Bisa berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk menjalankan ibadah haji dan umrah adalah impian setiap umat Islam. Namun tidak semuanya bisa melaksanakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan pahala ini.
Namun Rasulullah telah memberi kabar baik melalui haditsnya bahwa ada amalan yang bisa dilakukan dengan pahala sama seperti ibadah haji dan umrah. Hal tersebut ditegaskan Rasulullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi berikut:
مَن صلَّى الغَداةَ في جَماعةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يذكُرُ اللَّهَ حتَّى تطلُعَ الشَّمسُ ، ثُمَّ صلَّى رَكعتينِ كانت لَه كأجْرِ حَجَّةٍ وعُمرةٍ قالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ : تامَّةٍ تامَّةٍ تامَّةٍ
Artinya: "Barang siapa yang sholat shubuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas sholat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah bersabda, yang sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi)
Selain amalan tersebut, Ummul Mukminin Aisyah juga mengungkapkan amalan di waktu shubuh yang pahalanya juga sangat besar. Hal ini terungkap dalam hadits yang diriwayatkannya dari Rasulullah saw tentang sholat sunnah qabliyah Shubuh. Rasulullah bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Artinya: "Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya." (HR. Muslim)
Banyak sekali istilah yang digunakan untuk menunjukkan dua rakaat sebelum Shubuh. Dari redaksi hadits tersebut, sebagian ulama menyebutnya sebagai sholat sunah fajar. Adapula yang menyebutnya sebagai dengan sholat qabliyah Shubuh.
Namun ada juga yang menyebutkanya sebagai sholat sunah barad atau dingin, karena dilaksanakan ketika waktu yang masih dingin. Dan ada pula yang menamakan shalat sunah ghadat yaitu shalat sunah yang dilakukan pagi-pagi sekali.
Syaikh Nawawi dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bahwa boleh untuk niat shalat dua rakaat shubuh dengan berbagai macam redaksi niat tersebut. Misalkan diniatkan sholat Fajar: "Ushalli sunnatal fajri rak’ataini ada’an lillahi ta’ala". Atau boleh juga diniati sholat barad: "Ushalli sunnatal baradi/ sunnatas subhi rak’ataini ada’an lillahi ta’ala." dan seterusnya. Atau boleh juga yang lebih lengkap sebagai berikut:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatas subhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala
Di samping itu yang harus diperhatikan adalah anjuran untuk tidak berlama-lama dalam sholat, mengingat predikat sholat ini adalah shlat sunah. Walaupun nilainya lebih berharga daripada dunia seisinya.
Adapun surat yang dibaca saat sholat sunah subuh adalah membaca surat al-Kafirun dalam rakaat pertama (setelah al-fatihah) dan surat al-Ikhlas pada rakaat kedua. Atau membaca surat al-Insyirah pada rakaat pertama dan Surat al-Fiil pada rakaat kedua.
Sebagai tambahan keterangan dari kitab Nihayatuz zain bahwa dianjurkan untuk membaca wirid khusus setelah sholat sunah dua rakaat sambil menunggu sholat Shubuh. Bacaan tersebut adalah membaca Ya Hayyu Ya Qayyum La Ilaha Illa Anta sebanyak 40 kali, surat al-Ikhlas 11 kali, surat al-Falaq satu kali, surat an-Nas satu kali. Selain itu dianjurkan membaca: "Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil adhim, dan istighfar sebanyak 100 kali.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa umat Islam yang belum bisa naik haji atau umrah, baik yang mempunyai uang atau masih menabung, tidak usah berkecil hati. Tetaplah husnudzan (berbaik sangka) kepada Allah sembari melaksanakan amalan di atas. Sebab pahalanya setara dengan pahala haji dan umrah. Wallahu a’lam.
Editor: Muhammad Faizin


