Menikah adalah salah satu ibadah yang ada dalam ajaran Islam. Sebagaimana ibadah pada umumnya, menikah juga biasanya dibumbui dengan aneka godaan, ujian, dan rintangan, salah satunya adalah ragu ketika berniat akan menikah dengan seseorang. Apalagi jika seseorang tersebut baru dikenal sehingga tidak mengetahui sifat dan karakter aslinya.
Ketika muncul keraguan untuk menikah dengan seseorang, sikap terbaik yang bisa dilakukan adalah berdoa kepada Allah dan memohon jodoh yang terbaik kepada-Nya. Hal ini sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah dan diungkap oleh Imam At-Thabrani dalam Kitabub Du‘a (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 1413 H), halaman 390.
Dalam keterangan tersebut dijelaskan, sebelum membaca doa ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah [1] mengambil wudlu dengan sempurna, [2] melaksanakan sholat wajib, [3] menyampaikan pujian kepada Allah misalnya dengan mengucapkan alḫamdulilllâḫi rabbil ‘alamîn.
Ketika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan, baru kemudian berdoa kepada Allah dengan hati yang ikhlas dan khusu. Adapun doanya adalah sebagaimana berikut:
Doa untuk laki-laki yang ragu terhadap calon istrinya:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ لِي فِي فُلَانَةَ (سبوتكان ناما پا) خَيْرٌ فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْدِرْهَا لِي وَإِنْ كَانَ غَيْرُهَا خَيْرًا لِي فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْضِ لِي بِهَا وَقَدِّرْهَا لِي
Allâḫumma anta taqdîru wa lâ aqdiru wa ta‘lamu wa lâ a‘lamu wa anta ‘allâmul ghuyûb, Allâhumma in kâna lî fî fulânah (sebutkan nama calon istri) khairun fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdirhâ lî wa in kâna ghairahâ khairal lî fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdli lî bihâ wa qaddirhâ lî
Artinya: “Ya Allah, Engkau mampu sedangkan aku tidak mampu, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui hal ghaib. Ya Allah, jika ada kebaikan pada diri si Fulanah (sebutkan nama calon istri) untukku, agamaku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku, namun jika memang ada orang lain yang lebih baik untukku, agamaku, duniaku, dan akiratku, maka tunaikanlah dan takdirkanlah dia untukku.”
Doa untuk perempuan yang ragu terhadap calon suaminya:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ لِي فِي فُلَانٍ (سبوتكان ناما پا) خَيْرٌ فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْدِرْهُ لِي وَإِنْ كَانَ غَيْرُهُ خَيْرًا لِي فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْضِ لِي بِهِ وَقَدِّرْهُ لِي
Allâḫumma anta taqdîru wa lâ aqdiru wa ta‘lamu wa lâ a‘lamu wa anta ‘allâmul ghuyûb, Allâhumma in kâna lî fî fulân (sebutkan namanya) khairun fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdirhu lî wa in kâna ghairuhu khairal lî fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdli lî bihi wa qaddirhu lî.
Artinya: “Ya Allah, Engkau mampu sedangkan aku tidak mampu, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui hal gaib. Ya Allah, jika ada kebaikan pada diri si Fulan (sebutkan nama calon suami) untukku, agamaku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku, namun jika memang ada orang lain yang lebih baik untukku, agamaku, duniaku, dan akiratku, maka tunaikanlah dan takdirkanlah dia untukku.”
Itulah doa ketika ragu untuk menikah dengan seseorang. Diharapkan dengan wasilah membaca doa ini, Allah menumbuhkan ketetapan hati dan memberikan jodoh terbaik yang bisa membawa kemaslahatan untuk diri pribadi, agama, dunia, dan akhirat. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin


