Arina.id - Allah menciptakan seluruh makhluk di alam semesta ini dengan penuh kasih sayang. Setiap ciptaan, mulai dari manusia, jin, binatang, hingga tumbuh-tumbuhan, gunung, langit, laut, dan bumi, merupakan tanda kebesaran dan kasih sayang-Nya. Karena itu, inti dari penciptaan makhluk adalah kasih sayang, bukan semata kekuasaan.
Kesadaran ini menuntun manusia agar meneladani sifat kasih sayang Allah, termasuk dalam memperlakukan makhluk lain di bumi. Islam menegaskan pentingnya kepedulian dan empati antar makhluk, bahkan terhadap hewan peliharaan yang berada di bawah tanggung jawab manusia. Sebab, sebagaimana manusia, hewan juga memiliki kebutuhan primer seperti makan, minum, udara, dan kebutuhan biologis lainnya yang wajib diperhatikan oleh pemeliharanya.
Dosa Menelantarkan Hewan Peliharaan
Tidak jarang, seseorang lalai memberi makan atau minum pada hewan peliharaannya hingga hewan itu jatuh sakit bahkan mati. Rasulullah SAW memperingatkan dengan tegas melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:
عُذِّبَتْ اِمْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلْتِ النَّارَ فِيهَا، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا إِذْ هِيَ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ اَلْأَرْضِ
Artinya: “Seorang perempuan mendapatkan siksa, sebab kucing piaraannya dalam kurungan telah mati, lalu perempuan itu masuk neraka. Penyebab utamanya karena perempuan itu tidak memberi kucing piaraannya makan dan minum ketika berada dalam kurungan, dan tidak melepaskannya untuk dapat menyantap makanan yang tercecer di tanah /mencari makan sendiri.”
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam memandang serius dosa menelantarkan hewan. Tidak memberi makan dan minum kepada hewan yang dikurung merupakan bentuk kezaliman yang bisa berakibat azab di akhirat.
Penjelasan Ulama tentang Hadits Kucing
Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dasar keharaman membunuh atau mengurung hewan tanpa memberi makan dan minum. Beliau menulis: “Dalam hadits ini menunjukkan akan keharaman membunuh kucing dan mengurungnya tanpa memberi makanan atau minuman. Adapun perempuan masuk neraka, itu disebabkan perbuatan tidak memberi makanan atau minuman. Sangat jelas bahwa hadits ini menjelaskan perempuan Muslimah yang masuk neraka (tidak selamanya) itu disebabkan kucing yang tidak dikasih makanan atau minuman hingga mati.”
Penjelasan ini mempertegas bahwa Islam tidak hanya menekankan hubungan baik antar manusia, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap makhluk hidup lainnya.
Islam Mengajarkan Kasih Sayang kepada Semua Makhluk
Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam. Kasih sayang tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada binatang dan lingkungan sekitar. Bahkan saat menyembelih hewan kurban pun, Rasulullah SAW mengajarkan agar dilakukan dengan lembut dan penuh kasih, tanpa menyakiti secara berlebihan.
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga memperingatkan ancaman bagi siapa pun yang membunuh hewan tanpa alasan yang benar:
مَنْ قَتَلَ عُصْفُورًا عَبَثًا عُجَّ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ: يَا رَبِّ، إِنَّ فُلَانًا قَتَلَنِي عَبَثًا وَلَمْ يَقْتُلْنِي مَنْفَعَةً.
Artinya: "Siapa saja yang membunuh burung pipit, maka pada hari kiamat burung itu akan berteriak keras kepada Allah dengan berkata: Wahai Tuhanku, sungguh Fulan telah membunuhku karena iseng dan ia tidak membunuhku karena untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya. " (HR an-Nasai dan Ibnu Hibban).
Hadits ini mengandung pesan mendalam bahwa setiap makhluk bernyawa memiliki hak hidup dan perlakuan yang baik. Tidak boleh seorang muslim menyakiti hewan, meskipun hewan kecil seperti burung pipit, kecuali untuk tujuan yang bermanfaat dan sesuai syariat.
Tanggung Jawab Pemelihara Hewan dalam Islam
Bagi siapa pun yang memiliki hobi memelihara binatang, baik kucing, burung, ikan, maupun hewan lainnya, Islam menuntut agar ia memenuhi seluruh kebutuhan dasar hewannya. Jika hewan dipelihara dalam kandang, maka kebutuhan makan, minum, dan kebersihan harus dijaga. Bila dibiarkan kelaparan atau kehausan hingga mati, maka pemeliharanya berdosa dan diancam dengan siksa.
Merawat hewan dengan penuh kasih sayang tidak hanya bernilai kebaikan sosial, tetapi juga menjadi amal ibadah di sisi Allah. Sebaliknya, menyakiti atau menelantarkan hewan termasuk dosa besar.
Rasulullah SAW bersabda, bahwa seorang pelacur diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Ini menunjukkan bahwa kasih sayang kepada binatang bisa menjadi sebab seseorang mendapat ampunan Allah, sebagaimana kekejaman terhadap hewan bisa menjadi sebab azab.
Kasih sayang adalah inti dari ajaran Islam. Siapa pun yang beriman kepada Allah harus mencerminkan kasih sayang itu dalam perilaku terhadap semua makhluk, termasuk hewan peliharaan.
Memelihara binatang berarti memikul tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga kehidupannya. Memberi makan, minum, dan memperhatikan kesehatannya bukan sekadar urusan duniawi, melainkan bentuk ibadah yang mendatangkan rahmat Allah. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin
