Nabi Musa adalah salah satu nabi yang sangat dihormati tak hanya dalam agama Islam, namun agama Yahudi, dan Kristen. Kisah hidup beliau penuh dengan ibrah (arti kehidupan yang bisa dijadikan inspirasi) dan mukjizat yang luar biasa. Salah satu mukjizat terbesar yang sering diceritakan adalah tongkat Nabi Musa.
Tongkat Nabi Musa ini bukan hanya alat biasa, tetapi benda yang penuh dengan keajaiban dari Allah. Dengan tongkat itu, Nabi Musa bisa membelah laut, mengubahnya menjadi ular, dan mengalahkan para penyihir Firaun.
Dalam Al-Qur'an Surat Al-A’raf ayat 117, Allah swt berfirman tentang kehebatan tongkat Nabi Musa
وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَلْقِ عَصَاكَۚ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ
Artinya: “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka."
Ayat ini menggambarkan betapa hebatnya mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa. Namun, ada sesuatu yang menarik dan tak banyak diketahui orang tentang tongkat ini, yakni kisah menarik tentang empat orang celaka yang namanya tertulis di tongkat Nabi Musa.
Lalu, siapa sebenarnya empat orang celaka yang tertulis di tongkat Nabi Musa?
Dalam literatur islam tepatnya dalam kitab Fawaid Al Mukhtarah dijelaskan terkait 4 orang celaka yang tertulis di tongkat Nabi Musa AS. Berikut penjelasnnya;
قالوا: مكتوب في عصا موسى أن العالم إذا لم يعمل بعلمه يكون هو وإبليس سواء، والوالي إذا لم يعدل بين الناس يكون هو وفرعون سواء، والتاجر إذا لم يُنفق أمواله فيما فرض الله عليه ولم يجمعها من حل يكون هو وقارون سواء، والفقير إذا لم يصبر على فقره يكون هو والكلب سواء
Artinya: “Para ulama pernah berkata: di tongkat Nabi Musa tertulis keterangan bahwa seorang ulama yang tidak mengamalkan ilmunya, maka dia dan Iblis adalah sama. Seorang pemimpin yang tidak berlaku adil di antara orang-orang, maka dia dan Fir’aun adalah sama. Seorang pedagang yang tidak membelanjakan hartanya sesuai dengan yang Allah wajibkan dan tidak mengumpulkannya dari cara yang halal, maka dia dan Qarun adalah sama. Dan seorang fakir yang tidak bersabar dengan kefakirannya, maka dia dan anjing adalah sama.”
Dengan demikian 4 orang celaka yang tertulis di tongkat Nabi Musa As adalah sebagai berikut: ulama yang tidak mengamalkan ilmunya yang disamakan dengan iblis, pemimpin yang tidak adil yang disamakan dengan Fir’aun, pedagang yang tidak jujur yang disamakan dengan Qarun, dan fakir yang tidak bersabaryang disamakan dengan anjing.
Dari empat orang celaka yang tertulis di tongkat Nabi Musa. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil salah satunya terkait bagaimana seharusnya kita hidup. Kisah ini mengajari kita bahwa ada konsekuensi besar bagi mereka yang tidak menjalani hidup dengan benar.
Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bis shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor:


