Bacaan Doa Lengkap Sa’i antara Shafa dan Marwah

Bacaan Doa Lengkap Sa’i antara Shafa dan Marwah

Arina.id – Salah satu ritual yang harus dilaksanakan oleh jemaah haji adalah melakukan Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Dalam sejarahnya, ritual suci ini mengingatkan umat Islam pada perjuangan Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya, Nabi Ismail.

Dalam buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah (Jakarta, Kemenag RI: 2023/54-84), dijelaskan bacaan doa Sa’i antara Shafa dan Marwah lengkap mulai dari perjalanan pertama hingga ketujuh, yaitu sebagaimana berikut:

1. Doa Tiap Mendekati Bukit Shafa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ إِنَّ الصَّفَا وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللّٰهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ

Bismillâhirraḫamânirraḫîm. Innash-shafâ wal-marwata min sya‘â'irillâh, fa man ḫajjal-baita awi‘tamara fa lâ junâḫa ‘alaihi ay yaththawwafa bihimâ, wa man tathawwa‘a khairan fa innallâha syâkirun ‘alîm. Abda’u bimâ bada’allâhu bihi wa rasûluhu.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai sa'i dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai.”

2. Doa di Atas Bukit Shafa

اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ. اَللّٰهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا. الْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا. لَا إِلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَريْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيٍ قَدِيْرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رِبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allahu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar wa lillâhil ḫamd. Allâhu akbaru ‘ala mâ hadânâ. Alḫamdulillâhi ‘ala mâ aulânâ. Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîka lah. Lahul mulku walahul ḫamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr. Anjaza wa‘dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal aḫzâba waḫdahu lâ ilâha illallâhu wa lâ na‘budu illâ iyyâhu mukhlishîna lahud dîna wa lau karihal kâfirûn. Walḫamdulilâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.”

3. Doa Sa’i Pertama dari Shafa ke Marwah

اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ الكَرِيمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيْلاً. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَشَيْءَ قَبْلَهُ وَلاَ بَعْدَهُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ وَلَا يَفُوْتُ أَبَدًا بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَإِلَيْهِ المَصِيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allahu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar. Allâhu akbar kabîran walḫamdulillâhi katsîran wa subḫânallâhil ‘adhîmi wa biḫamdihil karîmi bukratan wa ashîlan. Wa minallaili fasjud lahu wa sabbiḫhu lailan thawîlan. Lâ ilâha illallâhu waḫdahu anjaza wa‘dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal aḫzaba waḫdahu lâ syai’a qablahu wa lâ ba‘dahu yuḫyî wayumîtu wa huwa ḫayyun dâ’imun lâ yamûtu wa lâ yafûtu abadan biyadihil khairu wa ilaihil mashîru wa huwa ‘ala kulli syai’in qadîr.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan segala pujian yang banyak. Maha Suci Allah Yang Maha Agung dengan pujian-Nya, Yang Maha Mulia di waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya, tidak ada apa pun sebelum-Nya dan tidak ada sesuatu pun sesudah-Nya. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dia Hidup kekal tiada mati dan tiada musnah untuk selama-lamanya. Hanya di tangan-Nyalah terletak kebajikan dan kepada-Nyalah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

4. Doa Tiap Melintasi Lampu Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لَا نَعْلَمُ اللّٰهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ.  إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbigh fir warḫam wa‘fu wa takarram wa tajâwaz ‘ammâ ta‘lamu innaka ta‘lamu mâ lâ na‘lamu. Allâhummagh fir warḫam, innaka antal a‘azzul akramu rabbanâ âtinâ fid dunyâ ḫasanatan wa fil âkhirati ḫasanatan wa qinâ ‘adzâban nâr.

Artinya: “Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), Sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka.”

5. Doa Tiap Mendekati Bukit Marwah

إنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللّٰهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَواعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Innas shafâ wal marwata min sya‘â’irillâhi faman ḫajjal baita awi‘tamara falâ junâḫa ‘alaihi an yathawwafa bihimâ wa man tathawwa‘a khairan fa innallâha syâkirun ‘alîm.

Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.”

6. Doa Sa’i Kedua dari Marwah ke Shafa

اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إلا اللهُ الْوَاحِدُ الفَرْدُ الصَّمَدُ. وَقُلِ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فِي المُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا اللّٰهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ أُدْعُوْنِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ دَعَوْنَاكَ رَبَّنَا كَمَا أَمَرْتَنَا فَاغْفِرْلَنَا كَمَا وَعَدْتَنَا إِنَّكَ لا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ، رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيْمَانِ أَنْ أَمِنُوْا برَبِّكُمْ فَأَمَنَّا، رَبَّنَا فَاغْفِرْلَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ، رَبَّنَا وَأَتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ، رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ، رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ أمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيمٌ

Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar wa lillâhil ḫamd. Lâ ilâha illallâhul wâḫidul fardus shamadu. Wa qulill ḫamdu lillâhil ladzî lam yattakhidz waladan wa lam yakun lahu syarîkun fil mulki wa lam yakun lahu waliyyun minadz dzulli wa kabbir takbîran Allâhumma innaka qulta fî kitâbikal munazzali ud‘ûnî astajib lakum da‘aunâka rabbanâ kamâ amartanâ faghfir lanâ kamâ wa‘adtanâ innaka lâ tukhliful mî‘âd. Rabbanâ innanâ sami‘nâ munâdiyan yunâdî lil îmâni an aminû birabbikum fa âmannâ. Rabbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyiâtinâ wa tawaffanâ ma‘al abrâr. Rabbanâ wa âtinâ mâ wa‘adtanâ ‘ala rusulika wa lâ tukhzinâ yaumal qiyâmati innaka lâ tukhliful mi‘âd. Rabbanâ ‘alaika tawakkalnâ wa ilaika anabnâ wa ilaikal mashîr. Rabbanagh fir lanâ wa li ikhwâninâl ladzîn sabaqûnâ bil îmâni wa lâ taj‘al fî qulûbinâ ghillal lil ladzînâ âmanû rabbanâ innaka ra’ûfur raḫîm.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allahlah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tumpuan segala maksud dan tujuan. Dan katakanlah, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaannya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya,
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Qur'an: Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu, Sekarang kami mohon kepada-Mu wahai Tuhan kami, ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), Berimanlah kamu kepada Tuhanmu maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-rasul-Mu. Dan Janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh, Engkau tidak mengingkari janji.
Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang
,"

7. Doa Sa’i Ketiga dari Shafa ke Marwah

اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ وَاللّٰهِ الْحَمْدُ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللّٰهُمَّ إنّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَاعَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ. وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَادَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوْذُ بكَ مِنَ النَّارِ ومَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا وَأَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allâḫu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar walilâhil ḫamd. Rabbanâ atmim lanâ nûranâ waghfir lanâ innaka ‘ala kulli syai’in qadîr. Allâhumma innî as’aluka minal khairi kullihi ‘âjilihi mâ ‘alimtu minhu wa mâ lam a‘lam. Wa a‘ûdzûbika minasy syarri kullihi ‘âjilihi wa âjilihi mâ ‘alimtu minhu wa mâ lam a‘lam. Allâhumma innî as’aluka min khairi mâ sa’alaka ‘abduka wa nabiyyuka. Wa a‘ûdzûbika min syarri mâ ‘âda bihi ‘abduka wa nabiyyuka. Allâḫumma innî as’alukal jannata wa mâ qarraba ilaihâ min qaulin au ‘amalin wa a‘ûdzûbika minan nâri wa mâ qarraba ilaihâ min qaulin au ‘amalin wa as’aluka an taj‘ala kulla qadlâ’in qadlaitahu lî khairan wa astaghfiruka lidzanbî wa as’aluka raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Hanya bagi Allah semua pujian. Ya Allah, sempurnakanlah cahaya terang bagi kami, ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan akhirat baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan di dunia dan akhirat baik yang aku ketahui maupun tidak aku ketahui. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang dimintakan perlindungan oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu, Ya Allah, aku mohon pada-Mu surga serta nikmatnya dan apapun yang dapat mendekatkan aku kepadanya, baik ucapan maupun amal perbuatan dan aku berlindung pada-Mu dari neraka serta apapun yang  mendekatkan aku kepadanya baik ucapan atau pun amal perbuatan, dan aku mohon kepada Engkau agar menjadikan semua ketetapan-Mu untukku ketetapan yang baik. Aku mohon ampunan atas dosaku serta aku mohon rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

8. Doa sa’i Keempat dari Marwah ke Shafa

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ. اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ مَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. لاَ إلٰهَ إلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِي لِلإِسْلَامِ أَنْ لَا تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّنِيْ وَأَنَا مُسْلِم. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ لِي فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا وَمِنْ فَوْقِيْ نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُورًا وَعَنْ شِمَالِيْ نُورًا وَمِنْ بَيْنِ يَدَيَّ نُورًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُورًا وَاجْعَلْ فِي نَفْسِي نُورًا وَأَعْظِمْ لِيْ نُورًا. اَللّٰهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الأَمْرِ وَفِتْنَةِ القَبْرِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ وَمِنْ شَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ. يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. سُبْحَانَكَ مَا عَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَتِكَ يَا اَللّٰهُ سُبْحَانَكَ مَا ذَكَرْنَاكَ حَقَّ ذِكْرِكَ يَا الله

Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar wa lillâhil ḫamd. Allâhumma innî as’aluka min khairi mâ ta‘lamu wa a‘ûdzûbika min syarri mâ ta‘lamu wa astaghfiruka min kulli mâ ta‘lamu innaka anta ‘allâmul ghuyûb. Lâ ilâha illallâhul malikul ḫaqqil mubînu Muḫammadur rasûlullâhi shâdiqul wa‘dil âmîn. Allâḫumma innî as’aluka kamâ hadaitanî lil islâmi an lâ tanzi‘ahu minnî ḫatta tatawaffanî wa anâ muslim. Allâhummaj‘al lî fî qalbî nûran wa lisânî nûran wa fî sam‘î nûran, wa fî basharî nûran wa min fauqî nûran wa min taḫtî nûran wa ‘an yamînî nûran wa ‘an syimâlî nûran wa min baini yadayya nûran wa min khalfî nûran waj‘al fî nafsî nûran wa a‘dhim lî nûran. Allâhummasyraḫ lî shadrî wa yassir lî amrî wa a‘udzûbika min wa sâwisis shadri wa syatâtil amri wa fitnatil qabri. Allâhumma innî a‘udzûbika min syarri mâ yaliju fil laili wa min syarri mâ yaliju fin nahâri wa min syarri mâ tahubbu bihir riyâḫu wa min syarri bawâ’iqid dahri yâ arḫamar râḫimîn. Subḫânaka mâ ‘abadnâka ḫaqqa ‘ibâdatika yâ Allâhu subḫânaka mâ dzakarnâka ḫaqqa dzikrika yâ Allah.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, Tuhanku, aku mohon pada-Mu dari kebaikan yang Engkau tahu dan berlindung pada-Mu dari kejahatan yang Engkau tahu, dan aku mohon ampun pada-Mu dari segala kesalahan yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Tidak ada Tuhan selain Allah Maha Raja yang sebenar-benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi terpercaya. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberiku petunjuk memilih Islam, aku mohon kepada-Mu untuk tidak mencabutnya, sampai aku meninggal dalam keadaan Muslim.
Ya Allah, berilah cahaya terang dalam hatiku, lisanku, pendengaranku, dan penglihatanku, dan dari atas dan bawahku, dari kanan dan kiriku, di antara kedua tanganku, di belakangku, di dalam diriku, dan terang benderangkan cahaya besar untukku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkan segala urusanku. Dan aku berlindung pada-Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan urusan dan fitnah kubur. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu. wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyembah-Mu dengan pengabdian yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa mengingat-Mu dengan semestinya
.”

9. Doa Sa’i Kelima dari Shafa ke Marwah

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ ، سُبْحَانَكَ مَا شَكَرْنَاكَ حَقَّ شُكْرِكَ يَا اللّٰهُ سُبْحَانَكَ مَا أَعْلَى شَأْنِكَ يَا اللّٰهُ أَللّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar wa lillâhil ḫamd. Subḫânaka mâ syakarnâka ḫaqqa syukrika yâ Allâhu subḫânaka mâ a‘la sya’nika yâ Allâhu Allâhumma ḫabbib ilainâl îmâna wa zayyinhu fî qulûbinâ wa karrih ilainâl kufra wal fusûqa wal ‘ishyâna waj‘alnâ minar râsyidîn.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya untuk Allah Maha Suci Engkau, kami tidak bisa mensyukuri-Mu dengan syukur yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau. Alangkah Agung Zat-Mu Ya Allah. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah di hati kami, tanamkanlah kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasik dan durhaka. Jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

10. Doa Sa’i Keenam dari Marwah ke Shafa

اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، لَا إِلَهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالغِنَى وَالْعَمَلَ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي تَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّا تَقُولُ. اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ والْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ والنَّارَ وَمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلِ أَوْعَمَلٍ. اَللّٰهُمَّ بنُورِكَ اهْتَدَيْنَا وَبِفَضْلِكَ اسْتَغْنَيْنَا وَفِي كَنَفِكَ وَإِنْعَامِكَ وَعَطَائِكَ وَاِحْسَانِكَ أَصْبَحْنَا وَأَمْسَيْنَا. اللّٰهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَا قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْأَخِرُ فَلَا بَعْدَكَ شَيْءٌ وَالظَّاهِرُ فَلَا شَيْءَ فَوْقَكَ وَالْبَاطِنُ فَلَا دُوْنَكَ شَيْءٌ اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. وَنَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّار

Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar wa lillâhil ḫamd. Lâ ilâha illallâhu waḫdahu shadaqa wa‘dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal aḫzâba waḫdah. Lâ ilâha illâhu mukhlishîna lahud dîna wa lau karihal kâfirûn. Allâhumma inni as’alukal hudâ wat tuqâ wal ‘afâfa wail ghin wal ‘amala limâ tuḫibu wa tardlâ. Allâḫumma lakal ḫamdu kal ladzî taqûlu wa khairan mimmâ taqûl. Allâhumma inni as’aluka ridlâka wal jannata wa audzûbika min sakhathika wan nâra wa mâ yuqarribunî ilahâ min qaulin au fi‘lin au amalin. Allâḫumma binûrikah tadainâ wa bifadllikas taghnainâ wa fî kanafika wain‘âmika wa ‘athâ’ika wa iḫsânika ashbaḫnâ wa amsainâ. Allâhumma antal awwalu falâ qablaka syai’un wa antal akhiru falâ ba‘daka syai’un wadh dhâhiru falâ syai’a fauqaka wal bâthinu falâ dûnaka syai’un. Allâhumma innî a‘ûdzûbika minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal harami wal bukhli wa ‘adzâbil qubri wa a’ûdzubika min fitnatil maḫyâ wal mamâti. Wa nas’alukal fauza bil jannati wan najâti minan nâr.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hambaNya dan mengalahkan sendiri musuh-musuhNya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain Dia dengan
memurnikan kepatuhan kepada-Nya semata, sekalipun orang-orang kafir membenci.
Ya Allah, aku memohon pada-Mu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri, kemandirian, dan pekerjaan yang engkau ridai. Ya Allah, pada-Mu segala puji seperti pujian-Mu pada diri-Mu, dan sebaik pujian kami kepada-Mu.
Ya Allah, aku mohon pada-Mu rida-Mu dan surga, aku berlindung pada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka dan apapun yang dapat mendekatkan daku kepadanya (neraka), baik ucapan atau pun amal perbuatan.
Ya Allah, hanya dengan cahaya-Mu kami mendapat petunjuk, dengan pemberian-Mu kami merasa cukup, dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu dan kebajikan-Mu kami berada di waktu pagi dan petang. Ya Allah, Engkaulah yang mula pertama, tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum-Mu dan Engkau pulalah yang paling akhir dan tidak ada sesuatu pun sesudah-Mu, Engkaulah yang lahir (nyata), maka tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau pulalah Yang Batin, maka tidak ada sesuatupun di bawah-Mu.
Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari lemah, malas, penakut, pikun, pelit, siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati, serta kami mohon pada-Mu keuntungan memperoleh surga dan keselamatan dari api neraka
.”

11. Doa Sa’i Ketujuh dari Shafa ke Marwah

اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ كَثِيْرًا. اَللّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قَلْبِي وَكَرِّهْ إِلَيَّ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar kabîran wal ḫamdulillâhi katsîran. Allâhumma ḫabbib ilayyal îmâna wa zayyinhu fî qalbî wa karrih ilayyal kufra wal fusûqa wal ‘ishyâna waj‘alnî minar râsyidîn.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar benar-benar besar. Segala puji hanya untuk Allah dengan pujian yang banyak. Ya Allah, cintakanlah aku kepada iman dan hiaskanlah ia di hatiku, tanamkanlah kebencian pada diriku pada perbuatan kufur, fasik dan durhaka. Jadikanlah aku dari golongan orang- orang yang mendapat petunjuk.”

12. Doa di Bukit Marwah sesudah Sa'i

اللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ الكَامِلِ جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللّٰهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَالاَيَعْنِيْنِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma rabbanâ taqabbal minnâ wa ‘âfinâ wa‘fu ‘annâ wa ‘ala thâ‘atika wa syukrika a‘innâ wa ‘ala ghairika la takilnâ wa ‘alal îmâni wal islâmil kâmili jamî‘an tawaffanâ wa anta râdlin ‘annâ. Allâhummar ḫamnî bitarkil ma‘âshî abadan mâ abqaitanî warḫamnî atakallafa mâ lâ ya‘nînî warzuqnî ḫusna nadhari fîmâ yurdlîka ‘annî yâ arḫamar râḫimîn.

Artinya: “Ya Allah, terimalah amalan kami, sehatkanlah kami, maafkanlah kesalahan kami dan tolonglah kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dan Engkau rida.
Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala maksiat selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kami pandangan yang baik terhadap sesuatu yang membuat-Mu rida terhadap kami, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih
.”

Itulah doa lengkap Sa’i dari mulai perjalanan pertama hingga ketujuh. Dengan membaca doa-doa tersebut, diharapkan setiap langkah dalam Sa’i membawa keberkahan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.


Editor:
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo