Obat Herbal yang Ampuh Atasi Asam Lambung, Berikut Cara Mengolahnya

Obat Herbal yang Ampuh Atasi Asam Lambung, Berikut Cara Mengolahnya

Penyakit asam lambung menyebabkan seseorang merasakan sensasi seperti terbakar di dalam dada (heartburn). Hal ini dikarenakan asam lambung membakar lapisan kerongkongan yang berada tepat di depan jantung.

Arina.id  ~ Lambung manusia menghasilkan sebuah cairan yang disebut dengan asam klorida (HCl) yang berfungsi memecah dan mencerna makanan. Kendati rasanya asam, manusia tidak akan bisa merasakan rasa tersebut karena lambung memiliki mukosa, yakni selaput lendir yang melindungi lapisan lambung dari cairan asam. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi para penderita penyakit asam lambung.

Penyakit asam lambung adalah kondisi ketika asam yang berada di dalam lambung naik hingga ke kerongkongan (esofagus). Para penderita asam lambung akan merasa mulut mereka asam dan merasakan sensasi terbakar di dalam dada (heartburn). Dikutip dari buku berjudul 30 Hari Sembuhkan Gerd & Asam Lambung, kerongkongan tidak memiliki mukosa layaknya lambung. Sehingga, asam yang naik ke kerongkongan membakar lapisan kerongkongan yang terletak tepat di depan jantung.

Dalam banyak kasus, penyebab dari kondisi tersebut adalah melemahnya tekanan sfingter esofagus bagian bawah, atau yang disebut dengan otot LES (Lower Esophageal Sphincter). Setelah menelan sesuatu, normalnya otot LES akan berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan. Namun, tekanan otot LES yang melemah justru bekerja sebaliknya, yakni tetap terbuka dan membiarkan asam lambung naik kembali (refluks) ke kerongkongan. Kondisi ini disebut juga dengan refluks asam (acid reflux).

Gejala Asam Lambung

Penyakit asam lambung juga dikenal dengan gerd (Gastroesophageal Reflux). Akan tetapi, gerd adalah penyakit asam lambung dengan kondisi lebih parah. Dikutip dari Kementerian Kesehatan, gejala dari gangguan asam lambung ini adalah:

1. Heartburn

2. Mual

3. Rasa asam atau pahit di mulut

4. Karies pada gigi

5. Regurgitasi (makanan naik kembali ke mulut setelah masuk ke kerongkongan)

6. Batuk kronis

7. Sakit tenggorokan dan suara serak

8. Bau mulut

Penyebab Asam Lambung 

Penyakit asam lambung dapat dialami oleh siapa pun. Namun pola hidup yang tidak sehat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi tersebut. Adapun beberapa penyebab penyakit asam lambung, di antaranya:

1. Kehamilan

2. Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak

3. Efek samping obat tertentu

4. Berat badan berlebih

5. Mengidap gangguan jaringan ikat

6. Merupakan perokok aktif atau perokok pasif

7. Makan tidak teratur

Obat Herbal Asam Lambung

Untuk mengatasi asam lambung, biasanya dokter akan memberikan antasida. Namun, jika penderita enggan mengonsumsi obat-obatan kimia, atau ingin mencoba pengobatan alternatif, berikut telah Arina.id rangkum dari berbagai sumber beberapa obat herbal yang ampuh atasi asam lambung.

Jahe

Jahe adalah tanaman herbal yang kaya akan manfaat. Tanaman ini dapat mengobati beragam penyakit, mulai dari yang ringan, seperti mulas hingga yang berat, seperti gula darah. Jahe juga bisa digunakan untuk mengatasi asam lambung. Sebab, di dalamnya terdapat senyawa yang mampu mengurangi kemungkinan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Disebutkan dalam buku berjudul Obat Herbal Asam Lambung karya Ali Hanafi, beberapa manfaat jahe bagi penderita asam lambung di antaranya:

1. Menghambat produksi asam lambung.

Hal ini dikarenakan jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone. Senyawa-senyawa tersebut bekerja menghambat aktivitas enzim yang berfungsi memproduksi asam lambung.

2. Menghambat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Jahe dapat mencegah naiknya asam lambung. Sebab, mengonsumsi jahe mampu membuat otot-otot dinding lambung menjadi lebih rileks.

3. Melancarkan pencernaan.

Jahe dapat meningkatkan produksi enzim pencernaan pada penderita asam lambung dan membantu mencerna makanan. Manfaat ini mampu mencegah terjadinya penumpukan makanan di lambung yang merupakan salah satu faktor pemicu asam lambung.

4. Mencegah peradangan.

Peradangan di lambung dapat menyebabkan iritasi dan peningkatan produksi asam lambung. Sifat anti inflamasi yang terdapat dalam jahe mampu membantu meredakan peradangan di tersebut.

5. Meminimalisir kemungkinan terkena esofagitis.

Mengonsumsi jahe dapat membantu menurunkan risiko terkena peradangan esofagus (esofagitis) akibat refluks asam.

Berikut beberapa cara mengolah jahe:

  1. Air jahe: Olahan ini adalah yang paling praktis dilakukan di rumah. Jahe hanya perlu direbus selama 10-15 menit, kemudian airnya diminum.
  2. Jahe parut: Sesuai namanya, jahe dalam olahan ini perlu diparut terlebih dahulu baru dikonsumsi dengan mencampurkannya ke dalam makanan atau minuman seperti teh
  3. Suplemen jahe: Suplemen jahe dijual bebas sehingga dapat dibeli dari apotek atau toko obat terdekat.

Sebagai catatan, walaupun jahe kaya akan manfaat, penderita asam lambung tidak disarankan mengonsumsinya secara berlebihan karena dapat menyebabkan efek samping seperti, mual, muntah, dan diare. Dosis yang dianjurkan adalah sebanyak 2-4 gram. Khusus olahan suplemen jahe, penderita perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya. Selain itu, penderita juga perlu mengonsultasikan perihal konsumsi jahe jika memiliki kondisi medis tertentu.

Daun Pepaya

Buah pepaya merupakan salah satu obat alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk membantu meringankan masalah pencernaan seperti sembelit dan sindrom iritasi usus besar. Sementara daunnya dapat digunakan untuk mengobati penyakit asam lambung dan sakit maag. Enzim papain yang terkandung dalam buah dan daun pepaya mampu membantu pencernaan dan mengurangi sensasi heartburn.

Beberapa cara terbaik untuk mendapatkan manfaat daun pepaya adalah dengan mengolahnya menjadi teh atau jus daun pepaya. Berikut cara teh daun pepaya yang dapat dicoba di rumah:

1. Rebus daun pepaya yang segar dan kering

2. Jangan tutup panci dan tunggu sampai airnya berkurang setengahnya.

3. Saring, dan teh daun pepaya siap dinikmati

Adapun cara membuat jus daun pepaya sebagai berikut:

1. Masukkan daun pepaya ke dalam blender

2. Tambahkan air dingin sesuai selera

3. Blender, setelah itu jus pepaya akan berwarna hijau tua dan sudah dapat diminum.

Sebagai catatan, jus pepaya memiliki rasa yang sangat pahit. Untuk mengurangi rasa pahit tersebut, daun pepaya bisa diblender bersama dengan daging buahnya.

Pisang

Pisang adalah salah satu buah yang baik dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Buah ini memiliki sifat basa dengan pH sekitar 4,5-5,2, sementara asam lambung bersifat asam dengan pH sekitar 2. Dengan sifat basanya, pisang mampu menetralisir asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Buah pisang juga kaya akan serat sehingga dapat menyerap asam lambung dan melancarkan saluran pencernaan. Selain itu. kandungan kalium yang termuat dalam pisang juga dapat meningkatkan produksi lendir di lambung. Adapun fungsi lendir tersebut adalah melindungi lapisan lambung dari asam lambung.

Tidak ada resep atau cara khusus mengolah pisang. Untuk mendapatkan manfaat dari buah tersebut, penderita asam lambung hanya perlu mengonsumsi pisang yang matang dengan porsi yang cukup dan secara teratur.

Pepermin

Berbeda dari obat-obatan herbal lainnya, penggunaan pepermin sebagai obat asam lambung bukan diminum atau dimakan, melainkan dijadikan sebagai minyak esensial. Sebab, efek relaksasi teh pepermin dapat memperburuk penyakit asam lambung.

Sementara itu, menghirup aroma pepermin melalui diffuser mampu membantu meredakan asam lambung, mual, dan sakit perut. Penderita asam lambung juga bisa mengoleskan minyak pepermin pada perut, punggung, dan dada untuk meminimalisir rasa tidak nyaman akibat asam lambung dan mulas.

Sebagai catatan, minyak pepermin memiliki konsentrasi tinggi. Oleh karena itu, penggunaannya harus dibarengi dengan minyak esensial lainnya seperti jojoba atau kelapa. Penderita asam lambung juga tidak disarankan menggunakan minyak esensial pepermin ketika tengah mengonsumsi antasida. 


Editor: Muhammad Zunus
logo