Dzikir adalah mengingat, menyebut nama Allah. Dalam tradisi masyarakat Islam, berdzikir menjadi bacaan sehari-hari untuk membawa ketenangan hati.
Salah satu dalil berdzikir dapat dirujuk dalam surat Ar-Ra'd, ayat 28:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: "Yaitu orang-orang yang beriman dan hatinya tenang sebab berdzikir kepada Allah. Ingatlah hanya dengan berdzikir, hati akan tenang."
Imam Nawawi menyebutkan sejumlah ayat Al-Qur’an yang menjadi dasar anjuran dzikir di waktu pagi hari dan sore, di antaranya adalah Surat Thaha ayat 130:
فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى
Artinya: "Maka bersabarlah atas apa yang mereka ucapkan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenam, dan pada waktu tengah malam, dan siang hari, supaya engkau senang."
Perlu diketahui bahwa maksud sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya matahari adalah:
قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ : وذلك صلاة الصبح ، وَقَبْلَ غُرُوبِهَا : وهي العصر
Artinya: "Sebelum terbitnya matahari adalah shalat Subuh, dan sebelum terbenamnya matahari adalah Ashar." (Tafsir Thabari: 321)
Ayat ini oleh M. Quraish Shihab ditafsirkan sebagai berikut: "Maka bersabarlah, wahai Rasulullah, dari pendustaan dan hinaan yang mereka ucapkan tentang pesan-pesan sucimu. Sucikanlah Tuhanmu dari hal-hal yang tidak pantas bagi-Nya, dengan memuji-Nya dan terus menerus menyembah kepada-Nya semata, khususnya sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam. Sucikanlah dan sembahlah Dia di waktu malam, pagi dan sore hari dengan melakukan sholat. Dengan demikian, hubunganmu dengan Allah menjadi tetap sinambung. Oleh karena itu, tetaplah tenang dengan keadaanmu sekarang ini dan puaslah dengan apa yang telah ditetapkan untukmu."
Jika dikontekstualisasikan untuk saat ini, maka ayat ini memberi pesan kepada umat Islam agar senantiasa bersabar atas cemoohan orang lain, dan tetap memperbanyak bacaan dzikir seharian penuh.
Sedangkan anjuran dzikir pagi dan sore yang terdapat di dalam surat Ghafir: 55 adalah:
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
Artinya: "Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada sore dan pagi.".
Bersumber dari kitab Jami’ al-Bayan 5/392 diterangkan bahwa para ulama tafsir menjelaskan kata “al-asyiy” adalah sore hari atau miringnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Sedangkan ibkar adalah permulaan pagi atau keluarnya Fajar hingga waktu Dhuha. Imam Mujahid berpendapat, al-ibkar adalah permulaan Fajar, sedangkan al-asyiy adalah miringnya matahari hingga terbenam.
Dari sini sangat jelas bahwa kedua ayat ini menunjukkan anjuran agar manusia berdzikir memuji Allah pada waktu pagi hari dan sore hari. Bahkan dalam surat Thaha ayat 30 dianjurkan membaca dzikir di sepanjang waktu.
Kalimat Dzikir Pagi dan Sore
Berikut ini kalimat dzikir yang dibaca pada waktu pagi hari sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Bukhari:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta
Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau."
Begitu pula kalimat dzikir sore dapat dijumpai dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 63.
اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Allāhumma bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūr.
Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali,” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).
Editor:


