Jangan Sepelekan! Jadi Tetangga yang Baik Dapat Jaminan Surga

Jangan Sepelekan! Jadi Tetangga yang Baik Dapat Jaminan Surga

Dalam sebuah kisah, ada seorang lelaki mengadu kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah, ada seorang (wanita) yang terkenal dengan banyak shalat, seringnya berpuasa dan bersedekah, hanya saja ia menyakiti tetangganya dengan lisannya," Maka Rasulullah menimpali, "Dia di neraka."

Lelaki itu kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang terkenal dengan sedikit puasa, sedekah dan shalatnya, ia hanya bersedekah dengan sepotong keju, tetapi ia tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya, " maka Rasulullah bersabda, "Dia di surga".

Kisah dalam dialog itu atas tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad No. 9298 sebagai berikut:

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari (No. 5994), Rasulullah SAW menegaskan, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam, jangan ia menyakiti tetangganya, dan hendaknya ia memuliakan tamunya.

 ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جارَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ 

Artinya: “Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Muslim).

Tetangga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang rumahnya berdekatan atau sebelah-menyebelah; jiran atau orang yang tempat tinggalnya (rumahnya) berdekatan. Sedangkan bertetangga adalah menjadi tetangga atau mempunyai tetangga.

Beberapa ulama memberikan batasan tetangga adalah penghuni rumah yang berlokasi di samping rumah dalam batas empat puluh rumah di setiap arah rumah; timur, barat, utara dan selatan.

Al-Qur’an menggandengkan dalam uraiannya kewajiban mengesakan Allah dan berbakti kepada kedua orang tua dengan kewajiban berbuat baik kepada tetangga, baik tetangga itu kerabat maupun bukan. Tetangga yang dimaksud bukan saja Muslim, tetapi juga yang non-muslim.

Agama Islam banyak memberikan petunjuk serta pesan-pesan berkenaan dengan kehidupan bertetangga. Al-Qur’an telah menempatkan tetangga pada kedudukan yang mulia. Begitu tinggi kedudukan tetangga, sampai-sampai Rasulullah saw mengedepankan penghormatan kepada tetangga dengan keimanan pada Allah swt dan hari akhir. Ini membuktikan, bahwa Rasulullah saw telah menggariskan ketentuan yang sangat tegas bagi kaum muslim agar mereka selalu menghormati dan berbuat baik kepada tetangga.

Berbuat baik kepada tetangga tidak cukup hanya dengan mencegah pengenayiayan terhadap tetangganya atau melindunginya dari tangan-tangan yang jahil dan dzalim. Akan tetapi dalam hal ini, harus diwujudkan dengan tindakan nyata, dari segala sisi, misalnya:

  1. Melakukan ta’ziyah ( kunjungan duka cita)
  2. Memberikan ucapan selamat ketika tetangganya meraih kesuksesan tanpa melibatkan rasa iri dan dengki
  3. Berbuat baik kepada tetangga yang muslim dan non muslim
  4. Memberi tetangganya makanan, terlebih dahulu jika ia seorang fakir
  5. Membantu tetangganya dengan harta jika ia membutuhkan
  6. Turut merasakan kegembiraan dan kesedihan tetangganya
  7. Menjenguknya apabila ia sakit
  8. Mendatangi undanganya
  9. Memberi nasihat untuk perkara yang dipandang itu baik
  10. Menuntun kepada kebaikan
  11. Menasehati tetangga, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegahnya dari perkara mungkar.

Rasulullah SAW menetapkan bahwa berbuat baik kepada tetangga dan tidak menyakiti mereka merupakan tanda-tanda beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan sekaligus sebagai kesimpulan yang pasti dari perbuatan-perbuatan baik yang lainnya. Karena itu, berhati-hatilah! Jangan sakiti tetangga. Sebab, tetangga bisa menjadi salah satu jalan pembuka pintu surga. Tapi, jika kita buruk dalam bertetangga, bisa menggelicirkan kaki kita ke jurang neraka.

Selain itu, Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk berbuat baik terhadap tetangga. Tujuannya tidak lain hanyalah untuk memperkuat solidaritas sesama manusia, atau sesama umat Islam. Rasululllah SAW mengajarkan agar kita selalu berbuat baik terhadap sesama manusia siapapun itu. Baik orang Islam maupun non muslim. Sejarah mencatat bahwa Nabi saw., masih mau mengunjungi wanita tua yang suka meludahi beliau ketika lewat. Bahkan Nabi merupakan orang yang pertama kali mengunjunginya ketika sakit.

Ibn Hajar dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa keimanan seseorang tidak akan sempurna jika dia tidak mau memuliakan tetangganya. Selain itu, ulama salaf telah membuat barometer tentang tetangga yang baik. Bahwa orang yang mempunyai tetangga yang baik sama halnya dengan mendapatkan nikmat yang tidak bisa ditukar dengan uang atau mendapatkan untung yang tidak bisa dihargai dengan harta duniawi.

 


Editor:
Al-Quran Digital

Khazanah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo