Dark
Light
Dark
Light

Doa dan 7 Pelajaran Penting saat Bercermin

Doa dan 7 Pelajaran Penting saat Bercermin

Arina.id - Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas, termasuk saat berdiri di depan cermin, dianjurkan untuk disertai doa. Cermin biasa kita gunakan untuk merapikan penampilan, terutama menjelang momen spesial seperti Jumat, hari raya, atau acara penting. Namun, lebih dari sekadar alat perawatan fisik, bercermin juga sarat makna spiritual sebagai sarana muhasabah (introspeksi diri).

Islam mengajarkan doa khusus saat bercermin, salah satunya diriwayatkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar dari Sayyidina Ali yakni:

اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ 

Allahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii 

Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menciptakan rupaku dengan baik, perindahlah pula akhlakku."

Adapun redaksi lengkapnya adalah sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِاللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا نَظَرَ فِي الْمِرْآةِ قَالَ: اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي.

Artinya: "Diriwayatkan dari Abdullah bin Masud, ia berkata, Rasulullah ketika memandang cermin beliau berdoa: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah bentuk tubuhku, maka perindahlah akhlakku."

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad Ahmad (no. 3792), al-Bazzar (no. 1549), dan al-Ṭabarānī dalam al-Du‘ā’ (no. 947). Sanad hadits ini dinilai hasan oleh sebagian ulama, di antaranya al-Haitsami dalam Majma‘ al-Zawā’id (10/170).

Penjelasan makna dari doa "hassanta khalqi" adalah Nabi Muhammad mengakui bahwa keelokan fisik adalah anugerah Allah, bukan hasil usaha pribadi. Sedangkan pemaknaan dari "fahassin khuluqi" adalah akhlak adalah hal mulia dan lebih utama dari sekadar penampilan fisik. 

Ringkasnya, Nabi Muhammad mengajarkan agar kita meminta kepada Allah kebaikan budi pekerti sebagaimana kita mensyukuri fisik yang baik. Inti dari doa ini sebenarnya ungkapan rasa syukur atas kesempurnaan fisik sekaligus permohonan agar keindahan lahiriah diimbangi keelokan akhlak.

7 Pelajaran Penting saat Bercermin

Dalam laman Mausu'ah Hadits Nabawi diuraikan bahwa hadits tersebut setidaknya mengandung 7 pelajaran penting:

1. Mengingatkan dua bentuk: Lahir Batin

أن الإنسان له صورتان صورة ظاهرة وهي الخَلْق، وصورة باطنة وهي الخُلُق. 

Artinya: "Sesungguhnya manusia memiliki dua bentuk yakni bentuk luar, yang merupakan ciptaan lahiriah, dan bentuk dalam, yang merupakan akhlak, karakter"

2.  Berakhlak Mulia adalah Utama

أن الإنسان عليه أن يسأل الله أن يحسن صورته الباطنة، وأهم الصور الباطنة هو الإيمان؛ لأن الأخلاق الفاضلة كلها تتبعه

Artinya: "Sesungguhnya seseorang hendaknya memohon kepada Allah agar memperbaiki dimensi batinnya, dan dimensi batin yang terpenting adalah keimanan, karena akhlak mulia itu mengikuti keimanan."

3. Bertawasul pada af'al Allah

جواز التوسل بأفعال الله جل وعلا

Artinya: "Bolehnya bertawassul (memohon kepada Allah) dengan menyebut atau menjadikan perbuatan-perbuatan Allah Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi sebagai perantara."

4. Memohon Akhlak yang Baik

الإنسان إذا حَسُن خلقه استراح واطمأن، وصار دائما في رضًا لا يغضب؛ لأجل هذا عليه أن يسأل الله أن يحسن خلقه

Artinya: "Jika seseorang memiliki akhlak yang baik, ia akan merasa tenang dan tenteram, serta selalu merasa cukup dan tidak mudah marah. Karena itu, ia hendaknya memohon kepada Tuhan untuk memperbaiki akhlaknya."

5. Memuji dan Bersyukur pada Allah

الثناء على الله تعالى، والاعتراف له بالنعمة بتحسين الخِلْقة

Artinya: "Memuji Allah dan mensyukuri nikmat-Nya dalam menyempurnakan ciptaan."

6. Memprioritaskan Unsur Batin

 وتحث على الاهتمام بالباطن لكي يحصل الكمال السري والعلني، والجمال الظاهري والباطني

Artinya: "Dan mendorong agar perhatian kepada yang dimensi batin untuk mencapai kesempurnaan yang bersifat tersembunyi dan terbuka, serta keindahan yang tampak dan tersembunyi."

7. Doa yang Bersumber dari Nabi

هذا الدعاء من النبي -صلى الله عليه وسلم- من باب تعليم الأمة وإلا فهو أشرف العباد خلقا وأخلاقا

Artinya: "Doa tersebut (di atas) berasal dari Nabi Muhammad sebagai bagian dari pengajaran kepada umat, dan dia adalah yang paling mulia di antara hamba-hamba Allah dalam hal akhlak dan perilaku."

Dengan demikian, bercermin adalah refleksi diri yang tidak hanya menjadi kebiasaan tanpa makna, melainkan juga untuk menguatkan hubungan dengan Allah, memperbaiki diri, memantaskan diri dan mengingat bahwa keindahan sejati terletak pada ketakwaan dan akhlak mulia. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo