Arina.id - Puasa sunah di bulan Sya'ban memiliki sejumlah keistimewaan dan limpahan pahala. Tak jarang sebagian orang meningkatkan ibadah puasanya hingga 15 bulan Sya'ban. Hanya saja semangat peningkatan ibadah puasa sunah Sya'ban kadangkala mengakibatkan sebagian orang yang masih punya tanggungan Qadha puasa Ramadhan menjadi lupa.
Namun ia kemudian ingat belum melunasi hutang puasa (qadha) Ramadhan tahun kemarin. Lantas bagaimana hukumnya jika membayar utang puasa atau qadha puasa Ramadhan setelah 15 Sya'ban?
Menyikapi persoalan ini, Sayid Abu Bakar Syata Dimyati dalam kitab I'anah Thalibin mengemukakan:
قوله وكذا بعد نصف شعبان: أي وكذلك يحرم الصوم بعد نصف شعبان لما صح من قوله صلى الله عليه وسلم إذا انتصف شعبان فلا تصوموا
Artinya: "Pernyataan begitu juga setelah Nisfu Sya'ban maksudnya begitu juga haram berpuasa setelah Nisfu Sya'ban berdasarkan hadits: "bila bulan Sya’ban telah menjadi separuh, janganlah kalian berpuasa”.
(قوله ما لم يصله بما قبله) أي محل الحرمة ما لم يصل صوم ما بعد النصف بما قبله فإن وصله به ولو بيوم النصف بأن صام خامس عشره وتالييه واستمر إلى آخر الشهر فلا حرمة
Keharaman ini dengan catatan bila puasa setelah hari Nisfu Sya’ban tersebut tidak disambungkan dengan puasa sebelumnya, bila disambungkan meskipun dengan berpuasa pada tanggal separuh bulan Sya’ban (meskipun hanya disambungkan dengan puasa pada tanggal 15) dan kemudian disambung dengan hari-hari setelahnya hingga tanggal 30 (puasa di hari meragukan (yaum assyak), maka tidak lagi dihukumi haram. (I'anah Thalibin, II/273)
Maksud dari perkataan "disambungkan dengan puasa sebelumnya" adalah kebiasaannya berpuasa sunnah di hari-hari sebelumnya. Dalam kitab Majmu' disebutkan:
والأصح في المجموع تحريمه بلا سبب إن لم يصله بما قبله أو صامه عن قضاء أو نذر أو وافق عادة له لخبر إذا انتصف شعبان فلا تصوموا رواه أبو داود وغيره
Artinya: "Pendapat paling sahih dalam kitab Majmu' adalah mengharamkan puasa tanpa sebab setelah separuh Sya'ban. Kecuali disambung dengan hari sebelumnya, atau puasa qadha' Ramadhan, nazar, atau karena puasa yang dirutinkan (seperti puasa Senin-Kamis). Larangan puasa tanpa sebab berdasarkan hadits jangam berpuasa ketika telah separuh bulan Sya'ban."
Walhasil, kesimpulan dari beberapa keterangan ini adalah:
- Melaksanakan puasa sunnah yang bukan kebiasaan pada tanggal 16 sampai 30 Sya'ban itu hukumnya haram, kecuali puasa sunnah yang menjadi kebiasaan seperti Senin-Kamis atau puasa Daud.
- Melaksanakan puasa wajib setelah tanggal 15 Sya'ban, seperti puasa nazar dan qadha Ramadhan itu boleh dan sah.
- Siapa saja yang melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 15 Sya'ban dan disambung dengan puasa pada tanggal 16 hingga akhir Sya'ban, maka hukumnya boleh.
- Siapa saja yang puasa sunnah tanggal 16 dan disambung dengan hari sesudahnya seperti tanggal 17 hingga akhir Sya'ban, maka hukumnya tidak boleh. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin
