Berkhayal dalam Sholat, Hukum dan Tips Agar Bisa Khusyuk

Berkhayal dalam Sholat, Hukum dan Tips Agar Bisa Khusyuk

Arina.id - Sholat merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam yang menjadi wujud ketaatan dan penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT. Namun, dalam praktiknya, banyak di antara kita yang sulit menjaga kekhusyukan selama sholat. Pikiran sering kali melayang, memikirkan pekerjaan, urusan rumah tangga, atau bahkan hal-hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ibadah.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah sholat yang dilakukan sambil mengkhayal tetap sah? Apakah lamunan dan pikiran yang berkelana bisa membatalkan sholat?

Apa Itu Khusyuk dalam Sholat?

Khusyuk merupakan ruh dari sholat. Tanpa kekhusyukan, ibadah yang dilakukan terasa hampa. Syekh Muhammad bin Bir Ali al-Barkuli (wafat 981 H) dalam kitab at-Thariqah al-Muhammadiyah menjelaskan makna khusyuk sebagai berikut:

هُوَ قِيَامُ الْقَلْبِ بَيْنَ يَدَيْ الْحَقِّ بِهَمٍّ مَجْمُوعٍ

Artinya: “Khusyuk adalah hati yang berdiri di hadapan Allah Yang Maha Benar dengan kesedihan yang mendalam.” (Al-Barkuli, at-Thariqah al-Muhammadiyah, juz III, hlm. 98)

Artinya, khusyuk bukan hanya sekadar menundukkan kepala atau bersikap tenang, tetapi lebih pada konsentrasi hati dan kesadaran penuh bahwa ia sedang berhadapan dengan Allah SWT.

Sholat Sambil Mengkhayal: Sah Tapi Makruh

Imam Nawawi dalam Fatawa Al-Imam An-Nawawi memberikan penjelasan penting terkait hukum orang yang sholat sambil berkhayal. Menurut beliau, sholatnya tetap sah, tetapi hukumnya makruh, karena hatinya tidak hadir sepenuhnya. Imam Nawawi berkata:

إذا فكر في صلاته في المعاصي والمظالم ولم يحضر قلبه فيها ولا تدبر قراءتها هل تبطل صلاته أم لا؟ أجاب رضي الله عنه: تصح صلاته وتكره

Artinya: “Jika seseorang memikirkan kemaksiatan atau kezhaliman saat sholat hingga hatinya tidak fokus dan tidak merenungi bacaannya, apakah sholatnya batal? Jawaban: sholatnya sah, namun makruh.”

Dari penjelasan ini, para ulama menegaskan bahwa lamunan atau khayalan tidak membatalkan sholat, selama tidak mengucapkan kata-kata di luar bacaan sholat atau melakukan gerakan yang bukan bagian dari ibadah.

Mengapa Sholat Bisa Kurang Khusyuk?

Ketidakfokusan dalam sholat sering kali disebabkan oleh pikiran yang belum tenang. Aktivitas padat, tekanan pekerjaan, bahkan emosi yang belum reda bisa ikut terbawa ke dalam sholat. Akibatnya, sholat dijalankan hanya sebagai rutinitas, bukan dialog spiritual antara hamba dan Tuhannya.

Padahal, Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Artinya: “Sungguh beruntung orang-orang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk dalam sholatnya.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 1–2)

Ayat ini menjadi peringatan bahwa kekhusyukan bukan sekadar anjuran, melainkan kunci keberuntungan dan kesempurnaan ibadah.

Tips Agar Tidak Mengkhayal Saat Sholat

Syekh Izzuddin bin Abdissalam (wafat 660 H) dalam kitab al-Qawa’id al-Kubra atau Qawa’id al-Ahkam fi Mashalih al-Anam memberikan panduan penting untuk menjaga kekhusyukan dalam sholat. Beliau menegaskan bahwa setiap gerakan dalam sholat memiliki makna dan penghayatan tersendiri yang harus disertai kesadaran penuh.

فَإِنَّ الْمُصَلِّي مَأْمُورٌ إِذَا قَرَأَ الْقُرْآنَ أَنْ يُلَاحِظَ مَعَانِيهِ فَإِنْ كَانَ فِي آيَةِ وَعِيدٍ خَافَهُ وَإِنْ كَانَ فِي آيَةِ وَعْدٍ رَجَاهُ...

Artinya: “Orang yang sholat diperintahkan untuk memperhatikan makna setiap ayat yang dibaca. Jika ayat itu berisi ancaman, maka hendaknya ia takut. Jika berisi janji, maka ia berharap rahmat Allah.” (al-Qawa’id al-Kubra, juz I, hlm. 353)

Dengan kata lain, setiap bacaan dalam sholat seharusnya diresapi, bukan sekadar dilafalkan. Berikut beberapa tips agar tidak menghayal saat sholat:

  • Perkuat niat dan kesadaran bahwa Anda sedang berdialog dengan Allah.
  • Pahami makna bacaan sholat, terutama ayat-ayat yang sering diulang.
  • Jaga pandangan dan posisi tubuh, agar tidak terganggu oleh hal-hal di sekitar.
  • Lakukan sholat di tempat yang tenang dan bersih, jauh dari gangguan.
  • Hadiri sholat berjamaah, karena suasana jamaah dapat menumbuhkan kekhusyukan.

Kesimpulannya, sholat sambil mengkhayal hukumnya sah, tetapi makruh. Karena itu, seorang Muslim sebaiknya berupaya menjaga kekhusyukan hati agar ibadahnya bernilai sempurna di sisi Allah.

Khusyuk tidak datang tiba-tiba, melainkan hasil latihan jiwa dan keikhlasan. Semakin sering seseorang melatih hatinya untuk sadar akan kehadiran Allah, semakin mudah ia mencapai kekhusyukan dalam setiap rakaat sholatnya. ingatlah, “Sholat bukan sekadar gerakan tubuh, melainkan perjalanan hati menuju Tuhan.”. Wallahu a'lam.


Editor:
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo