Arina.id – Berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah merupakan impian setiap umat Islam. Di sisi lain, tidak semua orang dapat melaksanakannya karena ibadah haji mensyaratkan adanya istitha’ah, yaitu kemampuan secara fisik dan finansial. Namun demikian, bagi yang belum bisa berangkat ke Tanah Suci, ada amalan yang pahalanya bisa setara dengan haji dan umrah.
Dalam artikel “Inilah Amalan yang Pahalanya Setara dengan Haji dan Umrah”, Ahmad Karomi mengutip hadits Nabi yang mengungkap amalan dengan pahala setara ibadah haji dan umrah. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi itu adalah sebagaimana berikut:
مَن صلَّى الغَداةَ في جَماعةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يذكُرُ اللَّهَ حتَّى تطلُعَ الشَّمسُ ، ثُمَّ صلَّى رَكعتينِ كانت لَه كأجْرِ حَجَّةٍ وعُمرةٍ قالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ : تامَّةٍ تامَّةٍ تامَّةٍ
Artinya: "Barang siapa yang sholat shubuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas sholat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah bersabda, yang sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi)
“Selain amalan tersebut, Ummul Mukminin Aisyah juga mengungkapkan amalan di waktu shubuh yang pahalanya juga sangat besar,” jelas Karomi, dikutip Senin (5/5/2025).
Selanjutnya, Karomi mengutip hadits Nabi yang diriwayatkan Aisyah terkait keistimewaan sholat sunnah qabliyah Subuh. Rasulullah bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Artinya: "Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya." (HR. Muslim)
Dijelaskan Karomi, ada sejumlah istilah yang digunakan untuk menunjukkan sholat dua rakaat sebelum Subuh. Melalui hadits di atas, sebagian ulama menyebutnya dengan sholat sunnah Fajar. Selain itu, ada juga ulama yang menyebutnya dengan sholat qobliyah Subuh, sebagian yang lain menyebutnya sholat sunnah Barad atau dingin karena dilaksanakan ketika waktu masih sangat dingin.
“Dan ada pula yang menamakan sholat sunah ghadat, yaitu sholat sunah yang dilakukan pagi-pagi sekali,” tambah Karomi.
Tata Cara Sholat sebelum Subuh
Untuk melaksanakan sholat dua rakaat sebelum Subuh, Karomi mengutip keterangan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain. Dijelaskan dalam kitab tersebut bahwa niat melaksanakan sholat ini bisa dengan berbagai macam redaksi, di antaranya:
1. Niat sholat sunnah Fajar
أُصَلِّي سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-fajri rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah fajar dua rakaat karena Allah Ta‘ala."
2. Niat sholat sunnah Barad
أُصَلِّي سُنَّةَ الْبَرْدِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-bardi rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Barad dua rakaat karena Allah Ta‘ala."
3. Niat sholat sunnah Subuh
Atau boleh juga yang lebih lengkap sebagai berikut:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatas subhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat sholat sunnah subuh dua rakaat karena Allah Ta‘ala."
Dijelaskan Karomi, ada hal yang harus diperhatikan saat melaksanakan sholat ini, yaitu tidak berlama-lama karena anjurannya memang demikian. Pasalnya, predikat sholat ini adalah sunnah sehingga tidak perlu berlama-lama.
"Walaupun nilainya lebih berharga daripada dunia seisinya," tambah Karomi.
Adapun surat yang dibaca usai membaca Al-Fatihah saat melaksanakan sholat sunnah subuh adalah membaca surat Al-Kafirun dalam rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Bisa juga dengan membaca surat Al-Insyirah pada rakaat pertama dan Surat Al-Fiil pada rakaat kedua.
Anjuran dan Bacaan Doa
Selain itu, dianjurkan juga membaca doa atau wirid khusus. Karomi kemudian menjelaskan sejumlah bacaan doa atau wirid khusus yang bisa dibaca usai melaksanakan sholat sunnah Subuh, yaitu sebagaimana berikut:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ
Yā Ḥayyū, Yā Qayyūm, Lā ilāha illā anta. (40 kali)
Artinya: “Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri, tiada Tuhan selain Engkau.”
Selanjutnya, dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas (11 kali), Surat Al-Falaq (1 kali), dan Surat An-Nas (1 kali). Kemudian, dianjurkan pula membaca doa atau wirid ini:
سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيمِ
Subḥānallāhil-‘Aẓīm
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Astagfirullāh (100 kali)
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Dengan demikian, Karomi menyimpulkan bahwa umat Islam yang belum mempunyai kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci, entah karena masalah fisik atau finansial, tidak perlu berkecil hati karena ada amalan yang pahalanya setara dengan haji dan umrah.
“Tetaplah husnudzan (berbaik sangka) kepada Allah sembari melaksanakan amalan di atas. Sebab pahalanya setara dengan pahala haji dan umrah,” pungkas Karomi dalam artikelnya.
Editor: Aiz Luthfi
