Arina.id— Di tengah derasnya arus konten hiburan yang berseliweran di media sosial, pemuda 23 tahun muncul dengan pendekatan berbeda. Willie Salim, kreator konten asal Toboali, Bangka Belitung, menjadi sorotan karena konsistensinya melalui konten berbagi dan aksi sosial.
Kini, namanya berada di antara jajaran kreator dunia dengan jumlah pengikut mencapai lebih dari 80,5 juta di TikTok, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di platform tersebut. Angka itu terverifikasi melalui data SocialBlade, sebuah situs analitik yang melacak dan menganalisis statistik pertumbuhan pengikut, engagement, dan estimasi pendapatan dari platform seperti YouTube, Twitch, Instagram, dan TikTok.
Willie lahir pada 27 Mei 2002 di Bangka Belitung. Masa kecilnya dihabiskan dalam kesederhanaan, tanpa latar belakang keluarga kaya atau koneksi besar. Ketika memasuki bangku SMA, ia dan orang tuanya pindah ke Jakarta demi mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Di ibu kota, Willie berkesempatan diterima di sekolah menengah internasional di Jakarta.
Minat Willie pada dunia digital muncul sejak ia membuat kanal YouTube pada 2014. Namun, titik balik terjadi pada 2020, ketika ia mulai aktif di TikTok dan membuat konten sederhana berupa vlog kehidupan sehari-hari.
Ayo Borong menjadi konten yang kemudian membuat namanya melambung. Willie membeli habis dagangan pedagang kecil kemudian membagikannya kepada orang lain. Tanpa skenario, tanpa naskah dibuat-buat, tanpa eksploitasi emosi.
Konsep sederhana itu menjelma menjadi gerakan solidaritas digital, menarik jutaan hati dan memicu gelombang dukungan.
Aksi Kemanusiaan Menuju Gaza
Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Willie. Ketika kabar mengenai krisis kemanusiaan di Gaza memenuhi lini masa dunia, Willie memilih turun langsung ke lapangan. Ia membawa sendiri logistik berupa makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar melalui jalur perbatasan Mesir.
Proses penggalangan dana dilakukan secara transparan, agar setiap penyumbang dapat memantau perkembangan penyaluran bantuan dari awal hingga selesai.
Seiring meningkatnya pengaruh dan kepercayaan publik, Willie juga pernah menghadapi badai kritik. Konten memasak 200 kilogram rendang di Benteng Kuto Besak, Palembang, memicu polemik dan kecaman masyarakat yang menilai aksi tersebut menyinggung identitas budaya setempat. Berbagai pihak bahkan melaporkannya ke polisi dan menuntut permintaan maaf secara adat.
Alih-alih menghindar, Willie menjadikan peristiwa itu sebagai refleksi tentang tanggung jawab moral seorang figur publik, terutama ketika berada dalam sorotan jutaan mata.
Selain TikTok, kanal YouTube Willie kini memiliki puluhan juta pelanggan, sementara Instagram menjadi ruang untuk membagikan dokumentasi proses berbagi dan perjalanan aksi sosialnya.
Editor:


