sebagainya.
Lantas seperti apa akhlak Rasulullah saat minum? minuman apa yang beliau sukai?. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari beberapa hadits menyebutkan tata cara Rasulullah saat minum. Pertama, membaca bismillah, kedua, memegang gelas menggunakan tangan kanan, ketiga, minum dalam keadaan duduk. Hal ini sesuai hadits:
وعن أنس عن النبيِّ ﷺ: أنه نَهى أن يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا
Artinya: "Diriwayatkan dari Anas bin Malik dari Rasulullah, beliau melarang seseorang untuk minum sambil berdiri."
Larangan ini bukan bersifat haram dan menimbulkan dosa. Sebab dalam riwayat lain, Rasulullah pernah minum air zamzam sambil berdiri, dikarenakan di dekat sumur tidak ada tempat duduk yang layak.
Keempat, minum tiga kali tegukan dengan tiga kali menarik nafas. Dalam sebuah hadits disebutkan:
أنَّ رسول الله ﷺ كَانَ يَتَنَفَّسُ في الشَّرابِ ثَلاثًا
Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah mengambil nafas tiga kali saat minum" (Muttafaq Alaih)
Imam Nawawi dalam Riyadus Shalihin menjelaskan maksud mengambil nafas tiga kali saat minum itu adalah mengambil nafas di luar gelas air minum sampai tiga kali. Bukan di dalam gelas dan sekali tegukan. Penggambarannya seperti orang yang sedang minum dari gelas lalu dia tarik gelasnya untuk jeda sebentar dan menarik nafas, kemudian dia minum lagi hingga terhitung tiga kali.
Namun sebelumnya perlu diperiksa kembali, apakah minuman itu dingin ataukah panas, agar tidak malah membahayakan. Terkait hal ini, Rasulullah menyukai minuman yang dingin:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الحُلْوَ البَارِدَ
Artinya: "Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: Minuman yang paling disukai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah yang dingin dan manis." (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Disahihkan oleh Al-Hakim)
Minuman dari air dingin yang dimaksud dalam hadits ini adalah air yang telah didinginkan semalam oleh hawa dingin udara (mubarrad bil hawa), embun. Bukan dingin akibat diisi oleh es batu.
Kelima, membaca doa setelah minum, sesuai hadits:
كَانَ رَسُولُ الله ﷺ َ إِذَا فَرَغَ مِنْ طَعَامِهِ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ
Artinya: "Apabila Rasulullah selesai makan, maka Beliau membaca : "Alhamdulillahilladzi ath'amana wa saqana wa ja'alana muslimin." (Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kepada kami, dan memberi minum kepada kami dan menjadikan kami orang-orang islam)."
Redaksi doa dalam hadits ini memang tertulis selesai makan, akan tetapi sesungguhnya juga mencakup selesai minum, sebab dalam doa tertulis “wa saqana” yang artinya telah memberi kami minum.
Kelima tata cara minum Rasulullah ini memberikan pemahaman bahwa persoalan makan, minum menjadi sangat penting, karena selain ittiba’ pada Rasulullah, juga dikarenakan makanan minuman yang dikonsumsi oleh tubuh manusia memiliki peran penting membentuk prilaku manusia. Jika baik, maka akan berdampak baik untuk kesehatan dan perbuatan. Sebaliknya, jika buruk, akan berdampak buruk.
Editor: Muhammad Faizin
