Cara Praktis Sholat Tarawih Kilat

Cara Praktis Sholat Tarawih Kilat

Arina.id - Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang hanya boleh dilakukan ketika bulan Ramadan. Ini menunjukkan bahwa sholat Tarawih memiliki waktu khusus, yaitu dilakukan pada malam hari Ramadan setelah melaksanakan sholat Isya’ dan diakhiri dengan witir.

Pada zaman Rasulullah, sholat Tarawih dikenal dengan qiyamu ramadan yang memiliki keistimewaan luar biasa dan tidak harus dilaksanakan secara berjamaah. Saat ini, sholat Tarawih umumnya dilakukan secara berjamaan di mushala, masjid, dan berbagai tempat.

Lebih banyaknya rakaat dari sholat sunnah lainnya, sholat Tarawih berjamaah ada yang dilakukan dengan cepat atau 'secara kilat'. Istilah ini bukanlah sesuatu yang asing di kalangan pesantren, sebut saja pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, pesantren Manbaul Hikam Mantenan Blitar, yang telah melakoni dan melestarikan sholat Tarawih kilat hingga puluhan tahun.

Perlu diketahui bahwa sholat Tarawih kilat sebenarnya adalah sholat sunah Tarawih berdurasi cepat disertai bacaan ringkas, dan memprioritaskan rukunnya saja. Sayang, praktik seperti ini kerap dipandang negatif oleh sebagian kalangan yang kurang paham tentang fiqih sholat.

Padahal sholat Tarawih kilat hukumnya sah selama rukun-rukunnya terpenuhi dan memahami aturan yang dijelaskan ulama madzhab. Buktinya para ulama terdahulu sering melaksanakan sholat berjumlah ratusan, bahkan ribuan rakaat hanya dalam satu malam. 

Imam Khatib Baghdadi berkata dalam Tarikh Baghdad dan Adzzahabi dalam Siyar A'lam Nubala:

قال أبو عبد الرحمن: سمعت جدي إسماعيل بن نجيد يقول: كان الجنيد يجيء كل يوم إلى السوق فيفتح باب حانوته فيدخله، ويسبل الستر ويصلي أربع مائة ركعة، ثم يرجع إلى بيته. اهـ

Artinya: "Abu Abdurrahman berkata, aku menndengar kakekku, Ismail bin Najid mengatakan: Junaid Al-Baghdadi setiap hari mendatangi pasar, lalu ia membuka pintu toko dan memasukinya. Kemudian dia menutupi tokonya dengan kain lalu sholat 400 rakaat di dalam toko, kemudian ia pulang ke rumah."

Berikut ini adalah cara praktis melaksanakan sholat Tarawih kilat sesuai aturan fikih:

1. Niat dan Takbir. Takbiratul Ihram dilakukan bersamaan dengan niat di dalam hati. Keduanya merupakan bagian dari rukun sholat. Biasanya penempatan niat itu dibarengkan saat pelafalan takbiratul ihram yakni, Allahu Akbar. 

Contoh niat sholat Tarawih dalam hati: Ushalli sunnatat Tarawihi rakataini (makmuman/ imaman) lillahi taala. Artinya: "Saya sholat sunah Tarawih dua rakaat (makmum/imam) karena Allah."

Sedangkan versi kilatnya: "Aku sengaja sholat Tarawih" atau "Aku sengaja sholat qiyam Ramadan."

2. Setelah takbir tidak perlu membaca ta'awudz dan doa Iftitah

3. Langsung membaca surat Al-Fatihah, sebab membaca surat al-Fatihah hukumnya wajib, tidak bisa ditinggalkan. 

4. Bila mampu, boleh saja membaca surat al-Fatihah dengan satu kali tarikan nafas atau washal seluruhnya selama tidak mengubah makna.

5. Membaca surat pendek atau ayat pendek misalnya membaca surat al-kautsar atau satu ayat seperti ayat pertama Yaasin, atau Qaaf.

6. Bagi makmum yang membaca surat  al-Fatihah bisa membacanya bersamaan dengan bacaan fatihah imam atau pada pertengahan bacaan fatihah imam.

7. Tuma'ninah saat ruku', i'tidal, sujud dan duduk di antara dua sujud. Thuma'niah adalah berhenti sejenak setelah bergerak, lamanya sekadar membaca tasbih (Subhanallah). Kira-kira satu detik atau tidak sampai satu detik.

8. Tidak perlu membaca tasbih dalam ruku', i'tidal, sujud dan duduk diantara dua sujud, karena hukumnya sunnah, sehingga bisa ditinggalkan. 

9. Membaca tasyahud versi ringkas. 

Sholat Tarawih dikerjakan dua rakaat dengan satu kali salam, artinya hanya ada satu tasyahud, yakni tasyahud akhir. Berikut ini bacaan tasyahud versi ringkas:

a. Riwayat Ibnu Mas'ud :

 التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباتُ، السَّلامُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبيُّ ورحمة الله وبركاته، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، أشهدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Attahiyyatu lillah, wasshalawatu wattayyibatu, assalamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullah wa barakatuhu, assalamu alaina wa ala ibadillahissalihin, asyhadu an la ilaaha illalLah, wa asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa rasuluhu.

b. Riwayat Ibnu 'Abbas : 

التَّحِيَّاتُ المُبارَكاتُ، الصَّلَواتُ الطَّيِّباتُ لِلَّهِ، السَّلامُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وبركاته، السلام علينا وعلى عِبادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أشهدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه، وأن مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ

Attahiyyatul mubarakatus shalawatut Tayibatu lilLah. assalamu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuhu, assalamu alaina wa ala ibadillahis salihin,  Asyhadu an la ilaha illlalLah wa anna Muhammadan Rasulullah.

c. Riwayat Abu Musa al-Asy'ari:

 التَّحِيَّاتُ الطَّيِّباتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ، السَّلامُ عَلَيْكَ أيُّهَا النبي ورحمة الله وبركاته، السلام علينا وعلى عِبادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أشهدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه وأنَّ محَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Attahiyyatut tayyibatus shalawatu liLlah, Assalamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wa barakatuhu. Assalamu alaina wa ala ibadillahis solihin, Asyhadu an la ilaha illalLah, wa anna Muhammadan Abduhu wa Rasuluhu.

Ketiga bacaan tasyahud ini dapat digunakan untuk keperluan sholat Tarawih kilat. Ketiganya shahih, namun menurut Imam Nawawi, merujuk pendapat Imam Syafii dan mayoritas ulama dalam kitab Muhadzab maupun kitab fikih Syafiiyah lain seperti Fathul Qarib Al-Mujib juz 1/78 bahwa bacaan tasyahud yang paling ringkas adalah:

التَّحِيَّاتُ لِلّهِ، سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وبَرَكَاتُه، سَلاَمٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ الله الصَّالِحِينَ؛ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Attahiyyatu lilLah salamun alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakatuhu, salamun alaina wa ala ibadillahis salihin, Asyhadu an la ilaha illalLah wa anna Muhammadan Rasulullah.

Sedangkan menurut Al-Ghazali dalam Al-Wasit juz 2/149:

التَّحِيَّات لله سَلام عَلَيْك أَيهَا النَّبِي وَرَحْمَة الله وَسَلام علينا وعَلى عباد الله الصَّالِحين أشهد أَن لَا إِلَه إِلَّا الله وَأشْهد أَن مُحَمَّدًا رَسُول الله

10. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad setelah tasyahud. Bacaan shalawatnya cukup Allahumma Shalli Ala Muhammad. Sesuai keterangan dari Fathul Qarib 78:

وأقل الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم  اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Artinya: "Shalawat kepada Nabi paling ringkas adalah Allahumma sholli ala Muhammad."

Jadi, bacaan tasyahud dan shalawat jika digabungkan ketika sholat Tarawih kilat adalah:

التَّحِيَّاتُ لِلّهِ، سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وبَرَكَاتُه، سَلاَمٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ الله الصَّالِحِينَ؛ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

11. Mengucapkan salam setelah sholat. Salam ini termasuk bagian dari rukun sholat. Bila ditinggalkan maka tidak sah sholat seseorang. Salam yang sempurna adalah Assalamu'alaikum wa Rahmatullah disertai menoleh ke arah kanan satu kali dan ke kiri satu kali.


Editor: Muhammad Faizin
logo