Penelitian Ini Ungkap Cara Mengenali Orang Kaya atau Miskin dari Bentuk Wajahnya

Penelitian Ini Ungkap Cara Mengenali Orang Kaya atau Miskin dari Bentuk Wajahnya

Arina.id - Ada-ada saja riset yang dilakukan tim peneliti dari University of Glasgow Inggris ini. Jika penelitian ini benar, mungkin kalian akan bisa mengenali teman dekat sedang memiliki simpanan banyak uang atau tidak di bank hanya dengan melihat bentuk wajah mereka.

Namun sekali lagi ini hasil riset, bahwa kemudian sebagai muslim anda lebih mempercayai bahwa urusan kaya atau miskin itu merupakan takdir dari Allah SWT juga bukanlah sesuatu yang keliru. Percaya pada takdir adalah bagian dari tanda keimanan seseorang kepada Tuhan.

Adapun soal riset wajah ini terungkap dari hasil studi yang dilakukan para peneliti Fakultas Psikologi dan Ilmu Saraf dari University of Glasgow pada 2024 lalu, di mana hasilnya mengungkapkan bahwa sangat mungkin mengenali orang kaya atau miskin dari bentuk wajah mereka. Hasil riset unik tersebut diulas dalam Journal of Experimental Psychology (APA).

Dikutip dari UNILAD.com, makalah itu berjudul: "facial features linked to stereotypes and social class perception" atau "ciri-ciri wajah terkait dengan stereotip dan persepsi kelas sosial". Cara kerjanya, para ilmuan meminta para peserta mempelajari berbagai wajah tiga dimensi (3D) yang sudah disiapkan oleh peneliti.

Fokus pertanyaannya adalah: "Apa yang membuat seseorang tampak memiliki kelas sosial lebih tinggi atau lebih rendah (atau apa yang membuat seseorang tampak kaya atau miskin), dan bagaimana penampilan tersebut dihubungkan dengan persepsi kompetensi, kehangatan, dominasi, dan kepercayaan?"

Para peserta, yang semuanya berkulit putih dengan latar belakang budaya Barat, pertama kali ditugaskan untuk melihat berbagai model wajah 3D. Setelah mengenali struktur wajah, mereka harus menilai cepat tentang kekayaan dan status sosial mereka, sekaligus memutuskan apakah orang tersebut tampak kompeten, hangat, dominan atau bisa dipercaya.

Lalu apa perbedaan antara wajah 'kaya' dan 'miskin'?

Penelitian menemukan bahwa wajah-wajah yang dianggap 'kaya' oleh para peserta, ternyata dianggap memiliki aura yang nampak bisa dipercaya, dengan pahatan fitur-fitur wajah yang jelas, alis terangkat dan pipi terlihat kemerahan.

Berbeda dengan wajah yang dipersepsikan miskin. Para peserta mengidentifikasi fitur wajahnya mulai dari posisi alis lebih rendah atau menunduk, dagu lebih pendek, mulut lebih rendah dengan warna kulit nampak lebih pucat, sehingga membuat wajah tersebut nampak lebih dingin dan tidak bisa dipercaya. 

Penulis makalah utama studi tersebut, Dr Thora Bjornsdottir, menjelaskan jenis penilaian yang hanya berdasarkan penampilan dapat memiliki efek jangka panjang bagi individu-individu tersebut.

"Orang-orang yang dianggap memiliki kelas sosial tinggi atau rendah, masing-masing juga sering dianggap memiliki sifat-sifat yang menguntungkan atau merugikan."

"Penilaian semacam itu terbentuk bahkan hanya dari penampilan wajah, dan ini dapat memiliki konsekuensi yang besar, termasuk merugikan mereka yang dianggap berasal dari kelas sosial rendah. Stereotip yang kita pegang sangat memengaruhi persepsi kita."

"Kesan kita terhadap orang lain dapat menguntungkan atau merugikan mereka (orang yang kita nilai itu)."

Para spesialis dari Universitas Glasgow juga menunjukkan bahwa wajah-wajah yang dianggap 'miskin' nampak terlihat kecil, memiliki fitur wajah yang bulat, dan mirip anak-anak.

Namun pada saat yang sama, wajah-wajah yang digambarkan 'kaya' menurut mereka sangat mudah dikenali, agak lonjong dengan fitur gampang didefinisikan: memiliki hidung menonjol, senyum terangkat dengan dahi lebih tinggi. Mereka yang disurvei mengatakan bahwa karakteristik semacam itu membuat mereka terlihat lebih dominan, cakap dan jujur.

Profesor Rachael Jack, pakar komputasi kognisi sosial menambahkan: "Penelitian kami menunjukkan bagaimana atribut wajah tertentu memainkan peran penting dalam menghubungkan persepsi kelas sosial dengan stereotipe yang terkait."

"Temuan ini tidak hanya berharga untuk memajukan pemahaman kita tentang teori-teori penting persepsi sosial, tapi juga bisa membantu mengintervensi masa depan yang dirancang untuk mengatasi persepsi-persepsi yang bias."


Editor:
Al-Quran Digital

Edukasi Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo