Rabu Wekasan pada kalender hijriah 1446 bertepatan dengan 4 September 2024. Itu artinya momen Rabu wekasan akan terjadi pada Rabu besok.
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya memberikan anjuran untuk menuliskan ayat-ayat khusus pada saat malam Rabu terakhir di bulan Shafar.
Syekh Nawawi al-Bantani bernama lengkap Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar at-Tanari al-Jawi al-Bantani. Beliau lahir di Tanara, Serang, Banten pada tahun 1230 H/1815 M dan meninggal di Makkah pada tanggal 25 Syawal 1314 H/1897 M pada usia 84 tahun. Ia bukan hanya berguru pada ulama-ulama lokal di sekitaran Banten, tetapi sempat juga tinggal dan belajar di Makkah selama tiga tahun. Saat ia kembali ke kampung halamannya, ternyata ia tidak merasa kerasan dan memilih kembali lagi ke Makkah hingga akhir hayatnya. (Syamsul Munir Amin, Sayyid Ulama Hijaz; Biografi Syaikh Nawawi al-Bantani [Yogyakarta: LKIS, 2009], h. 19)
Syekh Nawawi al-Bantani adalah ulama yang cukup produktif dalam menulis karya di berbagai disiplin keilmuan. Dalam bidang tafsir, ia menulis Tafsîr al-Munîr li Ma'âlim al-Tanzîl atau Marâh Labîd li Kasyf Ma’nâ al-Qur’ân al-Majîd. Di bidang tasawuf dan akhlak ia menulis kitab Miṣbāḥ aẓ-Ẓalām atau Nūr aẓ-Ẓalām, Qāmi' aṭ-Ṭugyān, Bidāyah al-Hidāyah dan Salālim al-Fuḍalā'. Di bidang tauhid ia menulis kitab Fath al-Majid. Paling banyak, ia menulis di bidang fiqih, yakni: (1) Nihāyah al-Zein fî Irsyād al- Mubtadi'īn, (2) Qūt al-Ḥabīb al-Gharīb, Tausyīḥ 'alā Fatḥ al-Qarīb al-Mujīb, (3) Mirqāh Ṣu'ûd at-Taṣdīq, (4) Syarḥ Sullam al-Munājāt, (5) Kāsyifah as-Sajā fī Syarḥ Safīnah an-Najā, (6) Syarḥ ar-Riyāḍ al-Badī’ah bi aṡ- Ṡimār al-Yāni’ah, (7) Syarḥ Bahjah al-Wasā’il dan (8) Syarḥ Uqūd al-Lujain fī Bayān Ḥuqūq az-Zaujain. (Suwarjin, Biografi Intelektual Syekh Nawawi al-Bantani [Jurnal Tsaqofah dan Tarikh], Vol. 2 No. 2 Juli-Desember 2017)
Dalam salah satu kitab beliau, yakni Nihāyah al-Zein fî Irsyād al- Mubtadi'īn, Syekh Nawawi Al-Bantani memberikan anjuran untuk menuliskan 7 ayat salam pada saat malam Rabu terakhir di bulan Shafar, atau yang di Indonesia dikenal dengan istilah Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan. Tata caranya ialah dengan menuliskan ketujuh ayat tersebut dalam secarik kertas kemudian dimasukkan ke dalam sebuah bejana lalu dituangkan air dan airnya diminum.
Berikut isi pernyataan Syekh Nawawi:
قوله: (لنازلة) ونقل بعض الفضلاء أنه ورد أن الخلايا المقدرة في السنة تنقل من اللوح المحفوظ إلى سماء الدنيا في ليلة اخر اربعاء من شهر صفر وان من كتب هذه الآيات السبع في إناء ومحاهن بماء وشربه لم يصبه شيء من تلك البلايا ، وهي : سلام قولا من رب رحيم، سلام علي نوح في العالمين ،سلام على ابراهيم ، سلام علي موسى و هارون ، سلام على آل ياسين، سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين، سلام هي حتى مطلع الفجر وهي سبع سلامات
Dikatakan (Peristiwa yang diturunkan): Menurut sebagian orang-orang terkemuka mengatakan bahwa bala’ yang tercatat dalam Lauhil Mahfud akan diturunkan ke dunia pada malam Rabu terakhir di Bulan Safar. Dan barangsiapa yang menulis tujuh ayat salam dalam sebuah bejana (gelas dan sejenisnya) dan mencampurnya dengan air kemudian meminumnya, maka ia tidak akan terkena bala’ tersebut. Adapun tujuh ayat salam tersebut adalah:
1. Surat Yasin ayat 58:
سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ
Salamun, qaulan min rabbir rahim
Artinya: Salam Sejahtera sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang
2. Surat As-Saffat ayat 79:
سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ
Salamun 'ala nuhin fil-alamin
Artinya: Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di semesta alam
3. Surat As-Saffat ayat 109:
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
Salamun 'ala ibrahim
Artinya: Salam Sejahtera atas Ibrahim
4. Surat As-Saffat ayat 120:
سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
Salamun 'ala musa wa harun
Artinya: Salam Sejahtera atas Musa dan Harun
5. Surat As-Saffat ayat 130:
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِلْيَاسِيْنَ
Salamun 'ala ilyasin
Artinya: Salam Sejahtera atas Ilyas dan kaumnya
6. Surat Az-Zumar ayat 73:
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْن
Salamun alaikum 'alaikum thibtum fadkhuluha khalidin
Artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu, berbahagialah kamu. Maka, masuklah ke dalamnya (untuk tinggal) selama-lamanya.
7. Surat Al-Qadr ayat 5:
سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Salamun hiya hatta mathla'il-fajr
Artinya: Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.
Sumber: Syekh Nawawi al-Bantani, Nihāyah al-Zein fî Irsyād al- Mubtadi'īn [Surabaya: Al-Hidayah, 2009], h. 67
Editor: Muhammad Faizin
