Jakarta, Arina.id—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar apel Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (22/10/2026).
Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, apel di Tebuireng akan diikuti seluruh pengurus wilayah dan cabang NU secara daring.
"Untuk Hari Santri tanggal 22 Oktober, akan dipusatkan di Tebuireng Jombang. Di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang akan ada apel Hari Santri itu, yang insyaallah akan diikuti oleh seluruh pengurus wilayah dan cabang lewat online,” kata Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Gus Ipul menjelaskan pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengingat kembali sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama.
“Ini adalah ajakan untuk mengingat sejarah, khususnya sejarah para ulama dalam rangka turut memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Selain peringatan Hari Santri, PBNU juga telah menyusun agenda lanjutan setelah rapat perdana kepengurusan masa khidmah 2026–2031. Pada Jumat (23/10/2026), PBNU akan menggelar rapat koordinasi perdana di Jakarta.
Selanjutnya, pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031 dijadwalkan pada Sabtu (24/10/2026) pagi di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur.
Gus Ipul mengatakan, persiapan seluruh rangkaian kegiatan tersebut tengah dilakukan agar dapat berjalan lancar.
Ia menegaskan, peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk meneruskan semangat perjuangan para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Bagaimana perjuangan para ulama, kiai-kiai kita dulu untuk bisa mempertahankan kemerdekaan itu luar biasa, banyak yang dikorbankan. Untuk itu, sebagai santri, sebagai warga NU, kita harus teruskan apa yang sudah menjadi warisan dan juga ajaran para ulama kita,” katanya.
Editor:


