Dark
Light
Dark
Light

Serangan Beruang Mematikan, Mongolia Imbau Sekolah Hentikan Kegiatan Luar Ruangan

Serangan Beruang Mematikan, Mongolia Imbau Sekolah Hentikan Kegiatan Luar Ruangan

Ulan Bator, Arina.id — Mongolia memperingatkan sekolah dan taman kanak-kanak agar menghindari kegiatan luar ruangan di kawasan hutan dan pegunungan setelah serangan beruang menewaskan seorang pria serta meningkatnya laporan kemunculan satwa tersebut.

Otoritas setempat mencatat 754 laporan kemunculan beruang di negara berpenduduk jarang itu sejak awal 2026. Sebanyak 80 persen di antaranya melibatkan anak beruang atau induk beruang yang ditemani anaknya.

Di ibu kota Ulan Bator saja, tercatat 24 laporan kemunculan beruang yang telah dikonfirmasi. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan dua laporan pada 2018 dan satu laporan pada 2019.

“Karena beruang terlihat di dekat kawasan permukiman, sekolah dan taman kanak-kanak disarankan untuk tidak menyelenggarakan perjalanan atau kegiatan wisata musim gugur secara berkelompok,” demikian pernyataan Kementerian Pendidikan Mongolia, Jumat (9/10/2026).

Kementerian tersebut juga mengingatkan agar anak-anak tidak memasuki kawasan hutan atau pegunungan sendirian. Kegiatan luar ruangan harus dihindari di wilayah berisiko tinggi yang menjadi lokasi kemunculan beruang.

Imbauan tersebut dikeluarkan setelah seekor beruang menewaskan seorang pria dan melukai seorang perempuan secara serius di rumah mereka di pinggiran Ulaanbaatar pada pekan ini.

Kepala Departemen Lingkungan Hidup Kota Ulaanbaatar, Munkhbayar M, mengatakan pria berusia sekitar 40-an tahun dan perempuan berusia 50-an tahun itu diserang pada Rabu (7/10/2026) malam di rumah mereka di Distrik Bayanzurkh.

Sebanyak 35 personel yang terdiri atas penjaga hutan dan polisi dikerahkan untuk mencari beruang tersebut. Operasi pencarian juga menggunakan pesawat nirawak yang dilengkapi kamera pencitraan termal.

“Beruang tersebut ditemukan dan dilumpuhkan di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian yang menewaskan korban,” kata seorang pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Mongolia dalam konferensi pers pada Jumat.

Sekretaris kementerian, Batbayar Shurenchuluun, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa beruang tersebut berjenis kelamin jantan, berusia sekitar enam tahun, dan berada dalam kondisi fisik prima.

Pemerintah Mongolia telah mengizinkan perburuan beruang di wilayah-wilayah yang ditetapkan secara khusus. Pemerintah juga meluncurkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab meningkatnya laporan kemunculan beruang.

Pada Kamis (8/10/2026), pejabat setempat mengungkapkan bahwa seekor beruang yang diburu dan diperiksa di Provinsi Khentii, wilayah timur Mongolia, ditemukan tidak memiliki makanan di dalam lambungnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian otoritas dalam menyelidiki meningkatnya kemunculan beruang di dekat permukiman. Sebelumnya, pada September 2026, pemerintah melarang pemanenan kacang-kacangan dan buah beri dari kawasan pegunungan untuk tahun ini.

Peningkatan kemunculan beruang dan serangan terhadap manusia juga terjadi di Jepang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di pinggiran kota.

Para ahli menyebutkan bahwa fenomena tersebut memiliki penyebab yang kompleks, antara lain perubahan ketersediaan makanan yang mungkin berkaitan dengan perubahan iklim serta berkurangnya populasi penduduk di kawasan perdesaan.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo