Jakarta, Arina.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan masyarakat pengguna transportasi laut untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5–4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada Selasa (13/10/2026).
“Selanjutnya bagi para nelayan dan masyarakat pengguna transportasi laut, waspadai gelombang dengan ketinggian 2,5 sampai 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia Barat, Aceh hingga Lampung dan Samudra Hindia Selatan, Banten hingga Nusa Tenggara Barat,” ujar prakirawan BMKG, Evi dalam tayangan prakiraan cuaca BMKG yang berlaku untuk Selasa (13/10/2026).
Selain gelombang tinggi, Evi mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob akibat kondisi pasang air laut.
“Masyarakat pesisir juga diimbau untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut karena berpotensi adanya banjir rob di pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Maluku,” katanya.
Evi menjelaskan, sirkulasi siklonik terbentuk di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Kondisi tersebut memicu perlambatan dan pertemuan angin yang memanjang di Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, serta wilayah di sekitar pusat sirkulasi.
Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
“Bagi pengguna transportasi udara, waspadai awan hujan cumulonimbus di wilayah Samudra Hindia Barat, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Selat Malaka bagian utara, Selat Karimata bagian utara, Kalimantan Barat, Papua, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan,” ujarnya.
Evi juga mengimbau pengguna transportasi udara untuk mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan.
Prakiraan Cuaca Sejumlah Wilayah
Di Pulau Sumatra, hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, dan Bengkulu. Pekanbaru diprakirakan berawan, sedangkan Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bandar Lampung berpotensi mengalami udara kabur.
Di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Serang. Sementara itu, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Kupang diprakirakan berawan hingga berawan tebal.
Di Kalimantan, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Pontianak. Hujan ringan diprakirakan mengguyur Tanjung Selor dan Samarinda, sedangkan Palangkaraya berpotensi mengalami asap kabut dan Banjarmasin berpotensi mengalami udara kabur.
Di Sulawesi, hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju. Makassar, Palu, dan Gorontalo diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Adapun Manado berpotensi mengalami udara kabur dan Kendari berpotensi mengalami asap kabut.
Untuk wilayah Maluku dan Papua, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Nabire. Hujan ringan diprakirakan terjadi di Ternate, Sorong, Jayawijaya, dan Merauke. Sementara itu, Jayapura diprakirakan berawan, sedangkan Ambon dan Manokwari berpotensi mengalami udara kabur.
BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan dan Karhutla
Evi mengingatkan bahwa meskipun cuaca kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, hujan lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal. Masyarakat juga diminta mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sobat BMKG, meskipun cuaca kering masih mendominasi, hujan lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Waspadai pula risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan,” kata Evi.
Ia mengimbau masyarakat menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca serta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG.
Editor:


