Memasuki wilayah atau negeri orang lain terkadang mengalami masalah, di antaranya tersesat di jalan karena tidak mengetahui peta wilayah tersebut. Hal ini rawan dialami oleh jemaah haji atau umrah yang berjalan sendiri di Makkah atau Madinah tanpa ditemani pendamping. Dalam menghadapi situasi sulit seperti ini, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan berdoa.
Di antara doa saat tersesat atau kesasar di jalanan Makkah dan Madinah adalah doa yang disampaikan Syekh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Al-Ghunyah li Thâlibi Tharîqil Ḫaq [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997] Juz II, halaman 247-248, sebagaimana berikut:
بِسْمِ اللّٰهِ ذِيْ الشَّأنِ، عَظِيْمِ الْبُرْهَانِ، شَدِيْدِ السُّلْطَانِ، كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، مَا شَاءَ اللهُ كَانَ، لاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
Bismillâhi dzis sya’ni, ‘adhîmil burhâni, syadîdis sulthâni, kulla yaumin Huwa fî sya’nin, a‘ûdzubillâhi minasyaithân, mâ syâ’allâhu kâna, la ḫaula wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: “Dengan nama Allah yang menguasai keadaan, Maha Agung dalam memberi petunjuk, Sangat Berkuasa, setiap hari berada dalam kekuasaan-Nya, aku berlindung kepada Allah dari setan, apa yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan dari Allah.”
Mengenai doa ini, Syekh Abdul Qadir meriwayatkan sebuah kisah dari Abu Yusuf Al-Khurasani yang diperoleh dari Abu Sa'id Ar-Ruha'i. Dikisahkan pada suatu malam Abu Sa'id tersesat di jalanan Makkah, tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang. Tidak lama kemudian ia juga mendengar seseorang sedang membaca Al-Qur’an yang mengikuti dan mendekati Abu Sa'id.
“Apakah kamu sedang tersesat di jalan?” tanya orang tersebut.
“Iya, benar,” jawab Abu Sa‘id.
“Apakah kamu mau aku ijazahkan doa yang jika dibaca akan memberi arah saat tersesat di jalan, menghibur saat kesepian, dan terlelap tidur saat insomnia?” tanyanya lagi.
“Iya, mau,” jawab Abu Sa‘id.
Abu Sa'id kemudian dijazahkan doa sebagaimana di atas. Usai membaca doa tersebut, Abu Sa‘id bertemu dengan sahabatnya dan akhirnya bisa pulang ke tempat tujuan bersamanya. Sebelum pulang, ia mencari orang asing yang memberikan ijazah doa ini, namun tidak ditemukan.
Itulah doa yang dibaca ketika tersesat di jalanan Makkah atau Madinah yang disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani. Tidak hanya di Makkah, doa ini juga bisa dibaca ketika tersesat di jalanan mana pun dan juga bisa dibaca saat kesepian atau insomnia. Wallahu a‘lam.
Editor:


