Arina.id - Rajab merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Bulan yang berada pada urutan ketujuh dalam kalender Hijriyah ini termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum). Allah berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”
Keutamaan dan keistimewaan yang dimiliki bulan Rajab membuat para ulama mempunyai perhatian lebih. Di antara ulama tersebut adalah Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Arafah As-Sulaimani yang mengulas sejumlah keistimewaan bulan Rajab dalam kitab Ithaful Ahlil Mahabah bi Adilati Majalisil Qurbah (Tanpa Penerbit: 2008), di antaranya adalah sebagaimana berikut:
1. Bulan yang Dimuliakan
Sebagaimana telah disebutkan, Rajab memiliki keistimewaan karena termasuk salah satu dari asyhurul hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah. Selain itu, Rajab nyaris disejajarkan dengan bulan Ramadhan.
Dalam sebuah hadits Nabi disebutkan:
ذٰلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ
Artinya: “Itulah bulan yang dilalaikan manusia di antara Rajab dan Ramadhan.” (HR An-Nasa’i)
Menurut Syekh As-Sulaimani, hadits tersebut seakan memberi isyarat bahwa bulan Rajab memiliki kedudukan yang hampir sejajar dengan bulan Ramadhan. Pada bulan Rajab, umat Islam sudah mulai sibuk dengan berbagai ibadah sebagaimana pada bulan Ramadan. Hal ini menandakan bahwa bulan Rajab dan Ramadhan sama-sama mendapat perhatian besar umat, sehingga bulan Sya’ban yang ada di antara kedua bulan mulia tersebut sering terabaikan.
2. Bulan Menanam Amal
Keistimewaan lain yang dimiliki bulan Rajab adalah sebagai pintu gerbang untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Di bulan Rajab, seorang muslim bisa menyiapkan diri dalam beribadah agar kelak di bulan Ramadhan sudah terbiasa bahkan bisa lebih maksimal.
Abu Bakar Al-Waraq mengatakan:
شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ
Artinya: “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya‘ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadan adalah bulan memanen hasil tanaman.”
3. Bulan Isra Mi’raj
Sebagaimana diketahui, peristiwa Isra Mi’raj yang menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad terjadi di bulan Rajab. Hal ini menjadi salah satu landasan bahwa bulan Rajab memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Sampai hari ini, umat Islam selalu memperingati peristiwa agung tersebut. Salah satu hikmah diperingati Isra Mi’raj adalah bisa menjadi pengingat tentang kewajiban sholat lima waktu bagi umat Islam.
4. Bulan Rahmat dan Ampunan
Rajab dinilai sebagai bulan yang mengandung banyak rahmat dan ampunan Allah. Sebagian ulama saleh bahkan mengharapkan dapat berjumpa dengan bulan Rajab. Harapan ini tumbuh karena meyakini bahwa di dalam bulan Rajab terdapat keluasan rahmat dan ampunan Allah.
Syekh As-Sulaimani mengisahkan, ada seorang ulama saleh yang sudah sakit parah dan berdoa agar Allah menunda ajalnya hingga bulan Rajab. Hal itu ia lakukan karena mendapatkan keyakinan bahwa Allah akan membebaskan sebagian hamba-Nya dari siksa neraka pada bulan Rajab. Singkat cerita, Allah pun mengabulkan doanya, ulama saleh tersebut wafat di bulan Rajab.
5. Bulan Momentum Bertobat
Para ulama mengingatkan bahwa bulan Rajab mestinya dijadikan umat Islam sebagai momentum untuk bertobat, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal saleh. Di antara ulama yang mengatakan demikian adalah Imam Ibnu Rajab Al-Hambali.
Menurutnya, orang yang selama ini memiliki “raport merah” dalam catatan amalnya sudah seharusnya mulai memperbaiki diri dengan melakukan taubatan nasuha pada bulan Rajab. Oleh karena itu, bulan Rajab menjadi waktu yang sangat istimewa untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan mulai lembaran baru dalam kehidupan spiritual seorang muslim.
Demikian 5 keistimewaan yang dimiliki bulan Rajab sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Arafah As-Sulaimani yakni Rajab sebagai bulan yang dimuliakan, bulan menanam amal, bulan Isra Mi’raj, bulan rahmat serta ampunan, dan bulan momentum untuk bertobat. Wallahu a’lam.
Editor: Muhammad Faizin
