Lagi Berteduh Terjebak Hujan Angin dan Petir, Doa Apa yang Harus Dibaca?

Lagi Berteduh Terjebak Hujan Angin dan Petir, Doa Apa yang Harus Dibaca?

Arina.id - Bulan November 2025 ini sebagian besar wilayah Indonesia masuk musim hujan. Hujan bakal mengguyur sampai beberapa bulan ke depan. Sebagai muslim, tentu harus prepare sebelum beraktivitas di luar rumah; perjalanan ke sekolah, kuliah, bekerja, berdagang, atau jenis aktivitas luar ruangan lainnya.

Sebelum keluar rumah, penting memantau prakiraan cuaca, kemudian menyiapkan perlengkapan dalam perjalanan: bawa jas hujan atau payung. Kemudian berhati-hati saat di jalan, jangan lupa berteduh saat hujan.

Apalagi menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan bisa turun dalam intensitas ringan, sedang, hingga deras. Hujan juga ada kalanya disertai angin, guntur dan petir. Ingat, dalam banyak kesempatan BMKG mengingatkan jangan berteduh di bawah pohon saat hujan angin dan petir, sebisa cari tempat berlindung yang aman.

Sebagai muslim, tentu ada amalan doa tertentu ketika hujan dan petir agar, dengan harapan memohon keselamatan kepada Allah. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 315-316 menyebutkan doa yang bisa dibaca oleh umat Islam ketika mendengar suara guruh atau petir. 

Diriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dengan sanad yang dhaif, Ibnu Umar radliyallâhu ‘anhumâ berkata: Sesungguhnya jika Rasulullah saw mendengar suara guruh dan petir beliau mengucapkan:

اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَالِكَ 

Allâhumma lâ taqtulnâ bighadlabika wa lâ tuhliknâ bi‘adzâbika wa ‘afinâ qabla dzâlika. 

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan kemarahan-Mu, dan janganlah Engkau hancurkan kami dengan siksa-Mu, dan selamatkanlah kami sebelum hal itu terjadi.” 

Selain doa tersebut, Imam Nawawi juga meriwayatkan dalam kitab al-Muwatha’ dengan sanad yang sahih. Abdullah bin Zubair radliyallâhu ‘anhhumâ jika mendengar petir beliau meninggalkan obrolan dan membaca: 

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ 

Subḫânal ladzî yusabbiḫur ra‘du biḫamdihî wal malâ’ikatu min khîfatih. Baca Juga: Doa Rasulullah ketika Datang Angin Kencang 

Artinya: “Mahasuci Allah yang petir itu bertasbih memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.” 

Para ulama menjelaskan dari Ibnu Abbas radliyallâhu ‘anhuma, dia berkata bahwa saat menempuh perjalanan bersama Umar radliyallâhu ‘anhu, tidak lama kemudian datang guruh, petir, dan hujan. Mereka pun lantas membaca doa yang kedua itu sebanyak 3 kali, akhirnya rombongan itu selamat dari potensi malapetaka yang dibawa guruh/petir.   

Sementara itu, Imam Syafi'i meriwayatkan dalam kitab al-Umm dengan sanadnya yang sahih, dari Thawus, salah seorang tabi‘in, ketika mendengar suara petir dia membaca: 

سُبْحَانَ مَنْ سَبَّحَتْ لَهُ 

Subḫâna man sabbaḫat lahu

Artinya: “Mahasuci Allah yang guruh/petir itu bertasbih kepada-Nya”. Saat membaca doa tersebut, Imam Syafi'i seolah-olah membaca Surat Ar-Ra‘du ayat 13:

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ

Artinya: "Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya."  

Itulah doa yang dibaca ketika mendengar suara guruh atau petir. Dengan membaca doa tersebut diharapkan kehadiran petir tidak membawa mudarat bagi kehidupan manusia. Wallâḫu a‘lam.


Editor:
Al-Quran Digital

Islami Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo