Arina.id - Pedagang asongan sering menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai tempat, seperti di lampu merah, stasiun, terminal, atau bahkan di dalam transportasi umum. Sekarang ini, mereka juga nampak sering hadir pada kerumunan massa seperti konser musik dan pengajian akbar.
Mereka nampak gigih dan bekerja keras untuk mencari nafkah, menawarkan barang-barang sederhana dengan harga terjangkau, seperti es teh dan minuman lainnya, makanan ringan, atau barang sederhana kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran mereka mengajarkan kita tentang perjuangan hidup, ketulusan, dan keberanian menghadapi tantangan. Berikut adalah sikap yang sebaiknya kita tunjukkan serta doa yang dapat kita panjatkan ketika bertemu dengan pedagang asongan:
1. Hargai Usaha Mereka
Pedagang asongan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebagai sesama manusia, kita perlu menghormati usaha mereka tanpa merendahkan pekerjaan yang mereka lakukan. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah SAW memberikan sanjungan kepada mereka yang mau bekerja keras demi membiayai dirinya sendiri dan menafkahi keluarganya:
مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَخَادِمِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ
Artinya: “Tidak ada yang lebih baik dari usaha seorang laki-laki kecuali dari hasil tangannya (bekerja) sendiri. Dan apa saja yang dinafkahkan oleh seorang laki-laki kepada diri, istri, anak dan pembantunya adalah sedekah.” (HR. Ibnu Majah)
2. Bersikap Sopan
Jika kita tidak ingin membeli barang yang mereka tawarkan, tolaklah dengan sopan. Gunakan kata-kata yang baik, seperti, "Terima kasih, saya belum membutuhkan." Hindari menunjukkan sikap acuh tak acuh atau kasar. Islam mengajarkan kepada kita agar selalu mengedepankan sopan santun dalam bertutur kata atau jika kita tidak sanggup melakukannya, maka pilihan terbaik adalah diam.
Rasulullah SAW bersabda:
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ
Artinya: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]
3. Membeli Berarti Memberikan Dukungan
Membeli barang dari pedagang asongan, meskipun kecil, dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti. Selain membantu perekonomian mereka, kita juga mendapatkan barang yang mereka tawarkan.
Sebaiknya, kita juga jangan langsung menilai atau menghakimi kondisi hidup mereka. Kita tidak pernah tahu perjuangan apa yang telah mereka lalui. Sebaliknya, tunjukkan empati dan rasa peduli.
Jika memungkinkan, kita dapat memberikan bantuan tambahan, seperti memberikan makanan, minuman, atau donasi kecil. Namun, lakukan dengan niat tulus tanpa merendahkan martabat mereka.
Doa untuk Pedagang Asongan
Alkisah, Rasulullah SAW pernah melihat seorang anak kecil bernama Abdullah bin Ja’far yang sedang berjualan mainan. Rasulullah kagum dengan kegigihan dan semangat kerjanya yang tinggi meskipun ia masih kanak-kanak. Rasulullah lantas kemudian mendoakan agar ia mendapatkan keberkahan dalam perniagaannya.
Sebagai bagian dari bentuk kepedulian kita terhadap pedagang asongan, ada baiknya kita juga ikut mendoakan mereka dengan menggunakan redaksi doa sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ فِيْ تِجَارَتِهِ
Allahumma baarik lahu fii tijaaratihi.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah dia dalam perniagaannya."
Secara umum, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa melihat pedagang asongan adalah pengingat nyata bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam hidup. Mereka adalah simbol perjuangan dan kerja keras. Sikap yang baik dan doa tulus dari kita dapat menjadi bentuk dukungan sederhana yang berdampak besar bagi mereka.
Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang penuh empati, menghargai kerja keras, dan peduli terhadap sesama. Wallahu a’lam bis shawab.
Editor: Muhammad Faizin


