Bisfenol A disingkat BPA, merupakan bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik polikarbonat serta resin epoksi. Selama puluhan tahun turunan BPA sudah digunakan dalam batas tertentu sebagai bahan tambahan dalam pembuatan plastik dan polivinil klorida (PVC).
Bahan plastik polikarbonat dan resin epoksi sering digunakan dalam pembuatan botol plastik, galon minuman, tempat makanan, pelapis makanan, tutup botol, hingga pipa saluran air.
Dikutip dari Healthline, pengguna aneka macam produk perangkat tersebut mesti sangat berhati-hati. Pasalnya BPA dapat ikut larut ke dalam makanan atau minuman yang dikemas menggunakan wadah berbahan BPA. Kemudian dapat menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan jika ikut dikonsumsi.
Terkena paparan BPA dengan konsentrasi tinggi sangat berbahaya bagi kesehatan. Zat ini dapat meniru kinerja hormon estrogen dan tiroid.
Zat ini kemudian bisa mengikat reseptor estrogen dan tiroid, lalu mempengaruhi proses perbaikan sel, perkembangan janin, metabolisme tubuh, hingga tingkat reproduksi. Berikut sejumlah potensi bahaya BPA bagi kesehatan:
- Mempengaruhi tingkat kesuburan pria dan wanita
- Meningkatkan resiko diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung.
- Meningkatkan resiko kelainan bawaan dan gangguan prkembangan otak pada anak.
- Meningkatkan resiko kanker prostat, usus besar, ovarium, dan payudara.
Dikutip dari Kompas, dr. Reza Pahlevi, Sp.A turut menggarisbawahi risiko BPA bagi kesehatan, terutama efek terhadap sistem hormonal.
Oleh karenanya Reza Pahlevi memberikan sejumlah tips dan cara memilih produk rumah tangga agar terhindar dari bahaya BPA. Berikut cara mengidentifikasi produk yang bebas dari kandungan BPA:
Perhatikan Label
Saat ini pemerintah Indonesia sudah mencantumkan standar berupa kode-kode untuk peralatan yang terbuat dari plastik.
Kode tersebut berupa segitiga dengan angka di tengahnya, yakni kode 1, 2, 3, sampai 7. “Produk yang aman digunakan memiliki kode dengan 1, 2, 4, dan 5, yang tidak mengandung BPA,” jelas Reza Pahlevi.
Mengetahui Tekstur
Cara berikutnya untuk mengidentifikasi tingkat BPA pada produk plastik adalah dengan meraba dan merasakan tekstur bahan plastik yang digunakan.
“Plastik sifatnya lembut, sehingga menambahkan BPA dapat memperkeras struktur dan menjernihkan warnanya,” terangnya.
Produk plastik yang tidak mengandung atau rendah BPA biasanya bersifat tidak terlalu keras, jika dibandingkan produk dengan kandungan BPA tinggi. Mengidentifikasi tekstur plastik dapat dilakukan sebagai alternatif jika tidak tertera kode BPA.
Editor: A. Sentosa
