BP Haji dan Saudi Bahas Kesiapan Haji 2026: Pengelolaan Data dan Kondisi Kesehataan Jemaah

BP Haji dan Saudi Bahas Kesiapan Haji 2026: Pengelolaan Data dan Kondisi Kesehataan Jemaah

Jeddah, Arina.id — Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia (BP Haji RI), Mochammad Irfan Yusuf (Gus Yusuf) menggelar pertemuan resmi dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Hassan Bin Yahya Al Manakrah, Selasa (10/6) di Jeddah. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari agenda strategis setelah penutupan resmi musim Haji 2025 dan penyampaian dokumen preliminary arrangements kepada negara-negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Hassan menyampaikan harapan besar kepada BP Haji agar dapat mempersiapkan penyelenggaraan haji 2026 secara lebih dini dan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memedomani dokumen pengaturan awal yang telah diserahkan beberapa hari sebelumnya oleh Menteri Haji dan Umrah, khususnya terkait dua aspek krusial: validitas dan keakuratan data jemaah serta kondisi kesehatan calon jemaah.

'“Dokumen preliminary arrangements bukan hanya soal teknis lokasi dan kontrak, tetapi juga memuat panduan penting terkait pengelolaan data jemaah dan sistem verifikasi kesehatan. Kedua hal ini sangat menentukan keberhasilan operasional di lapangan,” ujar Hassan melalui rilis BP Haji Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Haji menyampaikan kesiapan penuh lembaganya untuk segera melakukan langkah-langkah konkrit, termasuk pembaruan sistem data jemaah berbasis digital yang terintegrasi, serta koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan RI dalam penyusunan mekanisme pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat dan berjenjang.

“Kami memahami bahwa validitas data dan kesehatan jemaah kini menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan haji modern. BP Haji akan mengintegrasikan dua aspek ini sejak tahap awal pendaftaran, sebagai wujud komitmen terhadap kualitas layanan dan keselamatan jemaah,” ujar Gus Yusuf.

Pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa penjadwalan dan pemenuhan layanan jemaah haji tahun depan harus mengacu pada jadwal dan standar yang telah ditentukan dalam dokumen pengaturan awal dari pihak Arab Saudi.

Kepala BP Haji hadir dalam pertemuan ini didampingi oleh Sekretaris Utama BP Haji, Teguh Dwi Nugroho; Deputi Koordinasi Layanan Haji Dalam Negeri, Puji Raharjo serta sejumlah tenaga ahli dan pejabat teknis. Delegasi Indonesia menyampaikan terima kasih atas komunikasi terbuka dan konstruktif dari Pemerintah Arab Saudi, dan berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut melalui tata kelola penyelenggaraan haji yang lebih profesional dan terukur.
 


Editor:
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo