Tetap Sehat Saat Musim Hujan, Bagaimana Caranya?

Tetap Sehat Saat Musim Hujan, Bagaimana Caranya?

Arina.id -- Jelang akhir tahun 2024 sebagian besar wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim hujan. Intensitas hujan dengan skala ringan sampai besar mulai sering terjadi.

Umumnya pada awal musim hujan, peluang besar terjadinya turun hujan terjadi jelang sore hingga malam hari. Namun secara bertahap hal tersebut akan terus meningkat, seiring memasuki puncak musim hujan.

Di Indonesia musim hujan kerap kali berawal dari bulan Oktober lalu terus berlanjut hingga Maret. Hal ini bisa ditandai dengan meningkatnya curah hujan pada wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Sumatera dan Jawa.

Sementara puncak musim hujan umum terjadi pada Desember sampai Februari. Pada periode ini seluruh wilayah Indonesia sudah mengalami peningkatan intensitas hujan yang sangat tinggi.

Musim hujan yang terjadi di wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh pola pergerakan angin muson, yang membawa uap air dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Ketika memasuki puncaknya, curah hujan bahkan bisa mencapai lebih dari 150 mm per bulan. Hujan biasa datang terus-menerus tanpa jeda. Awan gelap menutup langit, frekuensi petir tinggi, dan terjadi perubahan suhu udara. Puncak musim hujan juga dapat meningkatkan resiko bencana alam, seperti: banjir, angin ribut, dan tanah longsor.

Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat mengganggu kesehatan. Terdapat beberapa penyakit yang beresiko lebih tinggi ketika musim hujan. Misalnya: diare, tifus, demam berdarah, flu, bronkitis, serta asma.  

Oleh karenanya sangat penting untuk menjaga kesehatan ketika memasuki musim penghujan, termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Berikut sejumlah tips agar tubuh tetap sehat sepanjang musim hujan, sebagaimana dianjurkan oleh kemkes.go.id:

Gunakan Pakaian Hangat

Untuk mengurangi efek suhu udara dingin, akan lebih baik selalu tersdia dan gunakan pakan hangat. Ketika suhu dingin, tubuh akan lebih cepat kehilangan panas.

Pakaian hangat dapat membantu menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. Mengenakan pakaian hangat juga mengurangi resiko hipotermia dan menggigil akibat suhu dingin yang ekstrem.

Sedia Payung dan Jas Hujan

Payung dan jas hujan berfungsi melindungi diri dari efek air hujan. Dengan menggunakan perlengkapan tersebut, maka tubuh terhindar dari basah karena hujan. Hal ini tentu saja dapat mengurangi resiko terkena gangguan kesehatan, seperti: batuk, pilek, dan demam.

Jaga Kebersihan Lingkungan Rumah

Menjaga kebersihan lingkungan wajib dilakukan sepanjang hari, terutama saat memasuki musim penghujan. Lingkungan bersih dapat mengurangi resiko munculnya penyakit saat musim hujan, yang bisa timbul akibat sampah, genangan air, dan banjir.

Termasuk menghindari resiko penyakit leptospirosis, yang berasal dari genangan air tercemar urin hewan. Hilangnya genangan air juga bisa mengurangi perkembangan nyamuk penyebar penyakit.

Mengonsumsi Makanan Bergizi

Mengonsumsi makanan yang mengandung gizi berimbang sangat dianjurkan untuk memelihara sistem kekebalan tubuh. Hal ini mengingat saat musim hujan, tubuh bakal lebih rentan terserang penyakit yang diakibatkan oleh virus, bakteri, dan jamur.

Selain itu juga dianjurkan mengonsumsi makanan maupun minuman yang kaya antioksidan, seperti: bayam, teh hijau, dan blueberry. Zat antioksidan sangat membantu dalam melawan radikal bebas serta mengatasi peradangan akibat infeksi.

Mandi Setelah Kehujanan

Mandi setelah terpapar air hujan sangat dianjurkan. Hal tersebut dapat membersihkan tubuh dari berbagai zat polutan yang ikut terbawa air hujan.

Tak hanya itu, air hujan sejatinya juga sangat beresiko membawa bakteri dan jamur, yang beresiko menimbulkan penyakit. Mandi dengan air bersih dan sabun dapat mengatasi resiko tersebut.

Mandi setelah kehujanan juga dianjurkan menggunakan air hangat, untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.


Editor:
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo