3 Amalan Sunnah di Bulan Maulid Menurut Syekh Abdul Hamid Kudus

3 Amalan Sunnah di Bulan Maulid Menurut Syekh Abdul Hamid Kudus

Bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pasalnya, pada bulan inilah Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang terakhir dan paling mulia, dilahirkan. Karena keistimewaan ini, bulan Rabiul Awal sering pula disebut sebagai bulan Maulid Nabi.

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam untuk memperingati dan menghormati sosok teladan yang membawa ajaran Islam yang penuh kedamaian dan rahmat.

Dalam menyambut bulan Rabiul Awal, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali dalam kitab Kanzun an-Najah wa al-Surur, halaman 30, menjelaskan beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan pada bulan Rabiul Awal. 

Simak penjelasan Syekh Abdul Hamid Kudus berikut ini:

اعلم أنه يطلب في هذا الشهر كثرة الصلاة والصيام على نبينا سيد الأنام صلى الله تعالى وسلم عليه وزاده شرفا وكرما لديه، لأن هذا الشهر العظيم قد ظهر فيه الخير العميم، وطلع فيه سعد السعود بإشراق طلعة نبينا السنية على الوجود، ففيه تذكار مولد سيد الكائنات، وأشرف أهل الأرض والسموات، وقُرة أعيننا، وشفيعنا عند ربنا، خلاصة معدّ، سيدنا ومولانا محمد، صلى الله تعالى وسلم عليه وعلى آله وصحبه وكل مُنتمٍ إليه، واجتماعُ الموحِّدين لسماع قصة مولده الشريف، واغتنام بركاته وفضله المنيف، وتلاوة الصلاة والتسليم، على صاحب الخلق العظيم، ولا زال أهل الإسلام يحتفلون بشهر مولده عليه الصلاة والسلام، ويعملون الولائم ويتصدقون لياليه بأنواع الصدقات، ويظهرون السرور به، ويزيدون في المبرات، ويعتنون بقصة مولده الكريم، ويظهر عليهم من بركاته كل فضل عميم. 

Artinya: “Ketahuilah bahwa di bulan ini sangat dianjurkan untuk memperbanyak shalawat dan berpuasa sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi kita, sebaik-baik manusia, Nabi Muhammad SAW. Allah SWT telah memuliakan dan mengutamakannya.

Ini karena di bulan yang agung ini telah muncul kebaikan yang begitu luas dan keberuntungan yang besar dengan bersinarnya cahaya Nabi kita yang mulia di dunia. Di bulan ini kita memperingati kelahiran junjungan seluruh makhluk, manusia paling mulia di langit dan bumi, penyejuk hati kita, dan syafaat kita di sisi Allah, yaitu Nabi Muhammad beserta keluarganya, sahabatnya, dan semua orang yang meneladani beliau.

Pada bulan ini, umat Islam berkumpul untuk mendengarkan kisah kelahiran beliau yang mulia, meraih berkah dan kemuliaan yang melimpah, serta mengucapkan shalawat dan salam kepada pemilik akhlak yang agung. Umat Islam terus merayakan bulan kelahiran beliau, mengadakan kenduri, bersedekah di malam-malamnya dengan berbagai jenis sedekah, menunjukkan kegembiraan, meningkatkan amal kebaikan, memperhatikan kisah kelahiran beliau yang mulia, dan merasakan berbagai keberkahan yang melimpah darinya.”

1. Bershalawat

Pertama, amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Rabiul Awal adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat merupakan doa yang berisi pujian dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: 

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا 

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Lebih lanjut, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dijelaskan bahwa setiap kali kita mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT akan memberikan pahala yang sangat besar. Pahala tersebut meliputi penghapusan sepuluh dosa, peningkatan pahala sepuluh derajat, bahkan Allah menambah sepuluh kebaikan lainnya. Nabi bersabda:

مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً صلَّى اللَّهُ عليهِ عشرَ صلَواتٍ ، وحُطَّت عنهُ عشرُ خطيئاتٍ ، ورُفِعَت لَهُ عشرُ درجاتٍ

Artinya: “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali kebaikan, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan diangkat baginya sepuluh derajat.” (HR Imam Ahmad).

Pada hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW mengajarkan kita keutamaan mengucapkan shalawat, yakni Allah SWT akan memberikan rahmat yang berlimpah. Pahala yang didapatkan pun sangat besar, yaitu dua kali lipat dari rahmat yang biasanya Allah berikan. Nabi bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ مَرَّاتٍ 

Artinya: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali”. (HR. Muslim)

2. Berpuasa

Kedua, berpuasa di bulan Rabiul Awal. Sejatinya, tidak ada larangan bagi umat Islam untuk berpuasa di bulan kelahiran Nabi ini. Bahkan, Rasulullah sendiri sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari Senin, hari Rasulullah dilahirkan ke dunia. 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa beliau sering berpuasa pada hari Senin. Hal ini dikarenakan hari Senin adalah hari kelahiran Rasulullah, diutusnya sebagai Nabi, serta menerima wahyu pertama kali di Goa Hira.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ 

Artinya: “Nabi SAW ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab; Itu adalah hari aku dilahirkan, pada hari itu aku diutus dan pada hari itu aku mendapatkan wahyu.”

Sementara itu dalam kitab Shahih Ibnu Khuzaimah, jilid II, halaman 1017, Abdullah bin Amr menceritakan bahwa ia pernah mendatangi Rasulullah untuk menanyakan tentang puasa. Dalam percakapan tersebut, Rasulullah memberikan nasihat agar Abdullah bin Amr berpuasa satu hari dalam setiap bulan.

Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa dengan menjalankan puasa tersebut, Abdullah bin Amr akan mendapatkan pahala. Pahala yang dimaksud akan terus diberikan untuk hari-hari yang tersisa dalam bulan tersebut, meskipun hanya berpuasa satu hari. Nabi bersabda:

حدثنا عبد الوارث بن عبد الصمد العنبري ، حدثني أبي ، حدثنا شعبة ، عن زياد بن فياض ، عن أبي عياض ، عن عبد الله بن عمرو قال : أتيت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - فسألته عن الصوم ، فقال : “ صم يوما من الشهر ، ولك أجر ما بقي 

Artinya: “Abdul Warits bin Abdul Shamad Al-Anbari telah menceritakan kepada kami, ayahku telah menceritakan kepadaku, Syu'bah telah menceritakan kepada kami, dari Ziyad bin Fiyadh, dari Abu 'Iyadh, dari Abdullah bin Amr yang berkata: Aku datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya kepadanya tentang puasa. Maka beliau bersabda: 'Berpuasalah satu hari dalam sebulan, dan bagimu pahala selama yang tersisa.'“

3. Merayakan Maulid

Ketiga, amalan sunnah di bulan Rabiul Awal adalah melaksanakan maulid Nabi. Syekh Abdul Hami Kudus menjelaskan bahwa amalan sunnah di bulan Rabiul Awal adalah dengan melaksanakan perayaan Maulid Nabi. Perayaan ini merupakan sesuatu yang baik dan termasuk dalam kategori bid'ah hasanah, yaitu bid'ah yang baik.

Hal ini sesuai dengan pandangan Imam Abu Syamah, guru Imam Nawawi, yang menilai bahwa mengadakan perayaan Maulid Nabi setiap tahun pada hari kelahirannya merupakan salah satu amalan terbaik yang ada di zaman ini.

Menurut Imam Abu Syamah, kegiatan perayaan Maulid Nabi seperti memberikan sedekah, melakukan berbagai kebaikan, dan merayakan dengan penuh kegembiraan, memiliki banyak manfaat. Selain membantu orang-orang miskin, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata dari cinta dan penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW yang tumbuh di dalam hati orang-orang yang melakukannya.

Perayaan Maulid Nabi juga menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang besar, yaitu dengan diutusnya Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dengan demikian, perayaan ini tidak hanya menunjukkan kecintaan kepada Nabi, tetapi juga memperkuat rasa syukur kepada Allah atas kehadiran Rasulullah di atas dunia ini.

ثم إن عمل المولد واجتماع الناس له كذلك مستحسن، فهو بدعة حسنة. قال الإمام أبو شامة شيخ النووي: ومن أحسن ما ابتُدع في زماننا ما يفعل كل عام في اليوم الموافق ليوم مولده صلى الله تعالى عليه وسلم من الصدقات والمعروف، وإظهار الزينة والسرور، فإن ذلك مع ما فيه من الإحسان للفقراء مُشعِرٌ بمحبة النبي - صلى الله عليه وسلم -، وتعظيمه في قلب فاعل ذلك، وشكر الله تعالى على ما منّ به من إيجاد رسوله صلى الله تعالى عليه وسلم، الذي أرسله رحمةً للعالمين

Artinya: "Kemudian, mengadakan perayaan Maulid Nabi dan berkumpulnya orang-orang untuk tujuan ini juga dianggap sebagai sesuatu yang baik, karena termasuk bid'ah hasanah (bid'ah yang baik). Imam Abu Syamah, guru Imam Nawawi, berkata: “Di antara hal terbaik yang diadakan pada zaman kita adalah apa yang dilakukan setiap tahun pada hari yang sesuai dengan hari kelahiran Nabi Muhammad, seperti memberi sedekah, melakukan kebaikan, menampilkan hiasan dan kegembiraan. Karena hal tersebut, selain mengandung kebaikan bagi orang-orang miskin, juga menunjukkan cinta kepada Nabi SAW, mengagungkan beliau di dalam hati orang yang melakukannya, dan bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya yang telah mengutus Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (Kanzun an-Najah wa al-Surur, halaman 31).

Demikian tiga amalan sunnah yang bisa kita kerjakan selama bulan Maulid ini. Semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah dan ummat Nabi Muhammad yang mendapatkan syafaat beliau kelak di akhirat. Amin.


Editor: Muhammad Faizin
logo