Arina.id - Thaghut diperbincangkan oleh warganet sebagai judul film tentang seorang praktisi spiritual yang bisa menyembuhkan sakit warga satu kampung dan menata kehidupan mereka sedangkan sejatinya dia adalah pengikut aliran sesat yang menyembah setan.
Thaghut sangat relevan sebagai judul film karya Bobby Prasetyo karena film ini berbicara tentang aliran sesat penyembah setan. Dalam dialognya tidak menyebut Thaghut secara verbal dan hanya ada di bagian penutup film dalam kutipan arti dari surat al-Baqarah ayat 257 berikut:
اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Artinya: "Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah thagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."
Para pakar tafsir Al-Qur’an mengartikan Thaghut dengan beberapa arti seperti setan, dukun, penyihir, dan segala sesembahan selain Allah. Sebagaimana kutipan Imam Suyuthi berikut:
عَن عمر بن الْخطاب قَالَ {الطاغوت} الشَّيْطَان. وَأخرج ابْن جرير وَابْن أبي حَاتِم عَن جَابر بن عبد الله أَنه سُئِلَ عَن الطواغيت قَالَ: هم كهان تنزل عَلَيْهِم الشَّيَاطِين. وَأخرج ابْن أبي حَاتِم عَن عِكْرِمَة قَالَ {الطاغوت} الكاهن. وَأخرج ابْن جرير عَن أبي الْعَالِيَة قَالَ {الطاغوت} السَّاحر. وَأخرج ابْن جرير وَابْن الْمُنْذر وَابْن أبي حَاتِم عَن مُجَاهِد قَالَ {الطاغوت} الشَّيْطَان فِي صُورَة الإِنسان يتحاكمون إِلَيْهِ وَهُوَ صَاحب أَمرهم. وَأخرج ابْن أبي حَاتِم عَن مَالك بن أنس قَالَ {الطاغوت} مَا يعبد من دون الله
Artinya: "Menurut Umar bin Khathab thaghut adalah setan. Menurut Jabir bin Abdullah adalah dukun-dukun yang dirasuki setan. Menurut Ikrimah adalah dukun. Menurut Abi Aliyah adalah tukang sihir. Menurut Mujahid adalah setan berwujud manusia yang menjadi pusat perhatian masyrakat dan menjadi panutan mereka. Menurut Anas bin Malik adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah." (Al-Durrul Mantsur, [Beirut: Darul Fikr, 2011], juz 2, hal. 22.).
Syekh Muhammad Amin al-Harari juga menafsirkan Thaghut dengan setan dan orang-orang yang menyesatkan dari jalan yang benar sebagai berikut:
الطَّاغُوتُ أي: الشياطين، وسائر المضلين عن طريق الحق.
Artinya: "Thaghut yakni setan dan orang-orang yang menyesatkan dari jalan yang benar." (Muhammad Amin al-Harari, Hada’iqur Ruh war Raihan, [Beirut: Dar Thuq al-Najat, 2001], juz 4, hal. 25.).
Catatan pemaknaan al-Suyuthi dan al-Harari tentang thaghut sangat sesuai dengan deskripsi dalam film, yakni sosok Abah Mulya (Whani Darmawan) sebagai orang yang dipuja oleh penduduk desanya sebagai praktisi spiritual yang mengajarkan aliran sesat dan melarang adanya adzan dan sholat berjamaah dan melakukan pemujaan terhadap setan.
Thaghut sebagai setan yang menjelma sebagai manusia juga digambarkan oleh Bobby Prasetyo secara detail dalam film itu, yakni ketika Ainun (Yasmin Napper) bersedia melakukan ritual untuk mewarisi ilmu ayahnya, dia mengalami kesurupan dan tidak sadarkan diri bahwa tubuhnya sudah dikuasai oleh setan kemudian menyembuhkan serta mengajak masyarakat desa untuk percaya dengannya.
Dari situ jelas bahwa makna Thaghut adalah setan, dukun, penyihir, dan segala hal yang disembah selain Allah sebagaimana yang telah dideskripsikan oleh para pakar tafsir al-Qur’an seperti al-Suyuthi dan al-Harari, serta diceritakan dalam skenario film oleb Bobby Prasetyo dengan detail dan representatif sesuai dengan interpretasi ulama. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin
