Arina.id - Bagi jutaan pencari kerja di Indonesia, mencari pekerjaan bukan sekadar proses administratif, melainkan perjuangan emosional dan sosial yang tak jarang penuh tekanan. Di tengah ketatnya persaingan, minimnya pengalaman, dan tuntutan pasar kerja yang terus berubah, banyak dari mereka harus menempuh jalan panjang yang penuh tantangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran di Indonesia meningkat menjadi 7,28 juta orang per Februari 2025. Pada periode yang sama, total angkatan kerja bertambah 3,67 juta orang menjadi 153,05 juta jiwa,
Dari angka tersebut, kelompok usia 15–24 tahun mencatat tingkat pengangguran tertinggi, yakni 17,6%, yang berarti hampir 1 dari 5 anak muda Indonesia belum berhasil masuk ke pasar kerja.
Tidak hanya itu, lebih dari 60% lowongan kerja yang terdaftar di platform resmi seperti SISNAKER (Kemnaker) dan Jobstreet mensyaratkan pengalaman kerja minimal dua tahun—sebuah hambatan besar bagi lulusan baru.
Namun, tak perlu khawatir dan berputus asa. Sebagai seorang Muslim, selain berikhtiar, kita juga dianjurkan untuk berdoa dan memohon kepada-Nya.
Ada satu doa dalam Al-Qur’an yang pernah dibaca oleh Nabi Musa AS ketika beliau mengalami kesulitan. Jika ditelisik makna dan latar belakangnya, doa ini sangat relevan untuk mereka yang sekarang ini sedang dirundung kesulitan dalam menembus pekerjaan.
Doa tersebut terdapat dalam Al-Qur'an surat Thaha ayat 25-28 berikut:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي واحلل عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يفقهوا قَوْلِي
Rabbi ishrah lī shadrī, wa yassir lī amrī, wāhlul ‘uqdatan min lisānī, yafqahū qawlī.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lancarkanlah lisanku, agar mereka memahami perkataanku.”
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, doa ini adalah doa Nabi Musa AS. Beliau memohon kepada Allah agar dilapangkan dadanya, supaya kuat menjalankan tugas sebagai nabi. Tugas Nabi Musa tidaklah mudah, karena beliau diutus untuk menghadapi Firaun, raja yang sangat sombong dan berkuasa pada zamannya.
Doa ini juga relevan dibaca dalam dunia kerja, agar hati tenang dalam menjalankan tanggung jawab. Sebab ketika Nabi Musa berdoa “Rabbishrah li shadri” yang artinya “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,” beliau meminta agar hatinya tenang, tidak sempit, tidak takut, dan tidak gelisah saat menjalankan perintah Allah.
Di dunia kerja, doa ini relevan ketika kita merasa stres, cemas menghadapi wawancara, target kerja, atau saat gagal berulang kali dalam melamar pekerjaan. Kita butuh hati yang lapang agar tetap sabar dan kuat menghadapi tekanan.
Nabi Musa melanjutkan dengan doa “Wa yassir li amri” yang artinya “Dan mudahkanlah urusanku.” Setelah hati dilapangkan, Nabi Musa memohon kepada Allah agar setiap urusan dimudahkan sebab jika bukan karena pertolongan Allah, Nabi Musa tidak sanggup menjalankan tugas kenabian tersebut.
Dalam dunia kerja, kita memohon agar dimudahkan dalam melamar pekerjaan, lolos seleksi, diterima kerja, atau menyelesaikan tugas kantor dengan lancar.
Lalu Nabi Musa juga berdoa “Wahlul uqdatan min lisani” yang berarti “Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.” Nabi Musa pernah mengalami cedera pada lidahnya saat masih kecil sehingga bicaranya kurang jelas. Beliau pun meminta kepada Allah agar lisannya dilancarkan, sehingga dakwahnya mudah dipahami oleh kaumnya. Sebab, Nabi Musa pernah dihina oleh Firaun karena ketidakfasihan bicaranya itu.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِخْبَارًا عَنْ فِرْعَوْنَ أَنَّهُ قَالَ: {أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ وَلا يَكَادُ يُبِينُ} [الزُّخْرُفِ 52] أَيْ: يُفْصِحُ بِالْكَلَامِ
Artinya: “Allah Ta’ala berfirman menceritakan tentang perkataan Firaun, bahwa dia berkata: Bahkan, bukankah aku lebih baik daripada orang yang hina ini (Musa) yang hampir-hampir tidak dapat menjelaskan (maksud perkataannya)? maksudnya tidak fasih dalam berbicara.” (Tafsir Ibnu Katsir juz 5 hal.282)
Dalam dunia kerja, doa ini penting saat kita akan wawancara kerja, presentasi di depan atasan, rapat, atau berbicara di forum umum agar perkataan kita jelas dan percaya diri.
Terakhir, beliau berdoa “Yafqahu qawli” yang berarti “Agar mereka memahami perkataanku.” Doa ini menegaskan bahwa tujuan komunikasi bukan hanya lancar berbicara, tapi juga memastikan lawan bicara memahami maksud kita. Ini penting saat menyampaikan ide ke atasan, mengajukan proposal ke klien, atau menjelaskan materi kepada rekan kerja.
Itulah doa Nabi Musa yang dapat kita baca dan amalkan, karena sangat bermanfaat dalam dunia kerja. Saat kita sulit mencari pekerjaan, lamaran dan CV ditolak, atau ketika wawancara tidak berjalan lancar, Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor:


