Istanbul, Arin.id – Istanbul, Turki, berupaya memulihkan kondisi setelah dilanda banjir akibat hujan dengan intensitas tertinggi dalam setidaknya 80 tahun. Hingga Kamis (15/10/2026), bencana tersebut menyebabkan tiga orang tewas dan empat lainnya dilaporkan hilang.
Hujan deras mulai mengguyur kota terbesar di Turki itu pada Rabu pagi dan semakin intens sepanjang hari. Kondisi tersebut memicu kekacauan dan banjir bandang. Sejumlah rekaman video memperlihatkan mobil terseret arus deras.
“Curah hujan yang tercatat kali ini merupakan yang tertinggi di Istanbul sejak pencatatan dimulai pada 1942,” kata Gubernur Istanbul Davut Gul.
Jumlah korban meninggal bertambah menjadi tiga setelah petugas menemukan jenazah seorang pria di dekat taman di kawasan Kagithane, wilayah Eropa Istanbul. Informasi tersebut disampaikan kantor gubernur melalui sebuah pernyataan.
Badai juga merenggut nyawa seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang tersengat listrik setelah menginjak genangan air di kawasan Balat. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi tim medis tidak berhasil menyelamatkannya, menurut keterangan pejabat setempat.
Selain korban meninggal, empat orang lainnya dilaporkan masih hilang.
Pada Kamis, petugas pemerintah kota dan pemadam kebakaran Istanbul melakukan pembersihan di sejumlah lokasi, termasuk sekolah, lapangan sepak bola, garasi, dan tempat lainnya. Mereka menyedot air dari kawasan yang terendam serta membersihkan lumpur, menurut laporan fotografer AFP.
Pada Rabu malam, Gubernur Davut Gul mengumumkan bahwa sekolah-sekolah di seluruh Istanbul akan ditutup hingga Senin. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah, kecuali jika benar-benar perlu keluar. Warga yang tinggal di bangunan dengan ruang bawah tanah disarankan menghabiskan malam di lantai yang lebih tinggi dan aman.
Di kawasan Beykoz, wilayah Asia Istanbul, tembok penahan di sekitar kompleks bangunan tiga lantai dilaporkan ambruk. Bangunan tersebut kemudian dikosongkan demi alasan keselamatan.
Rekaman dramatis yang diunggah ke internet dan dihimpun kantor berita DHA memperlihatkan deretan mobil yang terparkir di kawasan Sariyer, bagian utara Istanbul, terseret arus air berlumpur.
Rekaman lainnya menunjukkan sejumlah orang dievakuasi dari derasnya arus melalui jendela lantai satu. Di lokasi berbeda, dua orang yang membawa payung terlihat naik ke sekop alat berat untuk dibawa menjauh dari genangan.
Gangguan pasokan listrik dan air juga melanda sejumlah wilayah kota. Di Sariyer, para pedagang terlihat berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka dari lumpur, menurut laporan jurnalis AFP.
Dampak cuaca buruk turut mengganggu penerbangan. Kementerian Transportasi Turki menyatakan sebanyak 43 penerbangan menuju Bandara Istanbul di kawasan Laut Hitam dialihkan ke bandara lain. Tiga penerbangan menuju Bandara Sabiha Gokcen di sisi Asia kota tersebut juga dialihkan. Bandara Sabiha Gokcen sempat menghentikan sementara keberangkatan pesawat akibat angin kencang.
Badan penanggulangan bencana Turki, AFAD, membentuk posko krisis untuk menangani berbagai insiden akibat hujan deras. Hingga Rabu malam, tercatat 1.277 kejadian banjir, 15 tanah longsor, 47 orang terjebak, serta dua atap bangunan yang diterbangkan angin.
Hujan deras diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir pekan.
Editor: Kendi Setiawan


