Arina.id – Ka’bah merupakan tempat istimewa yang dirindukan oleh umat Islam dari berbagai penjuru dunia karena selain menjadi pusat peribadatan agama Islam, bangunan suci ini juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat dalam. Tidak hanya itu, nama Ka’bah juga diabadaikan dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 97:
جَعَلَ اللّٰهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيٰمًا لِّلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَاۤىِٕدَۗ
Artinya: “Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai pusat kegiatan (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan haram, hadyu (hewan kurban) dan qalā’id (hewan kurban yang diberi kalung)”
Mengingat Ka’bah punya kedudukan yang penting bagi umat Islam, jemaah haji atau umrah yang mempunyai kesempatan melihat Ka’bah secara langsung dianjurkan untuk berdoa kepada Allah seraya mengangkat kedua tangannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 336. Adapun bacaan doa tersebut adalah sebagaimana berikut:
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا البَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا، اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ
Allahumma zid hadzal bayta tasyrifan wa ta’dhiman wa takriman wa mahabatan, wa zid man syarrafahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyrifan wa takriman wa ta’dhiman wa birran, Allahumma antas salamu wa mingkas salam, fahayyina rabbana bis salam.
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kekaguman pada rumah ini. Dan tambahkanlah kemuliaan dan kehormatan kepada orang-orang yang memuliakannya dan menghormatinya, baik yang menunaikan haji maupun umrah, dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran, dan kebaikan. Ya Allah, Engkaulah keselamatan dan dari-Mulah keselamatan, maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan keselamatan.”
Setelah membaca doa tersebut, Imam An-Nawawi menganjurkan kepada jemaah haji agar tidak berhenti berdoa. Ia justru menyarankan agar jemaah melanjutkannya dengan memanjatkan doa-doa kebaikan, entah itu doa untuk kebaikan urusan dunia maupun akhirat.
Demikian doa ketika jemaah haji atau umrah melihat Ka’bah. Diharapkan dengan membaca doa tersebut bisa mendapatkan keberkahan dan kemuliaan serta dianugerahi berbagai macam kebaikan untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat. Wallahu a'lam.
Editor:


