Tidak berlebihan memang kalau sosok Kiai Abdurrahman Wahid diejawantahkan sebagai tokoh yang multidimensional. Gus Dur memiliki banyak warisan intelektual, baik dalam pemikiran, pergerakan maupun laku kemanusiaan. Ia dikenal sebagai agamawan—penganjur kebenaran, guru bangsa, sebagai politisi, budayawan, pemikir, dan label lain yang tersematkan.
Di tengah perjalanan panjang bangsa Indonesia, figurnya tidak hanya menginspirasi banyak orang, akan tetapi juga mencetak sejarah dengan caranya yang unik dan penuh keberanian.
Gus Dur tidak hanya memiliki pengaruh besar dalam konteks dialektika kehidupan masyarakat Indonesia, tetapi juga di tingkat global. Pengaruhnya dalam politik dan tatanan sosial masyarakat adalan cermin dari pemikiran-pemikirannya, misalnya soal demokrasi, pluralisme, hak asasi manusia, juga tentang kebebasan dan kesetaraan.

Segala pemikiran Gus Dur termanifestasikan dengan baik dalam berbagai gerakan di lingkup aktivitas kemasyarakatannya, mulai saat menjadi pelajar, menjadi guru, terlibat aktif dalam gerakan intelektual, menjabat ketua umum PBNU, kemudian menjadi politisi hingga menjadi presiden keempat RI. Semua orang mencatat berbagai warisan pemikiran-pemikiran Gus Dur ini.
Melalui buku ini, kami berusaha untuk memperkenalkan lebih jauh kepada pembaca mengenai sosoknya dalam berbagai peran itu. Sebagai contoh ketika Gus Dur berbicara tentang Islam pribumi dan nonpribumi. Sebagai intelektual yang berpandangan luas tentang keberagaman dan kemanusiaan, Gus Dur menunjukkan bagaimana Islam dapat hidup berdampingan dengan berbagai budaya, etnis, dan agama, serta menjadi kekuatan yang mempersatukan.
=============
Data Buku
Judul: Oase Gus Dur: Menyelami Pemikiran, Kearifan, dan Keteladanan Sang Guru Bangsa
Penulis: Ahmad Zainul Hamdi
ISBN : (masih dalam proses)
Cover : soft cover
Halaman : xvii + 176
Ukuran :14 x 21 cm
Genre: Nonfiksi
Penerbit: PT Arina Jejaring Media
Editor: Muhammad Zunus
