Seperti yang telah diketahui bahwa salah satu etika bepergian, khususnya saat mudik adalah membaca doa safar. Beberapa doa yang diajarkan kepada umat Islam bersumber dari Al-Qur'an dan hadits.
Adapun beberapa doa masyhur yang bersumber dari hadits, agar mendapat perlindungan Allah dan selalu terjaga keselamatannya adalah:
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Bismillaahi tawakkaltu 'alallaah wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahi
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah." (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai, Ibn Hibban)
Dalam riwayat lain ditambahkan:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَليَّ
Allâhumma innî a‘ûdzu bika an adlilla au udlalla, au azilla au uzalla, au adhlima au udhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dari berbuat sesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari buat zalim atau dizalimi, dari kebodohan atau dibodohi." (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai)
Sedangkan doa ketika naik kendaraan bisa membaca doa seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan ditakhrij dalam Sahih Muslim:
أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ كانَ إذَا اسْتَوَى علَى بَعِيرِهِ خَارِجًا إلى سَفَرٍ، كَبَّرَ ثَلَاثًا، ثُمَّ قالَ: سُبْحَانَ الذي سَخَّرَ لَنَا هذا، وَما كُنَّا له مُقْرِنِينَ، وإنَّا إلى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ في سَفَرِنَا هذا البِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ العَمَلِ ما تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هذا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ في السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ في الأهْلِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بكَ مِن وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ المَنْظَرِ، وَسُوءِ المُنْقَلَبِ في المَالِ وَالأهْلِ، وإذَا رَجَعَ قالَهُنَّ، وَزَادَ فِيهِنَّ: آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Artinya: "Apabila Rasulullah di atas punggung untanya untuk bepergian, beliau bertakbir tiga kali, kemudian mengucapkan doa:
Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunna lahu muqriniina wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun,
Allahumma inna nas'aluka fi safarina hadzal birra wattaqwa, waminal amali ma tardla, Allahumma hawwin alaina safarana hadza, wathwi anna bu'dah, allahumma antas sahibu fis safar, wal khalifatu fil ahli, allahumma inni audzu bika min wa'tsais safar, wa kaabatil mandzar, wa su'il munqalab fil mali wal ahli.
Ketika Rasulullah menghendaki pulang dari bepergian beliau tambahkan: Ayibun, taibun, 'abidun, lirabbina hamidun". (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain doanya adalah:
بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Bismillah, alhamdulillah, subhanalladzi sakhhara lana hadza wama kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, subhanaka Allahumma inni dzalamtu nafsi faghfirli, fainnahi la yaghfiru dzunuba illa anta
Artinya: “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau". (HR. Abu Dawud: 3/34, At-Tirmidzi: 5/501, dan lihat Shahih At- Tirmidzi: 3/156)
Namun biasanya, masyarakat muslim cukup membaca bagian ini saja, yakni doa yang dinukil dari surat Azzukhruf 12-13:
سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunna lahu muqriniina wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun,
Artinya: "Maha Suci Zat yang telah menundukkan (semua) ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami." (HR Muslim)
Editor:


