Mengapa Nabi Isra ke Masjidil Aqsha? Inilah 6 Hikmahnya

Mengapa Nabi Isra ke Masjidil Aqsha? Inilah 6 Hikmahnya

Arina.id - Peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu mukjizat Rasulullah yang sampai hari ini selalu diperingati oleh umat Islam. Sebagaimana diketahui, sebelum Nabi Muhammad melakukan perjalanan Mi’raj menembus langit hingga Sidratul Muntaha, beliau menempuh perjalanan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha.

Allah berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ 

Artinya: “Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Bagi sebagian muslim mungkin ada yang bertanya, mengapa Isra Nabi Muhammad harus ke Masjidil Aqsha, tidak ke tempat lain?

Dalam “Hikmah Mi’raj Dimulai dari Masjid al-Aqsha”, Syekh Abdul Latif Abdul Ghani Hamza (Mufti Mesir periode 1982-1985) menjelaskan bahwa setidaknya ada 6 hikmah perjalanan Isra Nabi dari Masidil Haram ke Masjid al-Aqsha, yaitu sebagaimana berikut:

1. Menjadi Bukti Perjalanan Nabi    

Perjalanan Isra menuju Masjid Al-Aqsha bisa menjadi alat legitimasi untuk membuktikan kebenaran Nabi Muhammad kepada kaum Quraisy yang menentang dan tidak percaya kepadanya. Pada masa itu, sebagian penduduk Makkah sudah terbiasa melakukan perjalanan dagang menuju wilayah Syam. Ketika Nabi Muhammad menggambarkan keadaan Baitul Maqdis, mereka merasa kesulitan mencari celah untuk membantah penjelasan Nabi, meskipun banyak di antara mereka tetap mengingkarinya.

2. Dekat Pintu Langit Pertama

Menurut Syekh Abdul Latif Hamza, Baitul Maqdis merupakan titik koordinat yang paling dekat dengan pintu langit pertama. Dari tempat tersebut, rute perjalanan Mi’raj Nabi akan berlangsung vertikal tanpa berbelok. Hal ini selaras dengan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa pintu langit dunia yang menjadi tempat naik para malaikat sejajar dengan Baitul Maqdis.

3. Menunjukkan Kiblat

Sebelum menghadap Ka’bah, Baitul Maqdis adalah tempat yang menjadi kiblat sholat Nabi Muhammad dan para sahabat pada masa awal Islam. Dengan demikian, salah satu hikmah Isra menuju Masjidil Aqsha adalah Allah menunjukkan langsung Shakhrah (batu) di Baitul Maqdis yang menjadi kiblat sholat Nabi Muhammad dan sahabatnya.

4. Rasulullah Pemimpin Para Nabi

Baitul Maqdis adalah tempat berkumpulnya ruh para Nabi yang telah diutus sebelum Nabi Muhammad. Dalam sebuah riwayat disebutkan, di Baitul Maqdis Rasulullah menjadi imam sholat yang makmumnya adalah para Nabi. Hal ini menunjukkan kedudukan dan kemuliaan Nabi Muhammad sebagai pemimpin dan penutup para nabi.

5. Syam sebagai Padang Mahsyar

Dijelaskan Syekh Abdul Latif Hamza, negeri Syam adalah wilayah yang akan menjadi Padang Mahsyar, sebuah lokasi yang akan menjadi tempat berkumpulnya umat manusia pada hari kiamat. Dengan mengunjungi Baitul Maqdis, Rasulullah akan meninggalkan jejak yang diharapkan bisa memberikan keberkahan kepada umat Islam pada hari kiamat kelak.

6. Salah Satu Masjid Istimewa

Masjidil Aqsha adalah salah satu dari tiga masjid istimewa dalam Islam, satu deretan dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ketiga masjid tersebut dianjurkan untuk dikunjungi oleh umat Islam dengan niat ibadah karena memiliki keutamaan khusus.

Masjidil Haram merupakan tempat kelahiran dan awal kenabian Rasulullah, Masjid Nabawi tempat hijrah sekaligus makam Nabi, dan Masjidil Aqsha menjadi kiblat pertama umat Islam. Wallahu a’lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo