Menag Yaqut Beri Catatan soal Promosi UM-PTKIN 2024

Menag Yaqut Beri Catatan soal Promosi UM-PTKIN 2024

Bandung, Arina – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan catatan terkait pendaftaran masuk calon mahasiswa baru ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2024.

Menag menyebutkan, peminat masuk PTKIN dalam rentang tiga tahun terakhir. Tahun 2022 berjumlah 111.452 siswa, tahun 2023 berjumlah 110.101 siswa dan tahun 2024 berjumlah 111.124 siswa.

Sementara  jumlah pendaftar pada tahun 2022 berjumlah 100.879 siswa, tahun 2023 sebanyak 97.115 siswa dan tahun 2024 berjumlah 93.819 siswa.

Menurunnya pendaftar masuk PTKIN, kata Menag Yaqut, mungkin karena cara mempromosikan PTKIN yang masih menggunakan cara-cara lama. Diperlukan cara-cara baru agar siswa Menengah Atas tertarik masuk PTKIN.

"Pasti ada sesuatu yang kurang dari kita, bisa jadi cara kita mensyiarkan pentingnya kuliah di PTKIN ini masih kurang, atau kita masih sering menggunakan cara-cara lama dari cara-cara baru agar anak-anak SMA itu tertarik masuk UIN atau PTKIN,” terang Menag saat membuka Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk (UM) PTKIN 2024 di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung Senin (24/6/2024).

Pihaknya mengatakan panitia bisa belajar dari cerita sukses madrasah. "Madrasah hari ini menjadi tempat belajar yang diburu oleh anak-anak kita, bahkan sudah melampaui sekolah-sekolah umum. Pasti ada success story ada di dalam madrasah yang bisa kita ambil hikmah atau cara kita mempromosikan PTKIN sehingga jumlah peminat dan pendaftar sama,” sambung Menag.

“Menurut saya, kalau tidak disebut sebagai kekurangan, mungkin ada yang luput dari cara pandang kita merekrut anak-anak masuk ke PTKIN,” ia menambahkan.

Menag menandaskan, Sistem Seleksi Elektronik ujian masuk PTKIN jika dibedah lagi cukup menjadi cara mengajak anak-anak berkuliah di PTKIN.

"Secara tidak langsung sebenarnya kita menyadari warna digital itu jadi dunia anak sekarang, tetapi di lain sisi, cara mempromosikan perguruan tinggi kita belum mengikuti dunia anak-anak kita. Saya tidak banyak menemui, misalnya PTKIN yang secara agresif mau memberitakan atau menyampaikan, cerita PTKIN di media sosial seperti Instagram, Facebook, Tiktok tentang PTKIN,” ujarnya.

Ia melihat tidak banyak PTKIN yang sangat agresif melakukan penetrasi di media sosial. Ia meminta tiap-tiap PTKIN perlu membuat tim yang secara khusus bermain di media sosial, lebih aktif membicarakan soal kampus.

"Karena tanpa itu, saya kira juga akan berat, anak-anak kita itu lebih banyak berinteraksi dengan media sosial dibanding dengan kita, mereka mendapatkan informasi jauh lebih banyak dari media sosial dibanding melalui kita secara offline," ujarnya.

"Tidak cukup kalau hanya mengandalkan forum-forum offline, berapa yang bisa kita jangkau, intervensi ke media sosial itu penting dan yang tidak kalah penting adalah kontennya," tegasnya.

Menag mengimbau agar konten PTKIN di media sosial jangan. "Kontennya harus memiliki cara berpikir anak-anak sekarang tanpa harus menyebut PTKIN mana saya sudah melihat PTKIN yang sudah mulai bermain di media sosial, tetapi kontennya kurang menarik," ucapnya.

Hadir secara luring Rektor UIN Sunan Gunung Djati Rosihon Anwar, Direktur Diktis Ahmad Zainul Hamdi, Sekretaris Forum Rektor Sumper Mulia Harahap, Ketua Panitia UM PTKIN Nyayu Khodijah, sejumlah rektor PTKIN, dan panitia lokal yang hadir secara daring.


Editor:
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo