Arina.id - Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda bahwa siapa pun yang menziarahi beliau setelah wafat, seolah-olah menziarahi beliau semasa hidup.
مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِيْ فِيْ مَمَاتِيْ كَانَ كَمَنْ زَارَنِيْ فِي حَيَاتِيْ
Artinya: “Siapa yang menunaikan ibadah haji kemudian menziarahi kuburku setelah aku mati, maka dia seakan menziarahiku ketika aku masih hidup.”(HR. Imam Al Baihaqi)
Oleh karena itu, penting untuk menjaga adab dan etika saat ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Sebab kita berziarah kepada seorang manusia agung yang paling mulia di sisi Allah, pemimpin seluruh nabi, kekasih Tuhan semesta alam.
Dalam Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab, Imam Nawawi menjelaskan tata cara dan adab yang sepatutnya dijaga oleh setiap Muslim yang datang menziarahi beliau.
Pertama, meyakini bahwa ziarah ke makam Rasulullah SAW adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat agung. Ia termasuk cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah:
أَنَّ زِيَارَةَ قَبْرِ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَهَمِّ الْقُرُبَاتِ، وَأَنْجَحِ الْمَسَاعِي
Artinya: ”Ziarah ke makam Rasulullah adalah salah satu bentuk pendekatan diri (qurbah) yang paling penting, dan merupakan jalan yang paling berhasil untuk meraih tujuan mulia.”
Kedua, sepanjang perjalanan menuju Madinah untuk berziarah ke makam Nabi SAW, perbanyaklah membaca shalawat dan salam untuk Nabi SAW. Ketika mulai melihat tanda-tanda kota Madinah, seperti bangunan atau pohon-pohon, maka lebih perbanyak berdoa dan membaca salam untuk Rasulullah.
Ketiga, sebelum memasuki Madinah, disunahkan untuk mandi, memakai pakaian terbaik dan bersih, serta menyiapkan hati dengan penuh hormat dan cinta kepada Nabi SAW.
Keempat, ketika memasuki kota Madinah, jagalah adab dan sopan santun. Hendaknya hati dipenuhi kerendahan, kekhusyukan, dan rasa hormat seolah-olah sedang menghadap seorang raja agung.
Kelima, masuklah ke Masjid Nabawi dengan mendahulukan kaki kanan, membaca doa masuk masjid, lalu carilah area Raudhah (antara makam dan mimbar Nabi SAW) untuk melaksanakan sholat Tahiyyatul Masjid dan berdoa.
Keenam, mendekatlah ke makam Rasulullah dengan penuh hormat. Saat berdiri di hadapannya, jangan menghadap kiblat, tapi menghadap ke arah makam beliau. Sampaikan salam dengan suara lembut dan khusyuk:
السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خِيرَةَ اللَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ اللَّهِ...
Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Rasulullah, semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Nabi Allah, semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai pilihan Allah, semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai kekasih Allah..."
Akhirilah ziarah dengan ucapan terima kasih kepada Rasulullah SAW atas perjuangan dan pengorbanannya.
جَزَاكَ اللَّهُ عَنَّا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْضَلَ مَا جَزَى نَبِيًّا وَرَسُولًا عَنْ أُمَّتِهِ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُونَ، وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُونَ.
Artinya: ”Semoga Allah membalasmu untuk kami, wahai Rasulullah, dengan balasan terbaik yang diberikan kepada seorang nabi dan rasul atas umatnya. Semoga shalawat tercurah untukmu setiap kali orang-orang yang mengingatmu menyebut namamu, dan bahkan ketika orang-orang lalai melupakanmu.” Wallahu a'lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin
