Perplexity merupakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berupa mesin pencarian yang dioperasikan seperti chatbot. Ketika pengguna memasukkan pertanyaan ke dalam kolom yang tersedia, AI ini akan memberikan jawabannya. Hebatnya lagi, Perplexity tidak hanya sekadar menyajikan jawaban sesuai instruksi yang diberikan, tetapi juga mencantumkan sumber dari mana jawaban tersebut berasal.
Serupa tapi tak sama, Perplexity merupakan kecerdasan buatan yang mirip dengan ChatGPT. Sebab, keduanya sama-sama menggunakan model bahasa Generative Pre-Training Transformer (GPT). Namun dalam hal ini ChatGPT lebih unggul daripada Preplexity karena ChatGPT menggunakan GPT 4, sementara Perplexity menggunakan GPT 3.5.
Kesamaan lainnya yang dimiliki Preplexity dengan ChatGPT adalah bekerja dengan algoritma berbasis Natural Language Processing (NLP). NLP memungkinkan Perplexity memahami bahasa yang digunakan oleh manusia, sebagaimana ChatGPT bekerja. Dengan demikian, jawaban yang disajikan Perplexity relevan dan akurat dengan yang diinginkan oleh pengguna. Tidak hanya itu, AI ini juga dirancang untuk mencari web secara real-time dan menyajikan informasi terkini terkait berbagai macam topik.
Sejatinya, Perplexity hadir lebih dulu daripada ChatGPT, yakni pada bulan Agustus 2022, sementara ChatGPT rilis pada November 2022. Akan tetapi, ChatGPT lebih dikenal oleh masyarakat dibanding Perplexity. Walau demikian, kecerdasan Perplexity dinilai sebanding dengan kecerdasan ChatGPT. Hal ini dikarenakan Perplexity mampu menjawab pertanyaan lanjutan yang masih berkaitan dengan pertanyaan yang sebelumnya diajukan.
Fitur yang Dimiliki Perplexity
Selain bekerja sebagai mesin pencarian, Perplexity juga memiliki sejumlah fitur lainnya yang dapat digunakan oleh para pengguna, di antaranya:
• Menyunting pertanyaan
• Melakukan riset
• Menyajikan threads
• Mengkurasi sumber
• Akses ke file dengan format PDF
• Tidak berbayar atau gratis
• Dapat dijadikan sebagai Chrome Extension.
Cara Menggunakan Perplexity
Perplexity dapat digunakan melalui aplikasi Perplexity dengan cara mengunduhnya di App Store. Sayangnya, Perplexity belum tersedia di Play Store. Namun Anda dapat menggunakannya melalui laman Perplexity, berikut caranya:
• Kunjungi www.perplexity.ai
• Masukkan pertanyaan ke dalam kolom yang tersedia
• Setelah itu, klik enter atau tanda panah yang berada di sebelah kanan
• Tinjau kembali jawaban dan sumber yang disajikan
• Masukkan pertanyaan lain dengan menu “Ask a follow up”
Latar Belakang Terciptanya Perplexity
Perplexity dibuat oleh beberapa kreator yang dulunya sempat terlibat dengan perusahaan besar di bidang teknologi, seperti Google dan OpenAI. Beberapa kreator tersebut di antaranya Aravind Srivinas, Denis Yarats, Johnny Ho, dan Andy Konwinsky. Keempatnya bertemu di Google AI, dan mereka semua berperan dalam pengembangan model bahasa.
Lantaran frustrasi dengan minimnya cara yang baik untuk mengakses dan menggunakan pengetahuan yang terdapat dalam model ini, mereka pun memutuskan untuk membangun perusahaan mereka sendiri guna mengatasi masalah tersebut. Perusahaan tersebut berbasis di San Fransisco Bay Area. Adapun modalnya didanai oleh beberapa perusahaan modal ventura.
Alasan mereka memilih nama Perplexity adalah karena nama tersebut mencerminkan tujuan utama perusahaan, yaitu menyajikan jawaban yang informatif dan akurat atas pertanyaan yang diajukan pengguna, walaupun pertanyaan tersebut rumit. Dan misi perusahaan tersebut adalah untuk "mendemonstrasikan akses terhadap pengetahuan" dengan mempermudah siapa pun yang ingin mempelajari serta mengeksplorasi hal-hal baru.
Meskipun masih berada di tahap awal, Perplexity telah mengalami kemajuan yang signifikan. Perusahaan ini mampu mengembangkan mesin pencarian yang canggih dengan kemampuan memahami pertanyaan yang diajukan dan menyajikan jawaban yang relevan dari berbagai sumber. Tidak hanya itu, sejumlah fitur lainnya juga sedang dikembangkan, seperti membuat tabel, menghasilkan kode, dan memecahkan soal matematika.
Perplexity vs ChatGPT
• Fungsi utama
Perplexity adalah gabungan model bahasa dengan mesin pencarian yang memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi dengan mengajukan pertanyaan. AI ini merupakan metrik yang digunakan untuk mengevaluasi model bahasa.
Sedangkan ChatGPT adalah model bahasa yang menggunakan deep learning agar dapat menyajikan teks yang serupa dengan yang digunakan manusia. Model machine learning yang komplek dalam ChatGPT memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam melakukan tugas Natural Language Generation (NLG)
• Akses ke internet
Perplexity dapat terhubung ke internet secara gratis, sementara versi tidak berbayar ChatGPT tidak dapat terhubung ke internet.
• Up-to-date
Perplexity menyajikan informasi dengan data terkini, yakni hingga akhir tahun 2022, sementara ChatGPT hanya memiliki data hingga tahun 2021.
• Kecepatan
Walaupun masih menggunakan GPT 3.5, Perplexity memiliki kecepatan memproses informasi Perplexity lebih unggul daripada ChatGPT dengan model bahasa GPT 4 karena memiliki kapasitas yang lebih kecil.
• Ketersediaan
Perplexity baru tersedia di laman resmi Perplexity, sementara ChatGPT sudah tersedia di Play Store dan App Store.
Editor: Muhammad Faizin
