Dalil Ziarah Kubur pada Hari Kamis Sore

Dalil Ziarah Kubur pada Hari Kamis Sore

Arina.id - Dalam tradisi keislaman di Indonesia, umat Islam banyak yang berziarah kubur saat memasuki hari Kamis khususnya pada waktu sore hari. Alasannya, pada waktu itu adalah salah satu waktu terbaik untuk ziarah kubur selain hari Jumat.

Tentu ini menjadi momentum bagi umat Islam yang ingin mengamalkan ziarah ke makam keluarga atau kerabatnya yang telah meninggal dunia. Apalagi ziarah kubur menjadi amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Sebab salah satu hikmah penting dari berziarah kubur adalah untuk mengingat kematian. Ziarah kubur atau diartikan dengan berkunjung ke makam orang-orang yang telah berpulang, akan menjadi pengingat bagi mereka yang masih hidup kelak suatu hari juga akan dimakamkan.

Rasulullah SAW bersabda:

زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الآخِرَةَ

Artinya: "Lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap kematian." (HR Muslim)

Dalam riwayat lain:

حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم :"قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر أمه فزورها فإنها تذكر الآخرة. رواة الترمذي (3/370)

Artinya: "Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah..! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat. Demikianlah sebenarnya hukum dasar dibolehkannya ziarah kubur dengan illat (alasan) ‘tazdkiratul akhirah’ yaitu mengingatkan kita kepada akhirat."

Mengapa ziarah kubur sempat dilarang?

Dalam Al-Majmu' karya Imam An-Nawawi dijelaskan alasan dibalik larangan tersebut. Para sahabat pada masa awal Islam masih dekat dengan kebiasaan masa jahiliah. Saat berziarah, mereka kerap mengucapkan kata-kata yang batil, yang dikhawatirkan akan mengotori kesucian ajaran Islam yang baru ditanamkan.

Setelah umat Islam memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang tauhid, Rasulullah mencabut larangan tersebut. Lantas kapan waktu terbaik untuk ziarah kubur?

Berziarah kubur sebenarnya dapat dilakukan kapan saja, tidak terikat dengan waktu tertentu. Tidak ada dalil yang mengkhususkan waktu tertentu untuk berziarah kubur. Namun bagaimana tradisi di Indonesia yang berziarah kubur dilakukan pada hari Kamis setelah Ashar atau Kamis sore dan Jumat?

Tradisi ini tidak sepenuhnya salah. Karena memang pada waktu tersebut (Kamis ba'da Asar dan Jumat) diyakini bertambatnya ruh pada kubur. Tradisi ini berdasarkan dari keterangan Sulaiman bin Umar bin Muhammad Al-Bujairimi dalam kitab At-Tajrid li Naf'il 'Abid ala Syarhil Manhaj:

فائدة: روح الميت لها ارتباط بقبره ولا تفارقه أبدا لكنها أشد ارتباطا به من عصر الخميس إلى شمس السبت، ولذلك اعتاد الناس الزيارة يوم الجمعة وفي عصر الخميس

Artinya: "Satu informasi bahwa ruh mayit itu memiliki tambatan pada kuburnya. Ia takkan pernah berpisah selamanya. Tetapi, ruh itu lebih erat bertambat pada kubur sejak turun waktu Ashar di hari Kamis hingga fajar menyingsing di hari Sabtu. Karenanya, banyak orang melazimkan ziarah kubur pada hari Jumat dan waktu Ashar di hari Kamis."

وأما زيارته صلى الله عليه وسلم لشهداء أحد يوم السبت فلضيق يوم الجمعة عما يطلب فيه من الأعمال مع بعدهم عن المدينة ق ل وبرماوي و ع ش على م ر

"Sedangkan ziarah Nabi Muhammad SAW kepada para syuhada di perang Uhud pada hari Sabtu dikarenakan sempitnya hari Jumat oleh pelbagai amaliyah fadhilah Jumat, sementara mereka jauh dari kota Madinah. Demikian keterangan Qaf Lam (Qalyubi), Barmawi, dan Ain Sim (Ali) Syibramalisi atas Mim Ra (M. Ramli)."

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa berziarah kubur itu tidak ada waktu tertentu. Kapan pun boleh berziarah. Sebab tidak ada dalil waktu khusus terkait hal tersebut. Adapun tradisi berziarah di hari Kamis setelah Asar dan hari Jumat itu memiliki landasan dalil tersendiri yang bersumber dari kitab Tajrid. Dan ini menjadi rujukan umat Islam di Indonesia. Wallahu a'lam. 


Editor: Muhammad Faizin
logo