Amalan dan Doa Mustajab di Malam Isra’ Mi’raj: Bacalah, Allah Mengabulkan Seluruh Keinginan

Amalan dan Doa Mustajab di Malam Isra’ Mi’raj: Bacalah, Allah Mengabulkan Seluruh Keinginan

Arina.id — Salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Rajab adalah memperbanyak berdoa kepada Allah SWT. Hal ini disebabkan bahwa bulan Rajab termasuk dalam bulan-bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, lantaran terdapat peristiwa penting yang terjadi di dalamnya yaitu Isra dan Mi’raj. 

Khususnya pada malam ke-27 Rajab, atau malam Isra' Mi'raj yang jatuh pada Minggu, (26 Januari 2025) malam, terdapat keterangan bahwasanya orang yang beramal pada malam tersebut seolah-olah ia telah beribadah selama seribu tahun lamanya:


وَفِيْ بَدْرِ الْوَاعِظِيْنَ عَنْ مَكْحُوْلْ الشَّامِيِّ وَوَهَبْ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ: إِنَّ فِيْ رَجَبَ لَيْلَةً أَجْرُ الْعَامِلِ فِيْهَا كَعِبَادَةِ أَلْفِ سَنَةٍ، وَهِيَ لَيْلَةُ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ، وَهِيَ لَيْلَةُ الْإِسْرَاءِ وَالْمِعْرَاجِ، وَهِيَ لَيْلَةٌ عَظِيْمَةٌ

Artinya: “Di dalam kitab Badr Al-Wa’idzin, dari Makhul Asy-Syami dan Wahab bin Munabbih disebutkan bahwa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya di bulan Rajab terdapat satu malam, di mana pahala bagi orang yang beramal pada malam itu layaknya beribadah selama seribu tahun. Malam itu adalah malam yang ke-27, yakni malam Isra dan Mi'raj, dan malam itu merupakan malam yang agung.” (Nur Al-Anwar Wa Kanz Al-Abrar Fi Dzikri As-Sholati Ala An-Nabi Al-Mukhtar [Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah], h. 38)

Diantara amalan yang bisa dilakukan pada malam ke-27 Rajab adalah memanjatkan doa kehadirat Allah SWT, dengan salah satu doa yang telah dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan Al-Halabi Al-Hanafi Al-Qadiri (wafat 614 H). 

Dalam kitab yang beliau tulis, terdapat penuturan bahwa doa tersebut berfaedah agar mengabulkan segala keinginan dan hajat yang dimilikinya:

وَرُوِيَ عَنِ الشَّيْخِ عَلِيِّ الْبِيْرُوْنِيِّ مَنْ دَعَا بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ رَجَبٍ وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ بَعْدَهُ عَشْرَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ يَسْأَلُ اللَّهَ حَاجَتَهُ فَإِنَّهَا تُقْضَى بِإِذْنِ اللَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Dan diriwayatkan dari Syekh Ali Al-Biruni bahwa barang siapa yang berdoa dengan doa ini pada malam ke-27 bulan Rajab dan setelahnya, lalu bershalawat kepada Nabi sebanyak sepuluh kali, kemudian memohon kepada Allah akan hajatnya, maka hajat tersebut akan dikabulkan atas seizin Allah Ta’ala.” (Nur Al-Anwar Wa Kanz Al-Abrar Fi Dzikri As-Sholati Ala An-Nabi Al-Mukhtar [Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah], h. 38)

Adapun lafal doanya adalah sebagai berikut:


اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِي الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Allahumma inni as’aluka bi musyahadati asraril muhibbin, wa bil khalwatil lati khashshashta biha sayyidal mursalin hina asraita bihi lailatas sabi’i wal ‘isyrin an tarhama qalbi alhazina wa tujiba da‘wati ya akramal akramin. 

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan keagungan menyaksikan rahasia para pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang Engkau khususkan untuk pemimpin para Rasul ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengasihi hatiku yang sedih dan mengabulkan doaku, wahai Dzat Yang Paling Mulia di antara yang mulia.” 

Sementara itu, menurut pendapat Syekh Abdurrahman bin Abdussalam Ash-Shafuri Asy-Syafi’i (wafat 894 H) dalam kitabnya, beliau mengungkapkan bahwa faedah dari doa tersebut adalah bagi siapa pun yang membacanya pada malam 27 Rajab, kemudian menyampaikan hajatnya kepada Allah, niscaya segala hajatnya akan dikabulkan, semua urusannya akan dipermudah, dan hatinya akan dihidupkan di saat hati manusia mulai mati:

وَجَاءَ فِي الْخَبَرِ مَرْفُوعًا: مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ رَكْعَتَيْنِ يَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ عِشْرِينَ مَرَّةً، فَإِذَا فَرَغَ صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ مَرَّاتٍ ثُمَّ يَقُولُ: اللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِي الْحَزِينَ وَتُجِيبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَإِنَّ اللَّهَ يُجِيْبُ دُعَاءَهُ وَيَرْجُوْ نِدَاءَهُ وَيُحْيِيْ قَلْبَهُ يَوْمَ تَمُوْتُ الْقُلُوْبُ

Artinya: “Dan disebutkan dalam sebuah hadits marfu’: Barang siapa yang mendirikan shalat pada malam ke-27 bulan Rajab sebanyak dua rakaat, lalu membaca dalam setiap rakaatnya surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas sebanyak dua puluh kali, kemudian setelah selesai ia bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sepuluh kali, lantas ia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan keagungan menyaksikan rahasia para pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang Engkau khususkan untuk pemimpin para Rasul ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Engkau mengasihi hatiku yang sedih dan mengabulkan doaku, wahai Dzat Yang Paling Mulia di antara yang mulia. Niscaya Allah akan mengabulkan doanya, mengharapkan panggilannya, dan menghidupkan hatinya saat hari dimana hati manusia mati.” (Nuzhah Al-Majalis Wa Muntakhab An-Nafais [Kairo: Al-Maktabah Ats-Tsaqafi], vol. 1, h. 186)

Adapun tata cara untuk melakukan amalan tersebut adalah sebagai berikut:  

  1. Melaksanakan shalat sunah sebanyak dua rakaat, seperti halnya pelaksanaan shalat sunah pada umumnya. Setelah itu, membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 20 kali usai membaca surat Al-Fatihah di rakaat yang pertama dan kedua.  
  2. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad sebanyak 10 kali.  
  3. Membaca doa yang telah disebutkan di atas, kemudian menyampaikan semua keinginan dan hajatnya.

Demikian uraian perihal amalan doa yang dibaca pada malam Isra Mi’raj tepatnya pada tanggal 27 Rajab dengan tujuan agar segala keinginan dan hajat kita dapat terpenuhi. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bis shawab.
 


$data['detail']->authorKontri->kontri

A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Redaktur Keislaman Arina.id. Alumnus Program Marhalah Tsaniyah Ma'had Aly Lirboyo Kediri, Jawa Timur.


Editor:
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo