Tiap akhir tahun, penting bagi kita untuk mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan sepanjang tahun. Momen ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga refleksi mendalam tentang perjalanan spiritual kita selama setahun terakhir.
Berdoa di akhir tahun memberikan kesempatan untuk mengoreksi diri, memperbaiki kesalahan, dan memohon bimbingan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang akan datang. Berikut 3 doa akhir tahun dari ulama yang sebaiknya kita panjatkan.
1. Dari Sayyid Utsman bin Yahya
Salah satu doa yang sering dibaca di akhir tahun adalah doa yang bersumber dari Sayyid Utsman bin Yahya dalam karyanya, Maslakul Akhyar. Doa ini tidak hanya menyuarakan permohonan ampunan, tetapi juga mengandung harapan dan tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. Berikut adalah teks doa akhir tahun tersebut.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعٰلمِيْنَ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىٰ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللهم مَا عَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلىٰ عُقُوْ بَتِيْ وَدَعَوْ تَنِيْ إِلَى التَّوْ بَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْاءَتِيْ عَلىٰ مَعْصِيَتِكَ . فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ .وَمَا عَلِمْتُ فِيْهَا مِمِّاتَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اَللهم يَا كَرِيْمُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ. اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَتَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلىَّ اللهُ عَلىٰ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعٰلمِيْنَ
Bismillaahir rahmaanir rahiim, Alhamdulillaahi rabbil ‘ālamiin. Wa shallallātu ‘ala sayyidinā Muhammadin wa ‘alaa ālihi wa shahbihii wa sallam. Allāhumma mā ‘amiltu fī haadzihis sanati mimmā nahaitanī ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alā ‘uquubati wa da’autanii ilat taubati minhu ba’da djuratī alā ma’shiyatika fa innī astaghfiruka faghfirlī wa mā ‘amiltu fīhaa mimmā tardhāhu wa wa’adtanī ‘alaihits tsawāba fa asaluka Allāhumma yā karīmu yaa dzal jalāli wal ikrāmi an tataqabbalahuu minni wa lā taqtha’ rajāī minka yaa karīm. wa sallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihii wa sahbihii wa sallam, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala perbuatan yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang aku belum bertaubat, padahal Engkau tidak meridhainya dan melupakannya dan Engkau bersabar dengan segala kasih sayang-Mu kepadaku, yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat kepada-Mu. Karena itu, aku mohon ampunan Mu dan berilah ampunan kepadaku. Segala apa yang telah aku kerjakan selama tahun ini berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala. Aku mohon kepada Mu ya Allah wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan semoga berkenan menerima amalku dan semoga Engkau tidak memutuskan harapanku kepada Mu wahai Zat yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad beserta para keluarga dan sahabatnya. dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”
2. Dari Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir
Doa akhir tahun dari kitab Kanzun Najah was Surur, karya Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir adalah salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada akhir bulan Dzulhijjah. Doa ini bertujuan untuk memohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa yang telah dilakukan sepanjang tahun, serta memohon perlindungan dan keberkahan untuk tahun yang akan datang.
Dalam doa ini, seorang hamba memohon kepada Allah agar segala amal perbuatan yang dilakukan diterima, segala kesalahan diampuni, dan dijauhkan dari segala keburukan. Selain itu, doa ini juga mengandung permohonan agar Allah memberikan petunjuk dan kekuatan untuk menjalani tahun berikutnya dengan penuh ketaatan dan keberkahan.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَاِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَلِمْتُهُ فِيْهَا مِمَّاتَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ. اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَتَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm, waṣallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammad wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. Allāhumma mā 'amiltu fī hādhihis-sanah mim-mā nahaytanī 'anhu falam atub minhu walam tarḍāhu walam tansahu waḥalumta 'alayya ba'da qudratika 'alā 'uqūbatī wa da'awtanī ilat-tawbati minhu ba'da jurā'atī 'alā ma'ṣiyatika fa innī astaghfiruka faghfir lī. Wa mā 'alimtuhu fīhā mimmā tarḍāhu wa wa'adtanī 'alayhi ath-thawāb fa as'āluka Allāhumma yā karīm yā dhāl-jalāli wal-ikrām. An tataqabbalahu minnī walā taqṭa' rajā'ī minka yā karīm. Waṣallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammad wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah aku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, aku mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepadaku dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah aku kerjakan selama tahun ini berupa amal perbuatan yang Engkau ridhoi dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala. Aku mohon kepada-Mu wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami Muhammad sekeluarga dan para sahabatnya”.
3. Dari Imam Jalaluddin As Suyuthi
Doa mustajab di akhir tahun yang diambil dari kitab Al-Jami' Al Kabir karya Imam Jalaluddin As Suyuthi ini menggambarkan kedalaman permohonan seorang hamba kepada Allah SWT. Doa tersebut mencerminkan kerendahan hati seorang hamba saat memohon perlindungan dari gangguan setan.
Doa ini juga menunjukkan permintaan bantuan dalam menghadapi godaan dan kecenderungan buruk. Dengan berdoa, seorang hamba menyatakan ketergantungannya kepada Allah SWT dalam menjaga dirinya dari segala macam gangguan dan dorongan negatif. Berikut doanya;
اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُدٌ قَدْ أَقْبَل. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم
Allahumma anta al abadiyyul qadīm al awwal, wa ‘alā fadhlika al-‘azhīmi wujūdika al-mu’awwal. Wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. Nas’alukal ‘ishmata fīhi min asy-syaithāni wa auliyāihī wa junūdihī. Wal’auna ‘alā hādzhi al nafsil amāarati bis syūi, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfa. Yā dzal jalāli wal-ikrām, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ‘ālihi wa shahbihī wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah yang abadi, yang terdahulu, yang pertama. Kepada karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia kami bersandar. Ini adalah tahun baru yang telah datang. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari setan dan para pengikutnya, dan bantuan untuk melawan nafsu yang selalu memerintahkan pada kejahatan, serta kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan diriku kepada-Mu dengan lebih dekat. Wahai Yang Maha Mulia dan Maha Pemurah. Semoga Allah memberikan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya."
Editor:


