Keutamaan Hari Jumat dan Amaliah di Dalamnya

Keutamaan Hari Jumat dan Amaliah di Dalamnya

Arina.id - Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan sholat Jumat yang mempertemukan umat Islam di masjid, hari ini juga menyimpan berbagai keutamaan yang sayang untuk dilewatkan. 

Sejumlah ulama menulis kitab tersendiri untuk menjelaskan keistimewaan hari ini. Salah satunya adalah Syekh Jalaluddin al-Suyuthi melalui kitab Al-Lum’ah fi Khashaish al-Jumu’ah, yang secara khusus membahas berbagai keutamaan hari Jumat.

Salah satu hadits yang menjelaskan kemuliaan hari Jumat diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam al-Syafi’i dari Sa’ad bin ‘Ubadah. Rasulullah SAW bersabda:

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ

Artinya: “Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat.”

Dalam riwayat yang dikutip para ulama, hari Jumat disebut memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya berkaitan dengan penciptaan Nabi Adam AS, turunnya beliau dari surga ke bumi, wafatnya Nabi Adam AS, serta terjadinya hari kiamat.

Kesempatan Berdoa 

Salah satu keutamaan hari Jumat adalah adanya waktu yang istimewa untuk berdoa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada hari tersebut terdapat suatu waktu ketika seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan permohonannya selama tidak meminta sesuatu yang mengandung dosa atau memutus tali silaturahmi.

Keutamaan ini menjadi dorongan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa, baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, maupun kemaslahatan masyarakat. Berdoa bukan berarti hanya meminta sesuatu yang bersifat duniawi. Hari Jumat juga menjadi kesempatan untuk memohon hati yang bersih, akhlak yang baik, dan kekuatan untuk istiqamah dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.

Sholat Jumat

Keutamaan berikutnya terdapat dalam pelaksanaan sholat Jumat. Ibadah ini bukan sekadar kewajiban mingguan bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, melainkan juga kesempatan meraih pahala melalui rangkaian adab dan amalan yang menyertainya.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam al-Qadha’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas, disebutkan:

اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

Artinya: “Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.”

Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad menjelaskan bahwa hadits ini memberikan dorongan kepada orang-orang yang tidak mampu menunaikan ibadah haji agar tetap bersemangat menghadiri sholat Jumat untuk memperoleh pahala. Perumpamaan tersebut tidak berarti bahwa sholat Jumat menggantikan kewajiban haji bagi orang yang telah memenuhi syarat.

Besarnya keutamaan sholat Jumat juga berkaitan dengan persiapan dan adab ketika melaksanakannya. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mandi, bergegas menuju masjid, mendengarkan khutbah, dan tidak melakukan perbuatan sia-sia.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim, disebutkan keutamaan orang yang mandi, datang lebih awal, berjalan kaki, mendekat kepada imam, serta menyimak khutbah dengan baik. Setiap langkahnya disebut memperoleh pahala seperti puasa dan sholat selama satu tahun.

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ

Artinya: “Barang siapa berwudu dan menyempurnakan wudunya, kemudian menghadiri sholat Jumat, mendekat kepada imam, mendengarkan, dan diam, maka diampuni dosanya antara Jumat tersebut dan Jumat berikutnya, ditambah tiga hari.” (HR. Muslim).

Membaca Surah Al-Kahfi dan Memperbanyak Shalawat

Hari Jumat juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan Al-Qur’an. Salah satu amalan yang dikenal luas di kalangan umat Islam adalah membaca Surah Al-Kahfi. Dalam hadits yang diriwayatkan dan dinilai sahih oleh Imam al-Hakim, disebutkan:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Artinya: “Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya cahaya di antara dua Jumat.”

Selain membaca Al-Qur’an, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, khususnya pada malam dan hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda:

أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ الْجُمُعَةِ

Artinya: “Perbanyaklah membaca selawat kepadaku pada malam dan hari Jumat.” (HR Baihaqi)

Dalam riwayat yang sama disebutkan bahwa orang yang berselawat satu kali kepada Nabi akan mendapat balasan sepuluh kali dari Allah SWT.

Keutamaan Wafat pada Hari Jumat

Imam Ahmad dan Imam al-Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Amr bin al-Ash:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Artinya: “Tidaklah seorang Muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur.”

Syekh Ihsan bin Dakhlan mengutip penilaian Imam al-‘Azizi yang menyebut hadits tersebut berderajat hasan. Adapun mengenai maksud perlindungan dari fitnah kubur, para ulama memberikan penjelasan yang berbeda.

Imam al-Manawi berpendapat bahwa orang tersebut tidak ditanya oleh malaikat di kuburnya. Sementara itu, pendapat yang dipegang Imam al-Zayadi menjelaskan bahwa pertanyaan malaikat tetap berlangsung, tetapi orang tersebut mendapat perlindungan dari fitnah atau kesulitan yang berkaitan dengan alam kubur.

Berbagai keutamaan hari Jumat ini memberikan pelajaran bahwa waktu merupakan karunia Allah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Amalan seperti mandi sebelum sholat Jumat, menyempurnakan wudu, datang lebih awal ke masjid, menyimak khutbah, membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, serta memanjatkan doa merupakan amalan yang dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan hari yang mulia ini.

Jangan sampai hari Jumat hanya dipenuhi aktivitas rutin tanpa peningkatan kualitas ibadah dan akhlak. Sebab, kesempatan yang diberikan Allah semestinya menjadi jalan untuk memperbaiki diri, bukan sekadar berlalu tanpa makna. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo