Simple Life: Menjalani Hidup tanpa Kerumitan

Simple Life: Menjalani Hidup tanpa Kerumitan

Pada sebuah kesempatan, penyiar kenamaan Ronald Surapradja menyampaikan pendapatnya perihal gengsi. Menurutnya, hidup itu sederhana dan tidak mahal, yang membuat mahal adalah gengsi. Anggota Prediksi pimpinan Andre Taulani ini juga mengatakan, seseorang memiliki hidup yang sulit dan rumit apabila terus mengandalkan gengsi.

"Saya kasih tahu, gengsi enggak akan bikin kamu jadi kaya. Tapi kalau kamu kaya, kamu akan jadi bergengsi," katanya.

Tidak sedikit orang membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan hanya untuk menunjukkan bukti-bukti kesuksesan dan kekayaan. Pendapatan yang sejatinya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup terasa sangat kurang sebab gengsi telah dijadikan sebagai bagian dari “kebutuhan”.

Rasa ingin lebih unggul dan tidak mau kalah dari orang lain acap kali membuat diri melakukan hal di luar batas kemampuan. Tidak sadar bahwa diri terhanyut dalam arus kehidupan yang “salah” sehingga perlu bersusah payah menyesuaikan diri dengan orang lain. Sudah seharusnya pemikiran sibuk berarti sukses, dan branded berarti kaya, dihapuskan.

Pernahkah Anda berpikir bahwa mungkin hidup sejatinya sangat sederhana, hanya saja Anda telah tersesat dalam kehidupan yang “salah” dan terjebak di dalamnya?

Gaya hidup sederhana (simple life) dipercaya sebagai pola hidup yang dapat membawa pada kedamaian, kebahagiaan, dan keseimbangan dalam kehidupan yang semakin kompleks. Milburn & Nicodemus (2016), mendefiniskan gaya hidup sederhana sebagai alat untuk menghilangkan kelebihan dalam hidup, fokus pada hal-hal penting, serta menemukan kebahagiaan, kepuasan, dan kebebasan.

Simple life bukan gaya hidup yang menuntut Anda untuk berpuasa sesering mungkin, hanya memiliki satu atau dua buah pakaian, tidak mengakses informasi melalui jejaring internet, atau mengutamakan jalan kaki untuk pergi ke mana saja. Bukan, bukan itu. Simple life mengutamakan nilai-nilai esensial dan menghindari kelebihan konsumsi. Hidup sederhana melibatkan pemusatan pada hal-hal yang penting secara emosional dan spiritual, daripada terjebak dalam keinginan materi dan status sosial. Ini melibatkan kesadaran diri, penolakan terhadap konsumsi berlebihan, dan penekanan pada hal- hal yang memberikan makna sejati. Hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kemiskinan atau menghindari kemajuan, tetapi lebih pada kesadaran untuk menyederhanakan kehidupan dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

Kebahagiaan dalam hidup sederhana menyoroti pentingnya keterkaitan antara hidup sederhana dan kebahagiaan. Dalam kehidupan yang serba sibuk dan tergoda oleh konsumsi berlebihan, kita seringkali kehilangan fokus pada kebahagiaan sejati. Hidup sederhana mengajarkan kita untuk menghargai momen-momen kecil, bersyukur, dan memprioritaskan hubungan sosial yang bermakna, yang pada akhirnya membantu kita mencapai kebahagiaan yang lebih abadi.

Dalam menerapkan prinsip simple life, rasa syukur juga perlu diutamakan. Sebab, termakan ego dan mengedepankan gengsi bukan merupakan wujud dari rasa syukur. Ketika gengsi masih diutamakan, rasa tidak pernah puas akan selalu menemani, dan rasa syukur tidak akan pernah menunjukkan batang hidungnya.

Cara Menerapkan Prinsip Simple Life

Menerapkan gaya hidup sederhana membuat seseorang lebih bahagia dan bersyukur atas hidup yang dimiliki. Sebab, dengan rasa syukur dan berkecukupan, hal-hal kecil terlihat begitu berarti daripada materi. Menghabiskan waktu di rumah dengan orang terkasih serta mengenakan pakaian yang nyaman meski dengan harga murah tidak menandakan seseorang sedang berkekurangan.

Menurut Tial Par (Materialism to Minimalism: 2021), gaya hidup sederhana (atau minimalisme) adalah reaksi terhadap materialisme. Minimalisme merupakan upaya untuk menyederhanakan hidup dengan cara meminimalisir perilaku konsumtif. Tidak terbatas pada barang-barang, prinsip minimalis juga meliputi fashion dan penggunaan gawai.

Pada umumnya manusia memiliki sifat dasar menambah, mengumpulkan, memperbarui, dan membangun. Minimalisme hadir untuk melawan sifat-sifat tersebut dengan cara meminimalisir hal-hal yang dianggap berlebihan dan kurang bermanfaat. 

Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk memulai gaya hidup sederhana:

  • Membatasi penggunaan ponsel untuk berselancar di media sosial
  • Hanya pergi berbelanja seminggu sekali
  • Menyumbangkan pakaian-pakaian yang sudah tidak terpakai
  • Lebih banyak menghabiskan waktu di rumah
  • Memasak makanan yang sederhana atau tidak boros ketika makan di luar
  • Keluar dari lingkaran pertemanan yang tidak sehat
  • Mulai bersyukur dengan hal-hal kecil, seperti bersyukur karena dapat menghirup udara segar di pagi hari


Kebiasaan yang Bertentangan dengan Prinsip Simple Life

Shopaholic
Shopaholic adalah hal normal ketika sesekali membeli barang kesukaan yang mahal. Namun, jika perilaku pembelian berubah dari impulsif menjadi kompulsif, maka perilaku tersebut merupakan tanda bahwa seseorang mengidap kecanduan berbelanja atau shopaholic.

Dalam Oxford Expans, shopaholic adalah seseorang yang tidak mampu menahan diri untuk berbelanja sehingga akan menyebabkan boros uang dan boros waktu. Walaupun barang yang dibeli tidak ia butuhkan, seorang shopaholic akan tetap membeli barang-barang tersebut atas dasar lifestyle atau memenuhi gengsi. Perilaku ini termasuk dalam gangguan mental sebab menimbulkan ketergantungan yang berlebihan dan berlangsung sangat lama (kronis).

Shopaholic erat kaitannya dengan perilaku konsumtif (materialisme) sehingga sangat bertentangan dengan gaya hidup sederhana (minimalisme). Berbelanja secara besar-besaran tanpa pikir panjang apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak, akan membawa shopaholic pada gangguan mental yang lebih berat, yakni hoarding disorder atau kesulitan membuang atau berpisah dengan benda-benda yang dimiliki karena rasa ingin menyelamatkannya.

Dalam konteks ini, prinsip simple life hadir menawarkan gaya hidup yang berlawanan dengan gaya hidup konsumtif. Selain dapat meminimalisir kecanduan berbelanja, menerapkan gaya hidup sederhana juga dapat menumbuhkan rasa lebih menghargai atas barang-barang yang sudah dimiliki. Dengan demikian, uang dan waktu yang semula digunakan untuk memenuhi kebutuhan ego dan gengsi dapat dialokasikan kepada hal-hal yang lebih bermanfaat.

Menjadikan gaya hidup orang lain sebagai tolok ukur kebahagiaan
Mengukur kebahagiaan diri sendiri dengan kebahagiaan orang lain akan menimbulkan rasa tidak pernah puas. Sebab, setiap orang memiliki jalan hidup dan cara masing-masing untuk mencapai kebahagiaan. Dengan demikian, mengejar agar memiliki kebahagiaan yang sama dengan orang lain justru tidak akan pernah membuat bahagia diri sendiri.

Setiap orang memiliki kapasitas serta situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, menjadikan kebahagiaan orang lain sebagai standar kebahagiaan diri sendiri hanya akan membuat hidup menjadi lebih terpuruk. Perasaan linglung, tertekan, dan tidak tenang akan terus menghampiri karena kebahagiaan yang diperoleh adalah kebahagiaan orang lain dan bukan kebahagiaan diri sendiri.

Sejatinya, rasa syukur atas segala yang dimiliki merupakan bibit dari kebahagiaan itu sendiri. Prinsip simple life mengajarkan banyak hal yang membuat hidup jadi lebih bermakna, salah satunya mensyukuri segala sesuatu yang dimiliki. Dengan bersyukur, kebahagiaan akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dicari.


Editor: Muhammad Zunus
logo