Sholat Kafarat, yang juga dikenal sebagai Sholat al-Bara'ah, adalah sholat yang diniatkan untuk mengganti sholat fardhu yang diragukan ditinggalkan atau yang tidak sah. Sholat ini biasanya dilakukan setelah sholat Jumat, pada hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan.
Syekh Fadl bin Abdurrahman al-Tarimi al-Hadlrami, dalam kitab Kasyf al-Khafa’ wa al-Khilaf fi Hukmi Sholat al-Bara’ah min al-Ikhtilaf, menjelaskan bahwa sholat kafarat adalah amalan yang boleh dilaksanakan di Jumat terakhir bulan Ramadhan. Bahkan, sholat kafarat termasuk amalan yang jamak dipraktikkan para ulama dan imam-imam di Masjid Jami' Zabid, Yaman.
وقال بجوازها كثير من علماء اليمن، وكانت تصلى بجامع زبيد كما قال الناشري، قال ولا يتركها إلا القليل انتهى. وهي محط رجال العلم وأئمة الفتوى وقد صلاها جماعة من الأئمة الورعين البارعين في علمي الظاهر والباطن كالفخر الشيخ أبي بكر بن سالم والإمام العلامة أحمد بن زين الحبشي والإمام الحبيب عمر بن زين بن سميط والحبيب العلامة أحمد بن محمد المحضار والعلامة الحبيب أحمد بن حسن العطاس والحبيب العلامة سالم بن حفيظ بن الشيخ بن أبي بكر بن سالم والحبيب العلامة عبد الله بن عبد الرحمن بن الشيخ أبي بكر بن سالم وغيرهم من علماء اليمن وحضر موت.
Artinya "Banyak ulama Yaman membolehkannya (Sholat Kafarat di Jumat akhir Ramadhan), dan sholat ini biasa dilakukan di Masjid Jami' Zabid, sebagaimana dikatakan oleh An-Nashri. Beliau berkata, "Hanya sedikit orang yang meninggalkannya." Masjid Jami' Zabid merupakan tempat berkumpul para ulama dan mufti. Sholat ini pun pernah dilakukan oleh sekelompok imam yang saleh dan ahli dalam ilmu zahir (syariat) dan bathin (tasawuf), seperti: Habib Al-Fakhir Syaikh Abu Bakar bin Salim, Imam Al-Allamah Ahmad bin Zain Al-Habsyi, Imam Al-Habib Umar bin Zain bin Sumiit, Al-Habib Al-Allamah Ahmad bin Muhammad Al-Mahdhar, Al-Allamah Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas, Al-Habib Al-Allamah Salim bin Hafizh bin Syaikh bin Abu Bakar bin Salim, Al-Habib Al-Allamah Abdullah bin Abdul Rahman bin Syaikh Abu Bakar bin Salim, dan masih banyak lagi ulama Yaman dan Hadhramaut lainnya."
Tata Cara Sholat Kafarat
Cara mengerjakan sholat Kafarat secara umum sama dengan sholat sunnah lainnya. Namun terdapat sedikit perbedaan pada niatnya. Sholat ini dikerjakan sebanyak 4 rakaat dengan sekali tasyahud. Nah berikut ini tata cara mengerjakan sholat kafarat:
1. Niat
Sebelum memulai sholat, bacalah niat sholat Kafarat dengan khusyuk. Berikut ini bacaan niatnya:
نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ كَفَّارَةً لِمَا فَاتَنِي مِنَ الصَّلاةِ
Nawaitu an uṣhalli arba'a raka'ātin kaffāratan limā fātani mina ṣ-ṣalāh.
Artinya: "Aku berniat sholat empat rakaat sebagai kafarat atas sholat yang tertinggal."
2. Takbiratul Ihram
Setelah membaca niat, kemudian takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan. Kemudian, bacalah doa iftitah dan surat Al-Fatihah.
3. Membaca Surat Al-Qadar dan Al-Kautsar
Pada rakaat pertama setelah membaca surat Al-Fatihah, bacalah surat Al-Qadar sebanyak 15 kali. Kemudian, pada rakaat kedua, bacalah surat Al-Kautsar sebanyak 15 kali setelah surat Al-Fatihah.
4. Rakaat Selanjutnya
Lakukan gerakan sholat seperti biasa pada rakaat ketiga dan keempat. Pada rakaat ketiga dan keempat, bacalah surat Al-Fatihah dan surat pilihan setelahnya.
5. Tasyahud dan Doa
Setelah selesai empat rakaat, duduklah untuk tasyahud akhir. Kemudian, bacalah doa setelah sholat dan diakhiri dengan salam.
6. Doa Setelah Sholat Kafarat
Berikut ini bacaan doa setelah sholat Kafarat:
اللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِي، وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِي، تَقَبَّلْ مِنِّي مَا لاَ يَنْفَعُكَ، وَ اغْفِرْ لِي مَا لاَ يَضُرُّكَ، يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَّى، وَإِذَا تَوَعَّدَ تَجَاوَزَ وَعَفَا، اغْفِرْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ، وَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ بَطَرِ الْغِنَى وَجَهْدِ الْفَقْرِ، إِلَهِي خَلَقْتَنِي وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًا، وَرَزَقْتَنِي وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًا، وَارْتَكَبْتُ الْمَعَاصِي فَإِنِّي مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِي، إِنْ عَفَوْتَ عَنِّي فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْءٌ، وَإِنْ عَذَّبْتَنِي فَلاَ يَزِيدُ فِي سُلْطَانِكَ شَيْءٌ، إِلَهِي أَنْتَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي، وَأَنَا لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمُنِي غَيْرُكَ، اغْفِرْ لِي مَا بَيْنِي وَبَيْنَكَ، وَ اغْفِرْ لِي مَا بَيْنِي وَبَيْنَ النَّاسِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَيَا رَجَاءَ السَّائِلِينَ، وَيَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ، أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْوَاسِعَةَ، أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَتَابَعَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Allahumma ya man la tanfa'uka tha'ati, wa la tadhurruku ma'shiyati, taqabbal minni ma la yanfa'uka, wa ghfirli ma la yadhrukka, ya man idza wa'ada waffa, wa idza tawa'adda tajawaza wa'afa, ghfir li 'abdin dhallama nafsahu, wa as'alukallahumma inni a'udzu bika min bathari al-ghina wa jahdi al-faqri, ilahi khalaqtani wa lam akun syaian, wa razaqtani wa lam akun syaian, wa 'artaqabtu al-ma'ashi fa'inni muqirrun laka bidzunubi, in 'afawta 'anni fa la yanqushu min mulkik syaian, wa in 'adhdhabtaani fa la yazidu fi sulthanik syaian,
Ilahi anta tajidu man tu'adhdhibuhu ghairy, wa ana la ajidu man yarhamhuni ghairuk, ghfirli ma baini wa bainak, wa ghfirli ma baini wa baina an-naasi ya arhamar rahimin, wa ya raja'a as-sa'ilin, wa ya amanal kha'ifin, irhamni birahmatika al-wasi'ah, anta arhamu ar-rahimien ya rabbil 'alamin, Allahumma ghfir lil mu'minin wa al-mu'minat, wal muslimin wa al-muslimat al-wasi'ah, anta arhamu ar-rahimien ya rabbil 'alamin,
Allahummaghfir lil mu'minin wa al-mu'minat, wal muslimin wa al-muslimat, wa taba'a bainana wa bainahum bil-khairat, rabbi ghfir warham wa anta khairur rahimin. Wa shallallahu 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Artinya: Ya Allah, wahai Dzat yang tidak bermanfaat bagimu ketaatan hamba, dan tidak merugikanmu maksiat hamba, terimalah dari hamba apa yang tidak bermanfaat bagimu, dan ampunilah hamba atas apa yang tidak merugikanmu. Wahai Dzat yang selalu menepati janji dan melampaui ancaman dengan maaf, ampunilah hamba yang telah menzalimi dirinya sendiri. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesombongan karena kekayaan dan kesulitan karena kemiskinan.
Ya Tuhanku, Engkau telah menciptakan aku saat aku bukan apa-apa, Engkau telah memberi rezeki saat aku bukan apa-apa, dan aku telah melakukan maksiat. Aku mengakui dosa-dosaku kepada-Mu. Jika Engkau mengampuni aku, maka kerajaan-Mu tidak akan berkurang sedikitpun. Dan jika Engkau menyiksa aku, maka kekuasaan-Mu tidak akan bertambah sedikitpun.
Ya Tuhanku, Engkau menemukan yang Engkau siksa selain aku, dan aku tidak menemukan yang mengasihani aku selain Engkau. Ampunilah dosa-dosaku antara aku dan Engkau, dan ampunilah dosa-dosaku antara aku dan manusia. Wahai Yang Maha Pengasih di antara semua yang penyayang, wahai Harapan orang-orang yang memohon, wahai Keamanan orang-orang yang takut, kasihanilah aku dengan rahmat-Mu yang luas. Engkaulah Yang Maha Pengasih di antara semua yang penyayang, wahai Tuhan semesta alam.
Ya Allah, ampunilah orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, orang-orang Muslim laki-laki dan perempuan dengan ampunan-Mu yang luas. Engkaulah Yang Maha Pengasih di antara semua yang penyayang, wahai Tuhan semesta alam.
Ya Allah, ampunilah orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, orang-orang Muslim laki-laki dan perempuan, dan pertemukanlah kami dengan mereka dalam kebaikan. Ya Tuhan, ampunilah dan kasihanilah, dan Engkaulah sebaik-baiknya Yang Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya sekalian.
Zainuddin Lubis, Pegiat kajian Islam
Editor: Muhammad Faizin
