Arina.id - Nama Doddy Katamsi dan band Elpamas sangat lekat dengan perjalanan musik rock Tanah Air. Dikenal sebagai vokalis dengan karakter suara kuat, Doddy mendapatkan tempat tersendiri bagi mereka yang tumbuh bersama rock Indonesia era 1990-an.
Kabar kepergiannya menjadi pengingat bahwa waktu memang dapat memisahkan kita dari seorang seniman, tetapi tidak serta-merta menghapus apa yang telah ditinggalkan, terutama jejak-jejak karyanya. Doddy, vokalis Elpamas meninggal dunia hari ini, Kamis, 15 Oktober 2026.
Kabar kematian Doddy Katamsi ini beredar melalui pesan broadcast yang banyak dibagikan di kalangan rekan seniman. "Telah berpulang ke Rahmatullah ayah/adik/kakak kami, Doddy Keswara Kartikajaya bin Amoroso Katamsi pada hari ini, Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 13.15 WIB di RSUI Depok," demikian bunyi pesan tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, Chika, anak Doddy mengatakan jenazah ayahnya rencananya akan dimakamkan esok hari, Jumat, 16 Oktober 2026 di TPU Komplek Hankam Pangkalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
"Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum dan semoga diterima amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya. Amiiin," bunyi pesan dukanya.
Perjalanan musik Doddy Katamsi
Doddy Katamsi lahir dari keluarga seni. Ia pertama kali belajar vokal dari ibunya, maestro seriosa Pranawengrum Katamsi. Ayahnya adalah aktor Amoroso Katamsi.
Doddy dikenal luas lewat Elpamas Band dan Kantata, dua nama penting di panggung rock Indonesia. Ia juga memimpin Seven Years Later, band rock klasik yang dibentuknya sejak 1993.
Pada awal 2012, penyanyi ini meniti karier solo lewat single "Kawin Lagi". Guru vokal para penyanyi papan atas. Di luar panggung, Doddy Katamsi dikenal sebagai pengajar vokal.
Ia mendirikan Bengkel Vocal Dokat dan pernah menjadi vocal coach Indonesian Idol musim kedua dan X Factor Indonesia musim pertama, music director AFI 3, serta juri KDI 5.
Bersama Elpamas, Doddy menjadi bagian dari generasi musisi yang menghadirkan karak kuat, lantang, dan penuh energi. Pada masa ketika musik rock memiliki basis penggemar besar, penampilan dan karakter vokalnya menjadi bagian dari identitas musikal yang melekat pada perjalanan grup tersebut.
Kiprahnya juga berkaitan dengan Kantata Band, sebuah nama penting dalam sejarah musik Indonesia yang memadukan kekuatan musikalitas dengan semangat kritik sosial. Pengalaman bermusik bersama kelompok-kelompok besar tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Doddy tidak hanya berkutat pada kemampuan bernyanyi, tetapi juga pada keterlibatannya dalam dinamika musik Indonesia yang terus berkembang.
Bagi seorang penyanyi rock, suara bukan sekadar instrumen untuk menyampaikan melodi. Suara adalah identitas, ekspresi, sekaligus cara seorang seniman berkomunikasi dengan zamannya. Dalam konteks itulah Doddy Katamsi meninggalkan jejaknya: melalui karakter vokal, pengalaman bermusik, dan dedikasi panjang terhadap dunia yang dicintainya.
Editor: Muhammad Taufiq


