Arina.id - Ziarah kubur merupakan anjuran untuk umat Islam karena menjadi pelajaran penting bagi manusia bahwa mereka pasti akan kembali menjadi tiada.
Doa yang dibaca ketika menziarahi kubur memiliki variasi yang cukup banyak, tergantung kepada siapa doa tersebut ditujukan. Doa tersebut bisa untuk kedua orang tua, saudara, anak, atau umat Islam secara umum.
Lantas, apa saja doa-doa yang diajarkan Rasulullah ketika beliau berziarah?
Ziarah kubur termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Mengunjungi makam kemudian membaca dzikir serta memanjatkan doa, merupakan sarana bagi seorang Muslim untuk memuliakan para pendahulu, mendoakan mereka, sekaligus mengingatkan diri bahwa kehidupan dunia pasti berakhir.
Rasulullah sendiri bukan hanya melakukan ziarah kubur secara rutin, tetapi juga mengajarkan bacaan-bacaan yang sebaiknya dilantunkan ketika seseorang memasuki area pemakaman.
Dalam Sahih Muslim, dikisahkan bahwa setiap akhir malam, Rasulullah menuju Baqi’, sebuah kompleks makam sahabat di Madinah. Rasulullah menyapa para ahli kubur dengan doa berikut:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalāmu‘alaikum dāra qaumin mu’minīn, wa atākum mā tū‘adūna ghadā, mu’ajjalūn, wa innā insyā’Allāhu bikum lāhiqūn.
Artinya: "Keselamatan atas kalian, wahai tempat bersemayam kaum beriman. Telah datang kepada kalian apa yang dijanjikan oleh Allah. Kami—insyaallah—akan menyusul kalian." (Hadits riwayat Muslim No. 974):
Setelah salam tersebut, Nabi menambahkan doa: Allāhumma-ghfir li ahli Baqī’. Artinya: "Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi’"
Siti Aisyah juga pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai doa apa yang sebaiknya ia baca ketika berziarah. Rasulullah memberikan bacaan lain dengan makna yang serupa dalam Riwayat Muslim (No. 974):
السَّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، يَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalāmu ‘alā ahli-d diyār minal mu’minīna wal muslimīn, yarhamullāhul mustaqdimīna minnā wa minkum wal musta’khirīn, wa innā insyā’Allāhu bikum lāhiqūn.
Artinya: "Salam sejahtera bagi kalian, wahai para mukmin dan muslim penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului maupun yang menyusul dari kami dan kalian. Dan kami insyaallah akan menyusul kalian."
Imam Nawawi dalam Al-Adzkār menyebutkan bahwa peziarah dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, memohonkan ampun untuk ahli kubur yang dikunjungi, dan mendoakan seluruh umat Islam yang telah wafat di area pekuburan.
Ziarah, menurut Imam Nawawi semakin utama bila dilakukan ke makam para ulama, orang saleh, dan orang tua. Adapun doanya adalah sebagai berikut:
1. Doa untuk Kedua Orang Tua
ربِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Rabbighfir lī wa liwālidayya warhamhumā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika masih kecil."
2. Doa untuk Seluruh Muslimin dan Secara Khusus untuk Orang Tua dan Guru
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا .اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Artinya: "Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami. Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat."
Doa-doa ini berasal dari amalan para ulama Nusantara dan banyak digunakan dalam kitab-kitab ratib, majmu’ adzkar, seperti kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Utsman bin Yahya, kitab Perukunan Melayu dan Majmuk Syarif maupun kitab ulama Syafi'iyyah. Wallahu a'lam.
Editor:


