Keistimewaan Membaca Ayat Kursi

Keistimewaan Membaca Ayat Kursi

Para Nabi mendapat keistimewaan dari Allah berupa mukjizat. Di antara beberapa mukjizat yang hingga kini masih dapat dirasakan adalah Al-Quran, sebuah mukjizat yang khusus diturunkan kepada Nabi Muhammad yang tak lekang oleh waktu dan tetap menjadi rujukan umat Islam sepanjang zaman. Mukjizat dalam literatur keislaman seperti dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin disebutkan sebagai berikut:

المعجزة المقرونة بدعوى النبوة المعجوز عن معارضتها الحاصلة بغير اكتساب وتعلم

Artinya: "Mukjizat itu disertai pengakuan kenabian seorang Nabi yang menaklukkan para penentangnya tanpa diusahakan dan belajar"

Mukjizat Al-Qur'an merupakan tali yang kokoh dan dapat menjadikan hidup seseorang selamat apabila berpegang teguh padanya. Al-Qur'an merupakan ikatan yang sangat kuat (al 'urwah al-wutsqa) yang tidak akan putus, sebagaimana Firman Allah:

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ

Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai". (QS Ali Imron: 103).

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan terkait ayat ini:

أي بعهد وذمة وقيل : ( بحبل من الله ) يعني : القرآن ، كما في حديث الحارث الأعور ، عن علي مرفوعا في صفة القرآن : " هو حبل الله المتين ، وصراطه المستقيم

Artinya: "Tali adalah janji dan perlindungan, sebagian berpendapat tali agama adalah Al-Quran seperti hadits yang diriwayatkan Haris A’war dari Aliy secara marfu’ berkenaan tentang Al-Quran, bahwa ia adalah tali agama Allah yang sangat kuat dan jalan yang lurus."

Al-Qur'an menjadi sumber pertama dan utama dalam ilmu hukum Islam (fiqih), akhlak, tauhid, tasawuf, astronomi, sosial kemasyarakatan. Ia juga merupakan hujjah ampuh yang dapat mengalahkan pengingkarnya. 

Selain itu, Al-Quran memiliki sejumlah keistimewaan yakni sarat akan makna, nilai, peringatan, ancaman, janji, doa dan masih banyak yang lainnya. 

Tentunya, setiap surat dan ayat Al-Quran memiliki keistimewaan yang bisa dijadikan doa wirid harian, seperti Ayat Kursi. Berikut teks Ayat Kursi yang merupakan ayat 255 dari surat QS. Al-Baqarah:

اللهُ لُآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ، لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، لَهُ مَافِى ٱلسَّمَـٰوَ ٰ تِ وِمَافِى الْأَرْضِ، مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ، وَلَايُحِيْطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَاشَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ تِ وَٱلْأَرْض، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَاوَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ 

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia Yang Hidup kekal lagi selalu mengatur (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Dia Maha Pemilik segala hal yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang bisa memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apapun dari ilmu Allah kecuali telah dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. "

Keistimewaan Ayat Kursi

Ayat Kursi merupakan ayat ke-255 dalam surat Al-Baqarah yang merupakan ayat paling agung sesuai hadits Rasulullah:

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا أَبَا الْمُنْذِرِ،  أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟» قَالَ: قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟ قَالَ: قُلْتُ: ﴿اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ﴾ [البقرة: ٢٥٥]. قَالَ: فَضَرَبَ فِي صَدْرِي، وَقَالَ: وَاللهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ

Artinya: "Diriwayatkan dari Ubaiy bin Ka’b, ia berkata: Rasulullah bersabda, wahai Abu Mundzir (nama panggilan Ubaiy bin Ka’b), tahukah engkau manakah ayat Al-Quran yang paling agung?, Abu Mundzir berkata, lalu aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Rasulullah kembali bertanya, wahai Abu Mundzir, tahukah engkau manakah ayat Al-Quran paling agung?, Abu Mundzir berkata, aku menjawab: Allahu la ilaaha illa huwal qayyum. Abu Mundzir melanjutkan kisahnya: kemudian Rasulullah menepuk dadaku dan bersabda: Demi Allah, bergembiralah atas ilmu yang engkau peroleh, wahai Abu Mundzir". (HR. Muslim)

Hadits ini menjadi salah satu dasar akan keistimewaan ayat kursi. Bahkan dalam sejumlah keterangan disebutkan mengapa ayat kursi sangat istimewa? Sebab dalam ayat kursi menyebutkan sifat-sifat Allah dan keagungan-Nya.

Dalam hadits lain berdasarkan hadits riwayat Imam Nasai dalam Sunan al-Kubra dari Abu Umamah al-Bahiliy, Nabi Muhamamad menyebutkan keistimewaan bagi yang membaca Ayat Kursi: 

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

Artinya: "Barang siapa membaca ayat kursi setiap selesai sholat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian". (HR. Nasai)
 
Hadits ini mempertegas pemahaman bahwa siapa pun yang membiasakan membaca Ayat Kursi setelah sholat wajib (fardhu), maka ia mendapatkan surga. 

Tidak cukup di situ, keistimewaan lainnya, oleh Sayyid Muhammad Alawi al-Makki al-Maliki disebutkan dalam kitab Syawariq al-Anwar, mengutip hadits Sahih Bukhari Muslim dari jalur Abu Hurairah: "Barang siapa yang membaca ayat kursi ketika akan tidur maka ia akan dijaga Allah dari gangguan setan (seperti waswas dan gelisah, sulit tidur) sampai waktu shubuh."

Bila disimpulkan, maka pesan utama dari beberapa hadits dan penjelasan di atas adalah:

  1. Ayat Kursi adalah ayat teragung di dalam kitab Allah swt. Sebagaimana dalam kisah Nabi menepuk dada Abu Mundzir dengan kalimat اللّٰهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّمُ. Kemudian Rasulullah mendoakan Abu Mundzir agar diberi kemudahan ilmu. 
  2. Ayat Kursi merupakan ayat Al-Qur'an teragung sebab menyebutkan sifat-sifat Allah.
  3. Jika membaca Ayat Kursi dan dilanjutkan dengan membaca tiga ayat pertama surat Al-Mu'min pada pagi hari, maka Allah menjaga pembaca tersebut sampai sore. Jika dibaca pada sore hari, maka Allah menjaga pembaca tersebut sampai pagi. 
  4. Jika membaca ayat Kursi menjelang tidur, maka Allah akan menyertakan Malaikat penjaga bagi pembaca sehingga setan tidak dapat mendekatinya sampai pagi.

Oleh karena itu, sebaiknya umat Islam membiasakan untuk membaca ayat kursi setiap selesai sholat dan juga saat akan istirahat tidur.


Editor: Muhammad Faizin
logo