Puasa adalah ibadah yang tidak hanya mewajibkan kita untuk menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga mengajak kita menjaga perilaku dan meningkatkan kualitas spiritualitas. Selain hal itu, ternyata puasa berpotensi memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh jika proses pelaksanaannya dijalankan dengan tepat.
Selama menjalani puasa, kita perlu berhati-hati agar kebiasaan tertentu tidak justru merugikan kesehatan. Banyak orang merasa perlu mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan saat berbuka atau pun sahur karena khawatir kebutuhan tubuh akan beragam zat tidak terpenuhi.
Namun, ternyata ketika hal itu dilakukan apalagi secara terus-menerus justru dapat berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. Agar manfaat puasa tidak terganggu, penting untuk mengetahui hal-hal yang perlu dihindari, baik dari segi pola makan, kebiasaan, maupun gaya hidup sehari-hari.
Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar tubuh bisa menerima manfaat puasa secara maksimal:
Mengonsumsi Makanan Asin ketika Sahur
Helmyati dalam Menjaga Pola Makan Saat Puasa (19/4/2022) menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan asin yang akan meningkatkan asupan natrium yang masuk ke dalam tubuh.
Kebiasaan itu dapat meningkatkan keinginan buang air kecil setelah mengonsumsi minuman saat sahur. Selain itu, mengonsumsi makanan asin dalam jumlah berlebih juga dapat menyebabkan mulut kering dan haus.
Hal itu terjadi karena tubuh meningkatkan rasio keseimbangan natrium dan cairan untuk merespons peningkatan natrium. Oleh karena itu, membatasi konsumsi garam atau makanan tinggi natrium lainnya seperti saus, kecap asin, dan makanan kaleng saat sahur sangat dianjurkan.
Melewatkan Sahur
Sahur adalah aktivitas yang sangat penting untuk dilakukan sebelum membiarkan tubuh berpuasa dalam waktu lama. Ketika sahur, tubuh akan menyimpan nutrisi dan stamina untuk menjalani beragam aktivitas.
Melewatkan waktu sahur sama halnya dengan membiarkan tubuh kita menjadi lemah dan tidak bertenaga, apalagi jika keesokan harinya harus melakukan banyak pekerjaan.
Kebiasaan untuk selalu melewatkan sahur dapat menyebabkan kita tidak fokus dalam bekerja, mudah lelah, dehidrasi, pusing, gangguan pencernaan, dan beragam efek negatif lainnya.
Makan Berlebihan Saat Berbuka
Saat berbuka puasa, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia UGM (19/4/2022) menyarankan untuk menghindari mengonsumsi makanan berat secara langsung karena dapat memberikan beban tambahan pada pencernaan.
Selain itu, ketika berbuka dalam jumlah yang terlalu banyak dapat berpotensi membuat perut terasa sesak. Berbuka bisa dimulai dengan air putih, kemudian makanan manis sedikit demi sedikit, dan makanan utama dengan selang waktu setengah atau satu jam.
Berdiam Diri Seharian
Meskipun puasa akan terasa melelahkan secara fisik dan membuat tubuh terasa lemah, sangat tidak disarankan untuk menghabiskan waktu dengan berdiam diri selama sehari penuh. Cornell Health menyarankan untuk tetap melakukan beragam aktivitas dan berolahraga secara rutin.
Jika biasanya aktivitas olahraga sering dilakukan di pagi hari, kita dapat mengganti waktu olahraga menjadi malam, setelah berbuka puasa atau tarawih. Olahraga berat tidak dianjurkan saat siang hari karena dapat menyebabkan dehidrasi, tapi bisa diganti dengan berpikirlah lebih rileks, jalan santai, atau beberapa aktivitas peregangan.
Langsung Tidur Setelah Sahur
Tidur selepas sahur biasanya menjadi hal yang dipilih banyak orang. Aktivitas ini perlu untuk dihindari karena dapat membuat asam lambung naik ke kerongkongan dan muncul masalah pada saluran cerna atas.
Selain itu, jumlah oksigen dalam otak juga akan berkurang, dan makanan yang belum dicerna secara optimal akan berbalik ke kerongkongan.
Tidur setelah sahur yang dilakukan secara terus-menerus bisa berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan dan penyakit seperti stroke, maag, hingga refluks asam lambung (Gerd). Jika ingin memutuskan untuk tidur kembali, sebaiknya menunggu hingga 2-3 jam setelah sahur agar makanan yang dikonsumsi dapat dicerna tubuh dengan baik.
Konsumsi Makanan Olahan atau Fast Food
Alda Attina melalui penelitiannya Fasting: How to Guide (7/5/2021) menyarankan untuk menghindari junk food dan makanan yang mengandung banyak kalori karena akan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Minuman bersoda dan beralkohol juga sebaiknya dihindari sebelum dan saat berpuasa.
Alda menyarankan untuk mengonsumsi real food seperti biji-bijian, buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan, dan protein. WHO dalam Stay Healthy during Ramadan (28/5/2017) juga menganjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan berlemak, gorengan, olahan, pedas, atau asin saat Ramadan karena makanan tersebut akan menambah rasa haus ketika berpuasa.
Minum Air Berlebihan ketika Sahur
Karena tidak ingin kehausan saat berpuasa, biasanya orang akan minum sebanyak-banyaknya air saat sahur. Cairan memang sangat dibutuhkan tubuh saat berpuasa agar tidak terkena dehidrasi. Namun, terlalu banyak minum saat sahur justru dapat memperburuk kesehatan.
Ketika terlalu banyak minum saat sahur, setelahnya akan menyebabkan sering buang air kecil. Kebiasaan itu justru akan membuat kita cepat haus. Jika ingin meminum air dalam jumlah yang banyak, disarankan untuk minum di antara waktu berbuka puasa hingga sahur tiba.
Mulai Aktif Mencari Informasi
Selain beberapa hal di atas, sangat penting untuk menambah pengetahuan perihal kesehatan dari beragam sumber. Kita bisa memanfaatkan beragam media yang semakin berkembang untuk mendapatkan informasi, misalnya lewat buku, beragam website, sosial media, hingga film.
Sebuah film yang dapat dijadikan rujukan adalah Hack Your Health: The Secret of Your Gut (Anjali Nayar, 2024). Karya tersebut adalah salah satu sinema yang dapat menstimulasi penonton memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.
Dokumenter itu menjelaskan cara kerja usus yang kerap tidak begitu diperhatikan. Hack Your Health: The Secret of Your Gut memungkinkan kita untuk bisa menyadari betapa pentingnya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dalam keseharian. Hal itu semakin dibutuhkan tubuh, apalagi dalam keadaan berpuasa.
Editor:


